Eranusantara.co – Langkah besar diambil oleh Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuknya sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan). Jabatan baru ini menuntut Saleh untuk meninggalkan posisi strategisnya di militer. Ia mengonfirmasi bahwa dirinya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) TNI AD guna memenuhi syarat administratif sebagai pejabat sipil.
Proses transisi dari militer aktif menjadi purnawirawan kini tengah berjalan di internal Angkatan Darat. Saleh Mustafa menegaskan bahwa secara aturan, ia memang harus melepaskan seragam militernya untuk dapat menjalankan amanah baru di Kabinet Merah Putih. "Iya, ya harus mundur sebagai Wakasad. Saat ini sedang dalam proses di Angkatan Darat agar statusnya menjadi purnawirawan," ungkap Saleh saat ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Penunjukan Saleh Mustafa bukan tanpa alasan. Presiden Prabowo memberikan mandat khusus kepada perwira tinggi ini untuk fokus pada agenda prioritas nasional, yakni mewujudkan kedaulatan pangan. Saleh menekankan bahwa tantangan besar menanti di sektor pertanian, terutama terkait upaya perluasan lahan produktif.
"Fokus utama kami adalah kedaulatan pangan. Ke depan, tantangan kami adalah bagaimana membuka lahan-lahan baru secara efektif serta memastikan kesejahteraan para petani meningkat," jelas perwira tinggi kelahiran Ternate tersebut.
Saleh Mustafa resmi dilantik sebagai Wamentan pada 1 Oktober 2026 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026. Penunjukan ini menjadi bagian dari penyegaran Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Melihat rekam jejaknya, Saleh Mustafa adalah sosok militer yang sangat berpengalaman. Lahir di Maluku Utara pada 14 Maret 1969, ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 dari kecabangan Infanteri. Menariknya, ia merupakan rekan satu angkatan dengan Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Ia juga mencatatkan sejarah sebagai putra daerah Maluku Utara pertama yang dipercaya memegang posisi vital sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Sebelum akhirnya terjun ke dunia pemerintahan, karier militernya sangat cemerlang, mulai dari menjabat Komandan Korem 132/Tadulako, Kasdam Jaya, hingga menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI.
Pengalaman kepemimpinan yang panjang, mulai dari komando lapangan hingga posisi strategis di tingkat Mabes TNI dan AD, diharapkan dapat membawa disiplin dan efisiensi tinggi ke dalam Kementerian Pertanian dalam upaya mencapai swasembada pangan nasional.