EraNusantara – Berakhirnya periode libur sekolah tahun ini juga menandai rampungnya sejumlah program insentif dan diskon transportasi masif yang digagas pemerintah. Kebijakan ini, yang mencakup potongan harga tiket kereta api, diskon tarif dasar kapal Pelni, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP, hingga subsidi PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi, bertujuan utama untuk memacu mobilitas masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian di berbagai daerah destinasi wisata.
Menurut Juru Bicara Kementerian Koordinator Perekonomian, Haryo Limanseto, program stimulus ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. "Hingga saat ini, realisasinya berjalan baik dan penyerapan program oleh masyarakat cukup optimal, ini menunjukkan bahwa stimulus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Haryo dalam keterangan tertulis yang diterima eranusantara.co, Selasa (7/7/2026). Mayoritas program, seperti diskon tiket kereta api (hingga 30% dari 20 Juni), pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP, dan subsidi PPN DTP tiket pesawat domestik, telah resmi berakhir pada 5 Juli 2026.

Salah satu pilar utama program ini, diskon tiket kereta api, mencatat pencapaian yang luar biasa. Program ini berhasil menarik 1.303.191 penumpang, melampaui target awal sebesar 1.174.624 penumpang atau mencapai 110%. Angka ini bahkan menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 13% dibandingkan periode serupa di tahun 2025, yang mencatat 1.152.581 penumpang. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 90,9 miliar, insentif ini meliputi 150 perjalanan kereta api reguler dan 26 perjalanan tambahan, berlaku untuk seluruh layanan kereta api ekonomi non-penugasan (non-PSO/nonperintis).
Tak kalah impresif, program insentif transportasi penyeberangan melalui PT ASDP Indonesia Ferry juga mencatatkan angka yang substansial. Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 1.125.088 penumpang telah merasakan manfaatnya, atau sekitar 93,25% dari target 1.206.585 penumpang. Data menunjukkan, 959.880 penumpang bepergian dengan 360.141 kendaraan, ditambah 165.208 penumpang pejalan kaki. Insentif ini berupa pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan, yang setara dengan potongan sekitar 21,11% dari total harga tiket penyeberangan. Kebijakan ini menyasar penumpang pejalan kaki, pengguna kendaraan roda dua (Golongan II), dan kendaraan pribadi Golongan IVA di 14 pelabuhan penyeberangan dengan 7 lintasan strategis.
Berbeda dengan program lainnya, insentif diskon tarif dasar kapal Pelni masih terus bergulir dan dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026. Per 6 Juli 2026, program ini telah dimanfaatkan oleh 481.503 penumpang, mencapai sekitar 69% dari target 693.690 penumpang, dengan realisasi anggaran sementara sebesar Rp 46,9 miliar. Haryo Limanseto optimistis, dengan sisa waktu pelaksanaan yang lebih panjang, angka penyerapan program ini akan terus meningkat signifikan.
Secara keseluruhan, keberhasilan program insentif transportasi ini mengindikasikan respons positif dari masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam meringankan beban biaya perjalanan dan sekaligus mendorong pergerakan ekonomi di berbagai daerah. Data menunjukkan bahwa stimulus ekonomi yang tepat sasaran mampu memberikan dampak langsung dan signifikan bagi masyarakat serta sektor pariwisata dan perdagangan regional.
Editor: Rockdisc