Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    12-10-2026 - 07.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan
    • Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat
    • Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi
    • Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN
    • Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui
    • SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari
    • Misteri Defisit APBN Capai Rp 319 Triliun
    • Strategi Baru Suahasil Kelola Kemenkeu
    • Mentan Siapkan Solusi Abadi Peternakan Nasional
    • Lombok Berdenyut Sambut Pesta Balap Dunia 2026
    Kamis, 29 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

      12-10-2026 - 08.35

      Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

      12-10-2026 - 08.06

      Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

      12-10-2026 - 07.35

      Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

      12-10-2026 - 07.20

      Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

      12-10-2026 - 05.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Gebrakan Ekonomi Hijau! RI & Singapura Resmi ‘Buka Pintu’ Pasar Karbon Global: Bukan Cuma Lingkungan, Potensi Cuan Triliunan Menanti! Ini Dia Detail yang Wajib Anda Tahu!

    Gebrakan Ekonomi Hijau! RI & Singapura Resmi ‘Buka Pintu’ Pasar Karbon Global: Bukan Cuma Lingkungan, Potensi Cuan Triliunan Menanti! Ini Dia Detail yang Wajib Anda Tahu!

    Ekonomi 07-07-2026 - 05.074 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Gebrakan Ekonomi Hijau! RI & Singapura Resmi 'Buka Pintu' Pasar Karbon Global: Bukan Cuma Lingkungan, Potensi Cuan Triliunan Menanti! Ini Dia Detail yang Wajib Anda Tahu!

    EraNusantara – Indonesia dan Singapura baru saja menandai babak baru dalam kemitraan strategis mereka, menempatkan isu lingkungan dan ekonomi hijau sebagai fondasi utama. Dalam pertemuan Leaders’ Retreat yang krusial antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, dua kesepakatan monumental telah ditorehkan, membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih dalam dalam diplomasi iklim global.

    Penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) tentang Kerja Sama Perlindungan Lingkungan Hidup, serta MoU Kolaborasi Kredit Karbon yang berlandaskan Pasal 6 Persetujuan Paris, menjadi inti dari pertemuan bersejarah ini. Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat, bersama Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu, serta Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong, secara langsung memimpin penandatanganan ini. Kolaborasi ini, seperti yang ditekankan, merupakan perwujudan nyata dari visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong transformasi ekonomi menuju arah yang lebih hijau dan berkelanjutan.

    Gebrakan Ekonomi Hijau! RI & Singapura Resmi 'Buka Pintu' Pasar Karbon Global: Bukan Cuma Lingkungan, Potensi Cuan Triliunan Menanti! Ini Dia Detail yang Wajib Anda Tahu!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Moh Jumhur Hidayat, dalam keterangan resminya pada Senin (6/7/2026), menjelaskan bahwa MoU ini berfungsi sebagai kerangka besar yang akan diimplementasikan melalui berbagai inisiatif konkret. "Ini adalah payung yang akan menaungi kerja sama operasional di berbagai bidang, mulai dari penanganan perubahan iklim, pengelolaan limbah, pengendalian polusi udara, pengembangan ekonomi sirkular, hingga penyempurnaan tata kelola karbon," ungkap Jumhur. Ia menambahkan harapannya agar kemitraan ini tidak hanya membawa keuntungan bilateral, tetapi juga memperkuat posisi kedua negara dalam menghadapi isu lingkungan global.

    Kemitraan ini bukan hanya tentang perlindungan lingkungan, tetapi juga fondasi penting bagi Indonesia dan Singapura untuk menjaga ekosistem lintas batas dan mengakselerasi upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengelolaan kredit karbon yang transparan dan berintegritas. Untuk mewujudkan ambisi ini, kedua negara akan berkolaborasi dalam penguatan instrumen operasional, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inisiasi riset kolaboratif, pertukaran tenaga ahli, serta pengembangan proyek percontohan inovatif demi menciptakan ketahanan lingkungan yang lebih baik di Asia Tenggara.

    Secara lebih luas, kolaborasi kredit karbon yang berlandaskan Pasal 6 Persetujuan Paris ini menegaskan komitmen strategis Pemerintah Republik Indonesia untuk memantapkan posisinya dalam arsitektur perdagangan karbon internasional yang kredibel dan terpercaya.

    Deputi Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, menyambut baik kemitraan ini, menekankan pentingnya integritas, pembiayaan iklim, dan dampak sosial yang positif. "Singapura bertekad menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam menciptakan pasar karbon yang kredibel, transparan, dan saling menguntungkan," ujarnya. Ia melanjutkan, "MoU ini merefleksikan tekad kedua negara untuk bersama-sama merancang kerangka kerja yang akan mengalirkan pembiayaan iklim ke proyek-proyek berintegritas tinggi. Ini mencakup inisiatif pelestarian hutan, restorasi ekosistem pesisir, hingga implementasi teknologi bersih yang tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Yang terpenting, proyek-proyek ini akan menopang mata pencarian dan memberikan keuntungan langsung bagi komunitas lokal serta masyarakat adat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim."

    Sebagai langkah konkret, kedua pemerintah akan segera menyusun Perjanjian Pelaksanaan (Implementation Agreement). Kerangka ini akan mengatur secara rinci mekanisme otorisasi, verifikasi, transfer Hasil Mitigasi Internasional (Internationally Transferred Mitigation Outcomes/ITMOs), serta penerapan penyesuaian yang sesuai (corresponding adjustment). Tujuannya jelas: mencegah penghitungan ganda atas upaya penurunan emisi gas rumah kaca di tingkat nasional, sekaligus memastikan transparansi dan akuntabilitas.

    Bagi Indonesia, keberhasilan diplomasi hijau ini akan mengukuhkan kredibilitas implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di kancah global. Penting untuk memastikan bahwa pasar karbon yang terbentuk mampu menciptakan kesejahteraan dan keadilan iklim, dirancang secara adil dan berintegritas bagi semua pihak yang terlibat. Sejalan dengan semangat Asta Cita, kolaborasi ini diharapkan dapat memberdayakan para pelaku NEK, memastikan bahwa keuntungan ekonomi dari nilai karbon yang kredibel dan inklusif dapat dinikmati langsung hingga ke masyarakat akar rumput, demi mewujudkan keadilan iklim bagi seluruh bangsa.

    Ke depan, KLH/BPLH menyatakan optimisme bahwa peta jalan kerja sama ini akan mempercepat pembangunan berkelanjutan yang inklusif. Kesepakatan bersejarah ini adalah manifestasi nyata komitmen pemerintah terhadap prinsip ‘no generation left behind’, yaitu memastikan transisi hijau saat ini menjadi warisan kemakmuran, bukan justru beban bagi generasi mendatang. Dengan sinergi berbagai pihak, Indonesia siap tampil sebagai pemimpin inovasi, mewujudkan planet yang lebih lestari, berdaya saing, dan sejahtera bagi semua.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.35

    Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.20

    Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.35

    SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0633 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0627 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0627 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.