EraNusantara – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyisakan duka mendalam dan tantangan berat bagi ribuan warga. Merespons kondisi darurat tersebut, Bank Mandiri dengan sigap meluncurkan program ‘Mandiri Peduli Gempa NTT’, sebuah inisiatif kemanusiaan yang menjadi bukti nyata komitmen dan kepedulian perseroan terhadap pemulihan masyarakat terdampak.
Pusat gempa yang berada di perairan utara Kabupaten Nagekeo telah menimbulkan dampak signifikan, mulai dari kerusakan infrastruktur bangunan, terputusnya jaringan listrik dan telekomunikasi, hingga memaksa sebagian besar penduduk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dalam situasi krisis ini, Bank Mandiri tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan stabilitas layanan perbankan tetap terjaga sembari aktif mendukung pemenuhan kebutuhan esensial bagi para korban.

Alexander Jonathan Patty, Regional CEO Region XI Bank Mandiri, menegaskan bahwa inisiatif Mandiri Peduli Gempa NTT adalah refleksi nyata kepedulian korporasi, sekaligus bentuk sinergi multi-pihak dalam merespons cepat kebutuhan mendesak masyarakat. "Kami merasakan duka mendalam dan keprihatinan atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di NTT. Melalui Mandiri Peduli, kami bersama tim relawan Bank Mandiri terus intensif berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Tujuannya jelas, memastikan distribusi bantuan berjalan efisien, cepat, dan aman, sejalan dengan filosofi ‘gotong royong Mandiri untuk Negeri’ yang selalu kami junjung tinggi," terang Alexander dalam pernyataan resminya, Senin (17/8/2026), seperti dikutip eranusantara.co.
Lebih lanjut, Alexander menjelaskan bahwa prioritas Bank Mandiri juga mencakup pemantauan ketat terhadap kondisi para pegawai dan kelangsungan operasional kantor cabang di area terdampak. Hal ini krusial untuk memastikan layanan perbankan bagi nasabah tetap prima dan dapat diandalkan selama fase pemulihan. Dalam kerangka respons tanggap darurat ini, Bank Mandiri memfokuskan penyaluran bantuan ke beberapa wilayah yang mengalami dampak terparah, antara lain Kabupaten Manggarai Barat (Labuan Bajo), Kabupaten Sikka (Maumere), Kabupaten Manggarai (Ruteng), Kabupaten Ende (Ende), Kabupaten Ngada (Bajawa), dan Kabupaten Flores Timur (Larantuka).
Jenis bantuan yang disalurkan telah disesuaikan secara cermat dengan kebutuhan paling mendesak di lapangan. Ini meliputi perlengkapan dasar seperti tenda darurat, matras, dan selimut, serta berbagai kebutuhan pokok esensial. Di antaranya adalah beras, minyak goreng, mi instan, air mineral, gula, dan item-item vital lainnya yang menunjang keberlangsungan hidup para pengungsi.
Upaya penanganan bencana ini tidak berjalan sendiri. Bank Mandiri merupakan bagian integral dari sinergi lintas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah payung koordinasi Danantara, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mempercepat respons dan pemulihan pascabencana secara terintegrasi dan komprehensif. Alexander menggarisbawahi bahwa kolaborasi ini memungkinkan optimalisasi sumber daya yang dimiliki antar-BUMN di lapangan, mulai dari efisiensi penyaluran bantuan hingga dukungan vital terhadap rehabilitasi infrastruktur kunci. Dengan demikian, penanganan dampak gempa dapat terlaksana secara lebih holistik dan efektif.
Sinergi strategis ini sekaligus menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai mitra krusial pemerintah dalam membangun ketahanan dan mendorong pemulihan ekonomi regional pascabencana. Di luar penyaluran bantuan materiil, para relawan Bank Mandiri juga aktif terlibat dalam mendukung operasional posko pengungsian dan memastikan ketersediaan logistik bagi para petugas tanggap darurat di lokasi. Ini adalah bagian dari pendekatan komprehensif Bank Mandiri untuk memberikan uluran tangan langsung kepada masyarakat, sekaligus menjamin bahwa setiap bantuan tersalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan dinamika kebutuhan di lapangan.
Seluruh rangkaian aksi kemanusiaan ini terintegrasi dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri. Program ini secara konsisten mengakselerasi penyaluran bantuan di berbagai wilayah rawan bencana, mengukuhkan peran perseroan sebagai salah satu pilar penggerak ekosistem ekonomi nasional. Alexander menutup pernyataannya dengan komitmen kuat, bahwa program Mandiri Peduli akan terus berlanjut. "Kami akan terus memantau perkembangan dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Semoga seluruh korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini, dan kami berjanji akan terus mendampingi mereka hingga kondisi benar-benar pulih," tutupnya penuh harap.
Editor: Rockdisc