EraNusantara – Indonesia Investment Authority (INA), lembaga pengelola investasi strategis negara, kembali mencetak rekor impresif yang menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi. Hingga tahun 2025, dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) INA telah melesat menembus angka Rp 146,2 triliun. Capaian ini menandai pertumbuhan signifikan, hampir dua kali lipat atau 1,9 kali lipat dibandingkan dengan tahun pertama operasional INA.
Dalam kurun waktu lima tahun sejak didirikan, total investasi kumulatif yang berhasil disalurkan oleh INA bersama para mitranya telah mencapai Rp 74,5 triliun. Angka ini terbagi menjadi Rp 33,3 triliun dari porsi investasi INA sendiri, dan Rp 41,2 triliun berasal dari kontribusi mitra investasi. CEO INA, Oki Ramadhana, dalam sebuah media briefing di Tamu, Jakarta, Rabu (1/7/2026), menjelaskan lebih lanjut mengenai struktur AUM tersebut.

"Total AUM kita Rp 146 triliun, tumbuh 1,9 kali dibandingkan tahun pertama. Dari jumlah itu, Rp 110,2 triliun berasal dari INA, dan Rp 36 triliun dari mitra investasi kita. Pertumbuhan mitra ini bahkan lebih fantastis, mencapai 4,5 kali lipat dibanding tahun awal operasional," papar Oki, menunjukkan keberhasilan model kolaborasi INA dalam menarik modal dan kepercayaan investor global.
Oki juga merinci alokasi investasi INA berdasarkan sektor, yang menunjukkan fokus strategis namun dengan visi diversifikasi ke depan. Mayoritas investasi, sebesar 44%, masih tertanam di sektor transportasi dan logistik, mencerminkan kebutuhan infrastruktur yang masif di Indonesia. Namun, INA juga agresif merambah sektor-sektor masa depan seperti digital dan kecerdasan buatan (AI) sebesar 29,6%, energi hijau 9,8%, kesehatan 9,2%, advanced material 5,5%, serta 1,9% di sektor potensial lainnya. "Transportasi dan logistik memang masih mendominasi, namun ke depan kami akan terus melakukan diversifikasi ke sektor lain agar portofolio investasi lebih seimbang dan tangguh menghadapi dinamika pasar," jelas Oki, menggarisbawahi strategi jangka panjang INA untuk menciptakan nilai berkelanjutan.
Keberhasilan INA tidak hanya tercermin dari angka investasi, tetapi juga dari pengakuan internasional terhadap tata kelola dan kredibilitasnya. Oki dengan bangga menyatakan bahwa INA berhasil mempertahankan peringkat internasional sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) dari Fitch Ratings pada posisi BBB, setara dengan peringkat kedaulatan negara. Di tingkat nasional, peringkat investasi INA bahkan berada di posisi AAA. "Alhamdulillah, kami mendapatkan Fitch Ratings BBB pada tahun 2025, setara dengan sovereign. Ini membuktikan bahwa kami memiliki tata kelola yang sejalan dengan standar global tertinggi untuk Sovereign Wealth Fund," pungkasnya, menegaskan komitmen INA terhadap transparansi, akuntabilitas, dan praktik terbaik dalam pengelolaan dana investasi. Dengan capaian ini, INA semakin memantapkan posisinya sebagai instrumen vital dalam menarik investasi, menggerakkan roda ekonomi, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.
Editor: Rockdisc