Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Terkuak: Dividen Danantara Tak Akan Perkuat APBN

    09-10-2026 - 08.35

    Tarif Ojol Kurir Resmi Diatur Dua Kementerian

    09-10-2026 - 08.06

    Seniman Indonesia Borong Gelar di Asia Tenggara

    09-10-2026 - 07.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Terkuak: Dividen Danantara Tak Akan Perkuat APBN
    • Tarif Ojol Kurir Resmi Diatur Dua Kementerian
    • Seniman Indonesia Borong Gelar di Asia Tenggara
    • Aturan Baru Tarif Ojol Resmi Berlaku
    • Harga Cabai Melonjak Mendag Ungkap Biang Kerok
    • Geger Seruan Boikot Produk RI di Malaysia Mendag Tenang
    • Strategi Baru Danantara Ubah Wajah Industri
    • Investasi RI Tembus Rp 1010 Triliun
    • Ratusan BUMN Beralih Tangan Demi Efisiensi Negara
    • Babak Baru Ojol Gojek Siap Patuh Aturan
    Jumat, 9 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Terkuak: Dividen Danantara Tak Akan Perkuat APBN

      09-10-2026 - 08.35

      Tarif Ojol Kurir Resmi Diatur Dua Kementerian

      09-10-2026 - 08.06

      Seniman Indonesia Borong Gelar di Asia Tenggara

      09-10-2026 - 07.35

      Aturan Baru Tarif Ojol Resmi Berlaku

      09-10-2026 - 07.20

      Harga Cabai Melonjak Mendag Ungkap Biang Kerok

      09-10-2026 - 05.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Purbaya Tolak Mentah-mentah Usul IMF! Mengapa Kenaikan Pajak Justru Bisa Bikin Ekonomi Indonesia Runtuh dan Terjebak Utang Lagi?

    Purbaya Tolak Mentah-mentah Usul IMF! Mengapa Kenaikan Pajak Justru Bisa Bikin Ekonomi Indonesia Runtuh dan Terjebak Utang Lagi?

    Ekonomi 19-02-2026 - 05.062 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Purbaya Tolak Mentah-mentah Usul IMF! Mengapa Kenaikan Pajak Justru Bisa Bikin Ekonomi Indonesia Runtuh dan Terjebak Utang Lagi?

    EraNusantara – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menolak rekomendasi Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyarankan Indonesia untuk menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) karyawan. Usulan IMF ini diajukan sebagai salah satu opsi untuk memperkuat penerimaan negara dan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak melampaui batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, Purbaya memiliki alasan kuat di balik penolakannya yang berpotensi memicu perdebatan strategis tentang arah kebijakan fiskal Indonesia.

    "Usul IMF itu bagus, tetapi kita harus melihatnya sesuai dengan kondisi riil kita," ujar Purbaya di hadapan anggota DPR pada Rabu, 18 Februari 2026. Ia melanjutkan dengan nada peringatan, "Kita tidak ingin tiba-tiba menaikkan pajak, lalu semuanya ambruk, daya beli masyarakat hancur, ekonomi kita runtuh lagi, dan pada akhirnya kita terpaksa berutang lagi." Pernyataan ini menggarisbawahi kekhawatiran mendalam Purbaya terhadap potensi dampak negatif kenaikan pajak yang prematur terhadap stabilitas ekonomi domestik.

    Purbaya Tolak Mentah-mentah Usul IMF! Mengapa Kenaikan Pajak Justru Bisa Bikin Ekonomi Indonesia Runtuh dan Terjebak Utang Lagi?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Purbaya menegaskan bahwa selama fondasi ekonomi Indonesia belum kokoh, pemerintah tidak akan mengambil langkah menaikkan tarif pajak. Sebagai gantinya, strategi pemerintah akan difokuskan pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, melakukan ekstensifikasi basis pajak, serta menutup berbagai celah kebocoran pajak. "Saya pastikan, tujuannya adalah agar ekonomi tumbuh lebih pesat, sehingga penerimaan pajak saya menjadi lebih tinggi, dan target defisit 3% itu dapat dihindari secara otomatis," jelasnya, menyoroti pendekatan pro-pertumbuhan sebagai kunci peningkatan pendapatan negara.

    Sebelumnya, dalam kajian fiskal jangka panjangnya, IMF memang merekomendasikan Indonesia untuk mempertimbangkan peningkatan PPh karyawan secara bertahap. Rekomendasi ini dimaksudkan sebagai sumber pendanaan berkelanjutan untuk memperkuat investasi publik, yang krusial dalam mendukung target pembangunan jangka panjang menuju Visi Emas 2045. IMF berpandangan bahwa peningkatan investasi publik berpotensi besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Namun, pembiayaan investasi tersebut memerlukan sumber daya yang stabil dan berkelanjutan.

    Salah satu simulasi yang diusulkan IMF adalah kenaikan pajak penghasilan tenaga kerja secara bertahap, guna mengurangi ketergantungan pada pembiayaan melalui defisit anggaran. Laporan tersebut mencatat bahwa sepanjang tahun 2025, defisit APBN Indonesia berada di level 2,92% terhadap PDB, angka yang sangat mendekati batas maksimal 3%. Kondisi ini menempatkan Indonesia pada persimpangan jalan dalam menentukan strategi fiskal yang paling tepat untuk masa depan.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Terkuak: Dividen Danantara Tak Akan Perkuat APBN

    Ekonomi 09-10-2026 - 08.35

    Tarif Ojol Kurir Resmi Diatur Dua Kementerian

    Ekonomi 09-10-2026 - 08.06

    Seniman Indonesia Borong Gelar di Asia Tenggara

    Ekonomi 09-10-2026 - 07.35

    Aturan Baru Tarif Ojol Resmi Berlaku

    Ekonomi 09-10-2026 - 07.20

    Harga Cabai Melonjak Mendag Ungkap Biang Kerok

    Ekonomi 09-10-2026 - 05.35

    Geger Seruan Boikot Produk RI di Malaysia Mendag Tenang

    Ekonomi 09-10-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.