EraNusantara – PT SUCOFINDO, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka di Indonesia, mengambil langkah strategis di kancah internasional guna memperkuat kerja sama sertifikasi lintas negara. Partisipasi perusahaan dalam 2026 China Quality Certification Centre (CQC) Conference on High-Quality Development of Cross-Border Cooperation di Shanghai, Tiongkok, menjadi sorotan utama dalam upaya membuka akses pasar global berbasis standar mutu yang kokoh.
Forum bergengsi yang mengusung tema "Uniting Through Certification, Quality Connecting the World" ini menjadi platform vital bagi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari lembaga sertifikasi, akreditasi, regulator, hingga pelaku industri dari berbagai penjuru dunia. Tujuannya jelas: mendorong pengembangan kolaborasi internasional yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Direktur Utama PT SUCOFINDO, Sandry Pasambuna, dalam kesempatan tersebut, memaparkan peran krusial serta kapabilitas SUCOFINDO sebagai pionir layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1956, SUCOFINDO kini menjadi bagian integral dari Danantara Indonesia dan holding IDSurvey, yang secara aktif menopang berbagai sektor industri di Tanah Air.
"Kolaborasi yang berlandaskan sertifikasi dan standar mutu merupakan fondasi esensial dalam membangun perdagangan internasional yang transparan, aman, dan berkelanjutan," tegas Sandry dalam siaran pers yang diterima eranusantara.co pada Senin (17/8/2026). Ia menambahkan bahwa SUCOFINDO siap menjadi mitra tepercaya bagi pelaku usaha global, memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta memfasilitasi jalur masuk ke pasar Indonesia yang dinamis.
Sandry menjelaskan, kekuatan SUCOFINDO terletak pada jangkauan layanannya yang masif di seluruh Indonesia. Dengan 29 cabang, 38 unit pelayanan, 19 site operasional, 5 kantor pemasaran, dan 68 laboratorium pengujian, perusahaan mampu menghadirkan layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultansi, dan pelatihan secara cepat dan andal. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung dalam mendukung kebutuhan industri, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih jauh, SUCOFINDO mengoperasikan ekosistem layanan yang terintegrasi melalui lima pilar utama: Testing, Inspection, Certification, Consultancy, dan Training. Layanan komprehensif ini menjangkau berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur, energi, minyak dan gas, pertambangan, maritim, pertanian, logistik, pemerintahan, hingga sektor keuangan.
Dalam bidang sertifikasi, SUCOFINDO melalui SUCOFINDO International Certification Services (SICS) memainkan peranan vital dalam mendukung produsen global yang berhasrat menembus pasar Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 1.000 Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) telah diterbitkan oleh SUCOFINDO, di mana lebih dari 350 di antaranya diperuntukkan bagi produsen luar negeri. Tiongkok sendiri tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah sertifikasi terbesar, menunjukkan kepercayaan pasar internasional terhadap standar Indonesia yang difasilitasi SUCOFINDO.
Selain memperkuat layanan sertifikasi, Sandry Pasambuna juga menyoroti komitmen SUCOFINDO terhadap inovasi berbasis digital dan keberlanjutan. Salah satu inovasi unggulan adalah SPARING, sistem pemantauan kualitas air limbah berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengirimkan data secara real-time ke pusat data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Perusahaan juga mengembangkan solusi IoT dan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional industri, serta menyediakan layanan halal yang mencakup sertifikasi produk, sistem manajemen, dan pelatihan industri halal.
"Keikutsertaan kami dalam forum CQC 2026 ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat pengakuan global terhadap kompetensi TIC Indonesia, serta mendukung pencapaian visi SUCOFINDO menjadi salah satu dari Top 20 perusahaan TIC Global," pungkas Sandry Pasambuna. Ia meyakini bahwa kolaborasi, inovasi, dan keunggulan layanan adalah kunci untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan di tingkat global.
Editor: Rockdisc