Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Ancaman Wamentan Baru Untuk Mafia Pertanian

    05-10-2026 - 16.35

    Saleh Mustafa Resmi Jadi Wamentan

    05-10-2026 - 16.35

    Makan Gratis Ala Jepang Mulai Diuji Coba

    05-10-2026 - 16.20
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Ancaman Wamentan Baru Untuk Mafia Pertanian
    • Saleh Mustafa Resmi Jadi Wamentan
    • Makan Gratis Ala Jepang Mulai Diuji Coba
    • BGN Bongkar Untung Dapur MBG Tak Gede
    • Nasib Perajin Tahu Terhimpit Harga Kedelai
    • Prabowo Bongkar Ancaman RI Bukan Sekadar Perang
    • Harga Ayam Melambung Bapanas Turun Tangan Atasi
    • Skandal Kekerasan ABK di Laut
    • Iran Tutup Selat Hormuz Hingga AS Patuhi Syarat
    • Misi Hijaukan Kembali Lahan Cikembang
    Senin, 5 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Ancaman Wamentan Baru Untuk Mafia Pertanian

      05-10-2026 - 16.35

      Saleh Mustafa Resmi Jadi Wamentan

      05-10-2026 - 16.35

      Makan Gratis Ala Jepang Mulai Diuji Coba

      05-10-2026 - 16.20

      BGN Bongkar Untung Dapur MBG Tak Gede

      05-10-2026 - 16.06

      Nasib Perajin Tahu Terhimpit Harga Kedelai

      05-10-2026 - 13.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Nasib Perajin Tahu Terhimpit Harga Kedelai

    Nasib Perajin Tahu Terhimpit Harga Kedelai

    Ekonomi 05-10-2026 - 13.353 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Nasib Perajin Tahu Terhimpit Harga Kedelai

    Eranusantara.co – Suasana di pabrik tahu milik Sudiarto (63) tampak sangat sibuk. Deru mesin penggilingan biji kedelai terdengar bersahutan dengan kepulan uap panas yang membumbung dari ketel uap berbahan bakar kayu. Pabrik rumahan yang telah berdiri sejak tahun 1997 ini merupakan salah satu penyokong stok tahu untuk pasar-pasar di wilayah sekitarnya. Setiap harinya, ratusan kilogram kedelai diolah menjadi ribuan potong tahu yang siap didistribusikan.

    Proses produksi dimulai dengan merendam biji kedelai hingga lunak, kemudian digiling menggunakan mesin hingga menjadi adonan putih kental. Adonan tersebut kemudian dimasak menggunakan tekanan uap panas. Setelah sari kedelai atau aci terekstrak, cairan tersebut disaring dan dituang ke dalam cetakan kayu untuk ditekan hingga menjadi balok tahu yang padat. Namun, di balik rutinitas produksi yang padat tersebut, tersimpan kegelisahan mendalam dari sang pemilik pabrik.

    Nasib Perajin Tahu Terhimpit Harga Kedelai
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Sudiarto mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, margin keuntungan yang ia dapatkan semakin menipis akibat lonjakan harga kedelai. Harga bahan baku utama yang mayoritas diimpor dari Amerika Serikat ini terus merangkak naik. Jika pada awal tahun harga kedelai masih berada di kisaran Rp 10.000 per kilogram, kini harganya telah menyentuh angka Rp 11.500 per kilogram.

    "Harganya naik terus setiap minggu. Dulu satu ton masih sekitar Rp 10,3 juta, tapi sekarang di kuitansi sudah Rp 11,5 juta per ton," keluh Sudiarto saat ditemui di lokasi produksinya. Ia menduga kenaikan ini dipicu oleh situasi geopolitik global, seperti konflik di Amerika Serikat yang berdampak pada rantai pasok komoditas dunia.

    Kondisi ini membuat para perajin berada dalam posisi yang sangat sulit. Selain harga bahan baku yang mahal, mereka masih harus menanggung beban biaya operasional lainnya, mulai dari pembelian kayu bakar, tagihan listrik, hingga upah tenaga kerja. Jika dihitung secara matematis, biaya modal untuk memproduksi satu kuintal tahu kini mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 1,55 juta.

    Dengan biaya produksi setinggi itu, pendapatan kotor yang dihasilkan dari penjualan satu kuintal kedelai (sekitar 50 papan tahu) hanya berkisar Rp 1,65 juta. Setelah dikurangi biaya bahan baku, tenaga kerja, dan kayu bakar, sisa keuntungan yang didapat sangatlah minim.

    "Kami merasa seperti sedang kerja bakti. Keuntungannya sangat tipis, tapi kami tidak bisa berhenti berproduksi karena sudah ada kesepakatan bersama antar pedagang," tuturnya.

    Demi menyiasati kenaikan harga agar tetap bisa berproduksi, Sudiarto terpaksa mengambil langkah drastis dengan memperkecil ukuran tahu yang dihasilkan. Langkah ini diambil agar jumlah papan tahu yang dihasilkan tetap stabil di angka 50 papan per kuintal. Namun, strategi ini sangat berisiko. Sudiarto mengakui bahwa jika terjadi kesalahan teknis sedikit saja dalam proses pencetakan, ia bisa langsung mengalami kerugian hingga Rp 150.000 dalam sehari. Kondisi ini membuat para perajin tahu kini berada di ambang kerentanan ekonomi yang nyata.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Ancaman Wamentan Baru Untuk Mafia Pertanian

    Ekonomi 05-10-2026 - 16.35

    Saleh Mustafa Resmi Jadi Wamentan

    Ekonomi 05-10-2026 - 16.35

    Makan Gratis Ala Jepang Mulai Diuji Coba

    Ekonomi 05-10-2026 - 16.20

    BGN Bongkar Untung Dapur MBG Tak Gede

    Ekonomi 05-10-2026 - 16.06

    Prabowo Bongkar Ancaman RI Bukan Sekadar Perang

    Ekonomi 05-10-2026 - 12.35

    Harga Ayam Melambung Bapanas Turun Tangan Atasi

    Ekonomi 05-10-2026 - 12.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.