Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    10-04-2026 - 19.06

    Terkuak! Alasan Sebenarnya di Balik Penundaan Evaluasi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat: Bukan Sekadar Musim Sepi, Ada Strategi Ekonomi Jangka Panjang?

    10-04-2026 - 05.06

    Krisis Geopolitik Guncang Industri Plastik RI: Pemerintah Buru Solusi Jauh ke India dan Afrika!

    09-04-2026 - 19.06
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Terkuak! Alasan Sebenarnya di Balik Penundaan Evaluasi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat: Bukan Sekadar Musim Sepi, Ada Strategi Ekonomi Jangka Panjang?
    • Krisis Geopolitik Guncang Industri Plastik RI: Pemerintah Buru Solusi Jauh ke India dan Afrika!
    • Indonesia di Persimpangan Krisis? Perang AS-Israel vs Iran Ungkap Kerentanan Ekonomi, Capital Outflow Terparah 20 Tahun, dan 4 Ancaman Global yang Mengintai!
    • Ketika Dunia Bergejolak, Danantara Justru Bidik ‘Harta Karun’ Investasi! Terungkap, 4 Sektor Ini Siap Jadi Penopang Ekonomi Nasional di Tengah Badai Geopolitik.
    • Terungkap! Jurus Jitu Pemerintah Redam Kenaikan Harga Tiket Pesawat di Tengah Badai Krisis Global: Maskapai Ungkap Apresiasi Tak Terduga!
    • Terungkap! Rahasia Ibu Onih Mengubah Limbah Kotoran Sapi Jadi ‘Emas Hijau’ yang Menghidupi Keluarga dan Lingkungan, Kisah Inspiratif dari Bandung Barat!
    • Badai Energi Global Hantam Vietnam: Pertumbuhan Ekonomi Melambat Drastis, Target 10% Terancam Gagal! Bisakah Negara Naga Asia Ini Bertahan dari Tekanan Inflasi yang Mencekik?
    • Guncangan Ekonomi Tak Terduga: Harga Plastik Meroket 50%, Pedagang Pasar Tercekik, Ancaman Kenaikan Harga Komoditas di Depan Mata!
    • Geger Dunia Farmasi! Trump Resmi Pukul Rata Obat Impor dengan Tarif 100%, Tapi Ada ‘Jalur Khusus’ Bebas Pajak yang Bikin Penasaran!
    Jumat, 10 April 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      10-04-2026 - 19.06

      Terkuak! Alasan Sebenarnya di Balik Penundaan Evaluasi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat: Bukan Sekadar Musim Sepi, Ada Strategi Ekonomi Jangka Panjang?

      10-04-2026 - 05.06

      Krisis Geopolitik Guncang Industri Plastik RI: Pemerintah Buru Solusi Jauh ke India dan Afrika!

      09-04-2026 - 19.06

      Indonesia di Persimpangan Krisis? Perang AS-Israel vs Iran Ungkap Kerentanan Ekonomi, Capital Outflow Terparah 20 Tahun, dan 4 Ancaman Global yang Mengintai!

      08-04-2026 - 05.06

      Ketika Dunia Bergejolak, Danantara Justru Bidik ‘Harta Karun’ Investasi! Terungkap, 4 Sektor Ini Siap Jadi Penopang Ekonomi Nasional di Tengah Badai Geopolitik.

      07-04-2026 - 19.06
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Terkuak! Rp 336 Miliar Digelontorkan untuk Sawah Terdampak Banjir Sumatera, Namun ‘Musuh Tak Terduga’ Mengancam Ketahanan Pangan Nasional!

    Terkuak! Rp 336 Miliar Digelontorkan untuk Sawah Terdampak Banjir Sumatera, Namun ‘Musuh Tak Terduga’ Mengancam Ketahanan Pangan Nasional!

    Ekonomi 16-02-2026 - 05.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    EraNusantara – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian (Kementan), menyiapkan dana segar sebesar Rp 336 miliar. Anggaran jumbo ini dialokasikan untuk mempercepat pemulihan lahan sawah yang rusak parah akibat bencana banjir di tiga provinsi kunci penghasil pangan: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Tujuannya jelas: mengembalikan produktivitas sawah dan menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah tantangan iklim yang terus berubah.

    Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kegiatan groundbreaking rehabilitasi yang telah dimulai serentak pada 15 Januari 2026. "Percepatan rehabilitasi adalah komitmen pemerintah untuk menjaga produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional," tegas Hermanto dalam keterangan resminya, Minggu (15/2/2026), seperti dikutip eranusantara.co.

    Terkuak! Rp 336 Miliar Digelontorkan untuk Sawah Terdampak Banjir Sumatera, Namun 'Musuh Tak Terduga' Mengancam Ketahanan Pangan Nasional!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Namun, upaya masif ini tidak tanpa hambatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan tinggi hingga menengah masih akan berlangsung dari Januari hingga Maret 2026. Kondisi ini menjadi "musuh tak terduga" di lapangan yang terus diantisipasi. Hermanto mengungkapkan, "Tantangan saat ini adalah masih adanya hujan yang intensitasnya cukup besar di sejumlah lokasi desa di Aceh, Sumut dan Sumbar." Akibatnya, lahan sawah yang seharusnya sudah dibersihkan dari endapan lumpur banjir beberapa bulan sebelumnya, kini kembali mengalami sedimentasi atau pengendapan lumpur baru akibat aliran air hujan dan luapan sungai.

    Situasi ini memaksa tim teknis Kementan untuk menyesuaikan strategi penanganan di lapangan. "Sehingga saat ini kita akan melakukan survei ulang di lapangan untuk mengidentifikasi sedimen/endapan lumpur baru yang ke depan akan mempengaruhi biaya penanganannya seperti pembuangan sedimen di lahan, di saluran irigasi dan lain-lain," jelas Hermanto, menyoroti kompleksitas pekerjaan yang harus dihadapi.

    Kementan merancang intervensi rehabilitasi sesuai tingkat kerusakan lahan. Untuk sawah dengan kerusakan ringan, program optimasi lahan seluas 32 ribu hektare (Ha) akan dijalankan. Ini mencakup kegiatan konstruksi seperti pembersihan, penataan, perbaikan infrastruktur, pengolahan, hingga pemanfaatan lahan. Sementara itu, lahan sawah dengan kerusakan sedang hingga berat akan ditangani melalui rehabilitasi khusus seluas 9,9 ribu Ha, dengan fokus pada pembersihan lahan, perapihan, perataan tanah, pekerjaan tanah dengan galian saluran irigasi, pembuatan pematang, galian saluran pembuangan/drainase, pengolahan lahan, hingga pekerjaan rehabilitasi infrastruktur pendukung lain di tingkat usaha tani.

    Rehabilitasi ini juga mengintegrasikan perbaikan infrastruktur irigasi pertanian, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Program ini dibagi dalam tiga fase krusial: penyusunan rancangan teknis (yang dikerjasamakan dengan sejumlah perguruan tinggi), konstruksi, dan olah lahan. Saat ini, ketiga provinsi masih dalam tahap kontraktual penyusunan dokumen rancangan teknis, dengan beberapa penyesuaian anggaran untuk memenuhi kebutuhan penanganan di lapangan yang dinamis.

    Lebih dari sekadar pekerjaan fisik, Kementan juga menekankan pada penguatan tata kelola, pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi berkala. Pendekatan kolaboratif dengan petani lokal dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memastikan penanganan sesuai kondisi riil di lapangan, menjamin efektivitas dan keberlanjutan program.

    Diharapkan, langkah komprehensif ini mampu mengembalikan fungsi optimal lahan sawah, memperluas areal tanam, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani. "Melalui langkah kolaboratif dengan pemerintah daerah dan petani, Kementan menegaskan komitmennya memastikan rehabilitasi berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional," pungkas Hermanto, menegaskan visi besar pemerintah.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Ekonomi 10-04-2026 - 19.06

    Terkuak! Alasan Sebenarnya di Balik Penundaan Evaluasi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat: Bukan Sekadar Musim Sepi, Ada Strategi Ekonomi Jangka Panjang?

    Ekonomi 10-04-2026 - 05.06

    Krisis Geopolitik Guncang Industri Plastik RI: Pemerintah Buru Solusi Jauh ke India dan Afrika!

    Ekonomi 09-04-2026 - 19.06

    Indonesia di Persimpangan Krisis? Perang AS-Israel vs Iran Ungkap Kerentanan Ekonomi, Capital Outflow Terparah 20 Tahun, dan 4 Ancaman Global yang Mengintai!

    Ekonomi 08-04-2026 - 05.06

    Ketika Dunia Bergejolak, Danantara Justru Bidik ‘Harta Karun’ Investasi! Terungkap, 4 Sektor Ini Siap Jadi Penopang Ekonomi Nasional di Tengah Badai Geopolitik.

    Ekonomi 07-04-2026 - 19.06

    Terungkap! Jurus Jitu Pemerintah Redam Kenaikan Harga Tiket Pesawat di Tengah Badai Krisis Global: Maskapai Ungkap Apresiasi Tak Terduga!

    Ekonomi 07-04-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Rahasia di Balik Kebijakan Keuangan Baru: Purbaya vs. Sri Mulyani, Siapa yang Lebih Tepat?

    16-09-2025 - 19.0616 Views

    UU Konsumen Ancam Tutup UMKM? Sanksi 5 Tahun Penjara & Denda Miliar Bikin Geger!

    05-06-2025 - 19.0611 Views

    Rekor! Ekspor Ikan RI Tembus Triliunan Rupiah Saat Lebaran, Rahasianya?

    08-04-2025 - 11.4410 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.