Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Paradoks Emas: Mengapa ‘Harta Karun’ Dunia Terjun Bebas Saat Gejolak Global Memanas? Analisis Mengejutkan Para Ekonom!

    24-03-2026 - 19.06

    Lebaran Tenang, Dompet Aman! Mentan Beberkan Data Mengejutkan Stok Pangan Nasional: Surplusnya Bikin Melongo Hingga Idulfitri 1447 H!

    24-03-2026 - 05.06

    Paradoks Emas: Saat Gejolak Global Memanas, Mengapa Harga Logam Mulia Justru Terjun Bebas? Bukan Sekadar Perang, Ini Pemicu Tak Terduga yang Mengguncang Investor!

    23-03-2026 - 19.06
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Paradoks Emas: Mengapa ‘Harta Karun’ Dunia Terjun Bebas Saat Gejolak Global Memanas? Analisis Mengejutkan Para Ekonom!
    • Lebaran Tenang, Dompet Aman! Mentan Beberkan Data Mengejutkan Stok Pangan Nasional: Surplusnya Bikin Melongo Hingga Idulfitri 1447 H!
    • Paradoks Emas: Saat Gejolak Global Memanas, Mengapa Harga Logam Mulia Justru Terjun Bebas? Bukan Sekadar Perang, Ini Pemicu Tak Terduga yang Mengguncang Investor!
    • APBN Tercekik Harga Minyak Dunia: Potong Gaji Menteri dan DPR, Solusi Nyata atau Sekadar Angka Kosmetik di Tengah Tekanan Defisit?
    • Dilema Neraka Bisnis Kecil AS: Perang Timur Tengah Picu Krisis Harga, Tapi Konsumen Menolak Bayar Lebih! Apa Solusi Mereka?
    • Terkauk! Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah Suntik Modal Negara ke Agrinas Pangan, Ini Strategi Rp 240 Triliun untuk Selamatkan APBN dari Jebakan Risiko!
    • Terungkap! Trik Belanja Cerdas di Transmart Full Day Sale: AC Polytron Diskon Rp 1,3 Juta, Begini Cara Maksimalkan Keuntungan Anda!
    • Rahasia di Balik Ladang Jagung Ohio: AS Siap Lahirkan Drone Tempur ‘FURY’ yang Bakal Mengubah Taktik Perang Modern!
    • Terbongkar! Rahasia Dapur Super Hemat dari Pertamina: Jangan Kaget Kalau Tagihan LPG Anjlok Drastis!
    • Revolusi Gizi Nasional: Kepala BGN Tantang Koki dan Ahli Gizi Ciptakan Menu Bintang 5 Hanya dengan Rp 10.000! Mungkinkah?
    Selasa, 24 Maret 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Paradoks Emas: Mengapa ‘Harta Karun’ Dunia Terjun Bebas Saat Gejolak Global Memanas? Analisis Mengejutkan Para Ekonom!

      24-03-2026 - 19.06

      Lebaran Tenang, Dompet Aman! Mentan Beberkan Data Mengejutkan Stok Pangan Nasional: Surplusnya Bikin Melongo Hingga Idulfitri 1447 H!

      24-03-2026 - 05.06

      Paradoks Emas: Saat Gejolak Global Memanas, Mengapa Harga Logam Mulia Justru Terjun Bebas? Bukan Sekadar Perang, Ini Pemicu Tak Terduga yang Mengguncang Investor!

      23-03-2026 - 19.06

      APBN Tercekik Harga Minyak Dunia: Potong Gaji Menteri dan DPR, Solusi Nyata atau Sekadar Angka Kosmetik di Tengah Tekanan Defisit?

      23-03-2026 - 05.06

      Dilema Neraka Bisnis Kecil AS: Perang Timur Tengah Picu Krisis Harga, Tapi Konsumen Menolak Bayar Lebih! Apa Solusi Mereka?

      22-03-2026 - 19.06
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Paradoks Emas: Mengapa ‘Harta Karun’ Dunia Terjun Bebas Saat Gejolak Global Memanas? Analisis Mengejutkan Para Ekonom!

    Paradoks Emas: Mengapa ‘Harta Karun’ Dunia Terjun Bebas Saat Gejolak Global Memanas? Analisis Mengejutkan Para Ekonom!

    Ekonomi 24-03-2026 - 19.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Paradoks Emas: Mengapa 'Harta Karun' Dunia Terjun Bebas Saat Gejolak Global Memanas? Analisis Mengejutkan Para Ekonom!

    EraNusantara – Harga emas dunia, yang secara tradisional dianggap sebagai pelindung nilai di kala krisis, justru menunjukkan penurunan drastis di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan investor dan analis ekonomi, mengingat pola historis emas sebagai aset safe haven.

    Dalam sepekan terakhir, harga komoditas logam mulia ini anjlok hingga 11%, menjadikannya penurunan terdalam sejak tahun 1983. Bahkan, jika ditarik sejak awal eskalasi konflik AS-Iran, penurunan kumulatif harga emas telah melampaui 14%. Angka ini jelas berlawanan dengan ekspektasi umum yang memprediksi penguatan emas di tengah ketidakpastian geopolitik.

    Paradoks Emas: Mengapa 'Harta Karun' Dunia Terjun Bebas Saat Gejolak Global Memanas? Analisis Mengejutkan Para Ekonom!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menjelaskan bahwa emas kini kalah pamor dibandingkan aset lain seperti dolar AS, yen Jepang, dan franc Swiss sebagai pilihan safe haven. Menurut Bhima, harga emas yang sudah melambung tinggi dalam dua tahun terakhir telah mendorong banyak pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung. "Emas sudah terlalu mahal, jadi banyak trader yang profit taking karena sudah menumpuk emas dua tahun terakhir," ujarnya saat dihubungi eranusantara.co.

    Bhima menambahkan, kebutuhan akan likuiditas juga membuat investor lebih memilih memegang uang tunai. Dalam kondisi ini, dolar AS muncul sebagai pemenang dalam perebutan status aset paling aman. "Sekarang cash is the king, artinya dolar AS adalah raja. Setelah ramai soal dedolarisasi, kini dolar AS memenangkan pertarungan sebagai aset yang paling aman di tengah krisis," tegasnya. Ia memproyeksikan harga emas masih akan terkoreksi, berpotensi mencapai level Rp 1,9-2 juta per gram.

    Senada, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai anjloknya harga emas di tengah konflik adalah hal yang tidak biasa. Ini mengindikasikan bahwa pasar lebih dipengaruhi oleh faktor finansial ketimbang geopolitik. Yusuf menyoroti ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama oleh Federal Reserve, membuat instrumen seperti obligasi pemerintah menjadi lebih menarik. "Dalam beberapa waktu terakhir, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga tinggi lebih lama membuat instrumen seperti obligasi menjadi lebih menarik. Emas yang tidak memberikan imbal hasil akhirnya ditinggalkan sementara oleh investor, sehingga harganya tertekan," jelas Yusuf.

    Penguatan dolar AS juga memperparah tekanan pada harga emas. Karena emas dihargakan dalam dolar, penguatan mata uang Paman Sam membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global, yang pada gilirannya melemahkan permintaan. Yusuf berpendapat, pasar tampaknya belum melihat konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel sebagai ancaman serius yang mengganggu stabilitas ekonomi global secara fundamental, sehingga dorongan ke aset safe haven seperti emas belum terlalu kuat.

    Yusuf juga mencatat pergeseran pola di mana aset safe haven tidak lagi terpusat pada emas. Kini, sebagian investor justru beralih ke dolar AS dan obligasi pemerintah AS, membuat permintaan terhadap emas menjadi lebih tersegmentasi. "Menariknya, saat ini aset safe haven juga tidak hanya emas. Sebagian investor justru lebih memilih dolar AS dan obligasi pemerintah AS, sehingga permintaan terhadap emas menjadi lebih terfragmentasi. Ini berbeda dengan pola klasik di mana emas biasanya menjadi tujuan utama saat risiko global meningkat," katanya lagi.

    Ke depan, arah harga emas akan sangat ditentukan oleh dinamika suku bunga dan eskalasi geopolitik. Jika inflasi mereda dan suku bunga turun, emas berpotensi menguat kembali. Namun, di sisi lain, jika konflik global berkembang lebih luas dan mulai berdampak ke sektor riil seperti energi atau perdagangan, maka permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai juga bisa meningkat.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Lebaran Tenang, Dompet Aman! Mentan Beberkan Data Mengejutkan Stok Pangan Nasional: Surplusnya Bikin Melongo Hingga Idulfitri 1447 H!

    Ekonomi 24-03-2026 - 05.06

    Paradoks Emas: Saat Gejolak Global Memanas, Mengapa Harga Logam Mulia Justru Terjun Bebas? Bukan Sekadar Perang, Ini Pemicu Tak Terduga yang Mengguncang Investor!

    Ekonomi 23-03-2026 - 19.06

    APBN Tercekik Harga Minyak Dunia: Potong Gaji Menteri dan DPR, Solusi Nyata atau Sekadar Angka Kosmetik di Tengah Tekanan Defisit?

    Ekonomi 23-03-2026 - 05.06

    Dilema Neraka Bisnis Kecil AS: Perang Timur Tengah Picu Krisis Harga, Tapi Konsumen Menolak Bayar Lebih! Apa Solusi Mereka?

    Ekonomi 22-03-2026 - 19.06

    Terkauk! Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah Suntik Modal Negara ke Agrinas Pangan, Ini Strategi Rp 240 Triliun untuk Selamatkan APBN dari Jebakan Risiko!

    Ekonomi 22-03-2026 - 05.06

    Terungkap! Trik Belanja Cerdas di Transmart Full Day Sale: AC Polytron Diskon Rp 1,3 Juta, Begini Cara Maksimalkan Keuntungan Anda!

    Ekonomi 21-03-2026 - 19.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Rahasia di Balik Kebijakan Keuangan Baru: Purbaya vs. Sri Mulyani, Siapa yang Lebih Tepat?

    16-09-2025 - 19.0616 Views

    UU Konsumen Ancam Tutup UMKM? Sanksi 5 Tahun Penjara & Denda Miliar Bikin Geger!

    05-06-2025 - 19.0610 Views

    Rekor! Ekspor Ikan RI Tembus Triliunan Rupiah Saat Lebaran, Rahasianya?

    08-04-2025 - 11.4410 Views
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.