Eranusantara.co – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) baru saja menggelar agenda krusial berupa Musyawarah Nasional (Munas) IV. Forum tertinggi dalam organisasi ini tidak hanya sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan menjadi titik balik strategis untuk menentukan arah gerak industri pinjaman daring (pindar) di Indonesia. Mengangkat tema "Bersama Melanjutkan Perjalanan, Menentukan Arah ke Depan", Munas ini menjadi wadah bagi seluruh anggota untuk memperkuat fondasi organisasi di tengah dinamika pasar yang kian menantang.
Dalam pelaksanaannya, Munas IV ini berfungsi sebagai mekanisme pertanggungjawaban kepengurusan periode 2023-2026 sekaligus menjadi ruang untuk merancang peta jalan industri ke depan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah ini. Adief Razali, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Keuangan Lainnya OJK, menegaskan bahwa penyelenggaraan Munas ini memiliki nilai strategis bagi penguatan ekosistem fintech lending nasional.

Menurut Adief, Munas bukan sekadar ajang pemilihan pengurus baru. Lebih dari itu, forum ini adalah momentum konsolidasi industri untuk mengevaluasi pencapaian masa lalu dan merumuskan strategi agar industri pindar semakin sehat, berintegritas, serta berkelanjutan. OJK berharap AFPI dapat terus berperan sebagai mitra strategis yang konstruktif, terutama dalam meningkatkan standar industri, kualitas tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, hingga penegakan disiplin pasar yang bertanggung jawab.
Ketua Umum AFPI periode 2023-2026, Entjik S. Djafar, menjelaskan bahwa Munas adalah bagian tak terpisahkan dari tata kelola organisasi yang baik. Melalui forum ini, proses evaluasi, regenerasi, dan penentuan arah strategis dapat berjalan secara terstruktur. Selama masa kepemimpinannya, AFPI telah berupaya keras membangun fondasi ekosistem yang bertanggung jawab melalui berbagai inisiatif program kerja.
Kini, estafet kepemimpinan resmi berpindah. Kuseryansyah telah terpilih sebagai Ketua Umum AFPI untuk periode 2026-2029. Dalam visi barunya, Kuseryansyah berkomitmen untuk menjaga kesinambungan program-program positif yang telah dirintis oleh pengurus sebelumnya, namun tetap membawa inovasi segar untuk menjawab tantangan zaman.
Ia menekankan bahwa fokus utama kepengurusan baru akan mencakup penguatan tata kelola, advokasi kebijakan yang lebih kuat, pengelolaan data yang akurat, serta kolaborasi yang lebih erat dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan. "Kami ingin memastikan AFPI tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku industri pindar. Kami akan mendorong kolaborasi yang lebih luas agar industri ini mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang," ujar Kuseryansyah.
Menutup pernyataannya, Kuseryansyah juga menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada Entjik S. Djafar beserta jajaran pengurus lama atas dedikasi mereka dalam membangun fondasi organisasi yang kokoh. Baginya, pergantian kepemimpinan adalah dinamika alami yang bertujuan untuk membawa industri fintech Indonesia ke level yang lebih tinggi dan lebih profesional.