Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Utang Dunia Meledak Capai Ratusan Kuadriliun

    26-09-2026 - 22.36

    Stok Beras Nasional Jamin Ketahanan Pangan

    26-09-2026 - 22.35

    Serbu Promo Transmart Murah Banget

    26-09-2026 - 22.21
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Utang Dunia Meledak Capai Ratusan Kuadriliun
    • Stok Beras Nasional Jamin Ketahanan Pangan
    • Serbu Promo Transmart Murah Banget
    • Transmart Obral Sepeda Harga Jauh Lebih Murah
    • Serbu Diskon Mesin Cuci di Transmart
    • Gelombang PHK Massal Mengancam Buruh
    • Transmart Gebyar Diskon Elektronik Jutaan Rupiah
    • Ekonomi 8 Persen: Manufaktur Kunci Atau Mimpi?
    • Harga Emas Antam Terjun Bebas Investor Waspada
    • Polemik Aturan PIP di Maybank Akhirnya Terjawab
    Sabtu, 26 September 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Utang Dunia Meledak Capai Ratusan Kuadriliun

      26-09-2026 - 22.36

      Stok Beras Nasional Jamin Ketahanan Pangan

      26-09-2026 - 22.35

      Serbu Promo Transmart Murah Banget

      26-09-2026 - 22.21

      Transmart Obral Sepeda Harga Jauh Lebih Murah

      26-09-2026 - 22.06

      Serbu Diskon Mesin Cuci di Transmart

      26-09-2026 - 20.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Fenomena Emas: Ada Apa di Balik Lonjakan Harga yang Diprediksi Sentuh Puncak Baru Pekan Ini? Investor Wajib Tahu!

    Fenomena Emas: Ada Apa di Balik Lonjakan Harga yang Diprediksi Sentuh Puncak Baru Pekan Ini? Investor Wajib Tahu!

    Ekonomi 23-02-2026 - 05.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Fenomena Emas: Ada Apa di Balik Lonjakan Harga yang Diprediksi Sentuh Puncak Baru Pekan Ini? Investor Wajib Tahu!

    EraNusantara – Pasar komoditas global kembali menyorot emas, logam mulia yang selalu menjadi primadona saat ketidakpastian melanda. Pekan ini, harga emas diproyeksikan akan melanjutkan tren penguatan signifikan, bahkan berpotensi menembus rekor tertinggi di angka Rp 3,15 juta per gram. Prediksi optimis ini datang dari pengamat mata uang dan komoditas terkemuka, Ibrahim Assuaibi, yang melihat serangkaian faktor kuat mendorong daya tarik emas.

    Menurut Ibrahim, momentum kenaikan harga emas dunia sudah terasa sejak awal pekan. Setelah menutup perdagangan akhir pekan lalu di level Rp 3,01 juta per gram, emas diprediksi akan menguji resistensi pertamanya pada hari Senin ini di kisaran Rp 3,052 juta per gram, setara dengan US$ 5.178. "Jika skenario ini terwujud, kita akan melihat pergerakan harga yang cukup agresif di awal pekan," jelas Ibrahim dalam keterangannya kepada eranusantara.co.

    Fenomena Emas: Ada Apa di Balik Lonjakan Harga yang Diprediksi Sentuh Puncak Baru Pekan Ini? Investor Wajib Tahu!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Proyeksi penguatan tidak berhenti di situ. Sepanjang pekan ini, Ibrahim memperkirakan harga emas akan terus merangkak naik, mencapai puncaknya di level Rp 3,15 juta per gram. Namun, ia juga mengingatkan akan potensi koreksi. Apabila terjadi pelemahan tak terduga, harga emas diperkirakan akan bergerak di rentang Rp 2,90 juta hingga Rp 2,95 juta per gram.

    Volatilitas harga emas ini didorong oleh beberapa sentimen krusial. Salah satu yang paling dominan adalah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik, terutama antara Amerika Serikat dan sekutunya dengan Iran, yang ditandai dengan pengerahan kapal perang, menimbulkan kekhawatiran serius di pasar. Potensi gangguan pasokan minyak mentah global akibat konflik ini dapat memicu lonjakan inflasi, menjadikan emas sebagai aset lindung nilai yang sangat diminati. "Para pelaku pasar sangat mencermati dan khawatir tentang potensi konflik yang terjadi di Timur Tengah," tegas Ibrahim.

    Selain itu, kebijakan moneter di Amerika Serikat juga menjadi penentu. Spekulasi mengenai berakhirnya rezim suku bunga tinggi oleh Bank Sentral AS, The Federal Reserve, semakin menguat. Prediksi penurunan suku bunga akan mendorong investor untuk mengalihkan dananya dari instrumen berbasis dolar AS ke aset yang lebih aman dan stabil seperti emas, guna melindungi nilai kekayaan mereka dari potensi inflasi.

    Faktor lain yang tak kalah penting, dan sering luput dari perhatian, adalah masalah teknis terkait kelangkaan cadangan emas global. Ibrahim menyoroti bahwa permintaan emas terus meningkat secara signifikan, sementara pasokannya justru semakin menipis. Ia bahkan mengutip laporan yang menyebutkan bahwa sekitar 80 perusahaan tambang emas di seluruh dunia diperkirakan akan kehabisan cadangannya dalam beberapa tahun ke depan, bahkan ada prediksi produksi mereka akan habis pada tahun 2028. "Kita melihat bahwa permintaan cukup tinggi, tapi barangnya sedikit. Ini yang turut memicu kenaikan harga emas," pungkasnya.

    Dengan kombinasi sentimen geopolitik yang memanas, prospek pelonggaran kebijakan moneter AS, dan kelangkaan pasokan global, harga emas tampaknya memiliki landasan yang kokoh untuk melanjutkan tren kenaikannya. Para investor diharapkan tetap waspada dan mencermati dinamika pasar yang sangat responsif terhadap perkembangan global.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Utang Dunia Meledak Capai Ratusan Kuadriliun

    Ekonomi 26-09-2026 - 22.36

    Stok Beras Nasional Jamin Ketahanan Pangan

    Ekonomi 26-09-2026 - 22.35

    Serbu Promo Transmart Murah Banget

    Ekonomi 26-09-2026 - 22.21

    Transmart Obral Sepeda Harga Jauh Lebih Murah

    Ekonomi 26-09-2026 - 22.06

    Serbu Diskon Mesin Cuci di Transmart

    Ekonomi 26-09-2026 - 20.35

    Gelombang PHK Massal Mengancam Buruh

    Ekonomi 26-09-2026 - 20.20
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0626 Views

    Mengejutkan! Daya Saing Indonesia Terjun Bebas di Kancah Global: Apakah Sinyal Bahaya Bagi Investasi dan Masa Depan Ekonomi?

    24-06-2026 - 22.0622 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0622 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.