Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Terungkap! Rahasia Para Profesional Kuasai Pajak A & B Tanpa Pusing, Bukan Sekadar Teori! Siap Buka Pintu Karir Cemerlang di Dunia Keuangan?

    14-09-2026 - 02.35

    Terungkap! Cara Akuntan Profesional Melipatgandakan Efisiensi dan Analisis Keuangan dengan Excel, Tinggalkan Cara Manual!

    14-09-2026 - 02.06

    Misteri KMP Virgo Transport 8: Menhub Dudy Purwagandhi Janjikan Investigasi Menyeluruh, Akankah Fakta Mengejutkan Terkuak di Balik Tragedi Laut Jawa?

    13-09-2026 - 22.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Terungkap! Rahasia Para Profesional Kuasai Pajak A & B Tanpa Pusing, Bukan Sekadar Teori! Siap Buka Pintu Karir Cemerlang di Dunia Keuangan?
    • Terungkap! Cara Akuntan Profesional Melipatgandakan Efisiensi dan Analisis Keuangan dengan Excel, Tinggalkan Cara Manual!
    • Misteri KMP Virgo Transport 8: Menhub Dudy Purwagandhi Janjikan Investigasi Menyeluruh, Akankah Fakta Mengejutkan Terkuak di Balik Tragedi Laut Jawa?
    • Jangan Sampai Terlambat! Indonesia Peringatkan Negara Berkembang: Ini Saatnya Ambil Alih Kendali Ekonomi Global
    • Terungkap! Indonesia Dulu Raja Impor Pangan, Kini Balik Arah Drastis Jadi Eksportir Global, Bagaimana Bisa?
    • Bukan Sekadar Inflasi! Petani Ungkap ‘Musuh Tak Terlihat’ di Balik Harga Cabai Meroket Tembus Rp 90 Ribu, Stok Nasional Terancam?
    • Geger Laut Jawa! Kapal Roro Raksasa Virgo Transport 8 Hilang Kontak Misterius, Kemenhub Ungkap Detik-detik Mencekam dan Upaya Penyelamatan Dramatis yang Terus Berlangsung!
    • Bantuan Beras 30 Kg Terancam Dipotong Pungli? Bapanas Buka Suara Tegas, Ungkap Modus dan Janji Tindakan Tanpa Ampun!
    • Dompet Terancam ‘Kepedasan’ Ekstrem! Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 90 Ribu/Kg, Strategi Jitu Pemerintah Siap Jinakkan Lonjakan Gila-gilaan!
    • Prabowo ‘Sentil’ Institusi Keuangan Global di KTT BRICS: Desak Transformasi Radikal Demi Negara Berkembang! Apa Dampaknya bagi Ekonomi Dunia?
    Senin, 14 September 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Terungkap! Rahasia Para Profesional Kuasai Pajak A & B Tanpa Pusing, Bukan Sekadar Teori! Siap Buka Pintu Karir Cemerlang di Dunia Keuangan?

      14-09-2026 - 02.35

      Terungkap! Cara Akuntan Profesional Melipatgandakan Efisiensi dan Analisis Keuangan dengan Excel, Tinggalkan Cara Manual!

      14-09-2026 - 02.06

      Misteri KMP Virgo Transport 8: Menhub Dudy Purwagandhi Janjikan Investigasi Menyeluruh, Akankah Fakta Mengejutkan Terkuak di Balik Tragedi Laut Jawa?

      13-09-2026 - 22.35

      Jangan Sampai Terlambat! Indonesia Peringatkan Negara Berkembang: Ini Saatnya Ambil Alih Kendali Ekonomi Global

      13-09-2026 - 22.06

      Terungkap! Indonesia Dulu Raja Impor Pangan, Kini Balik Arah Drastis Jadi Eksportir Global, Bagaimana Bisa?

      13-09-2026 - 19.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Dompet Terancam ‘Kepedasan’ Ekstrem! Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 90 Ribu/Kg, Strategi Jitu Pemerintah Siap Jinakkan Lonjakan Gila-gilaan!

    Dompet Terancam ‘Kepedasan’ Ekstrem! Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 90 Ribu/Kg, Strategi Jitu Pemerintah Siap Jinakkan Lonjakan Gila-gilaan!

    Ekonomi 13-09-2026 - 12.354 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Dompet Terancam 'Kepedasan' Ekstrem! Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 90 Ribu/Kg, Strategi Jitu Pemerintah Siap Jinakkan Lonjakan Gila-gilaan!

    EraNusantara – Kabar kurang sedap kembali menghampiri dapur rumah tangga Indonesia. Harga komoditas cabai, khususnya cabai rawit merah, dilaporkan meroket tajam, bahkan menembus angka psikologis Rp 90.050 per kilogram. Lonjakan harga yang signifikan ini sontak memicu kekhawatiran akan daya beli masyarakat dan potensi inflasi yang lebih luas.

    Berdasarkan data terkini dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, kenaikan harga cabai memang cukup mencolok. Cabai merah keriting misalnya, melesat hingga 9% dalam waktu singkat, mencapai Rp 62.950 per kilogram. Sementara itu, si pedas cabai rawit merah tak mau ketinggalan, melonjak 7,2% hingga menyentuh level Rp 90.050 per kilogram.

    Dompet Terancam 'Kepedasan' Ekstrem! Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 90 Ribu/Kg, Strategi Jitu Pemerintah Siap Jinakkan Lonjakan Gila-gilaan!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Menanggapi gejolak harga yang bikin "panas dingin" ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) tidak tinggal diam. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi. Bapanas berencana mengoptimalkan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) yang terbukti ampuh dalam menekan harga cabai di masa lalu. "Untuk cabai rawit, berdasarkan informasi dari Kediri, saat ini terdapat dinamika harga dan pasokan yang perlu segera kita respons," ujar Ketut, seperti dikutip eranusantara.co pada Minggu (13/9/2026). Ia menambahkan bahwa Bapanas akan kembali berkoordinasi erat dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan dukungan FDP.

    Program FDP ini mengandalkan mobilisasi stok cabai dari daerah yang memiliki surplus ke wilayah yang mengalami defisit pasokan. Kolaborasi dengan para petani "Champion Cabai" binaan Kementan memegang peranan krusial. Mereka berperan penting dalam memastikan pasokan cabai rawit dengan harga terjangkau dapat segera diguyur ke pasar-pasar yang mengalami fluktuasi harga tinggi. "Misalkan di daerah di luar Jawa yang harganya relatif masih terjangkau, sehingga kita bisa FDP ke wilayah-wilayah yang harganya tinggi. Kita undang kembali para petani champion kita untuk membantu distribusikan ke wilayah-wilayah yang harganya relatif tinggi," jelas Ketut lebih lanjut.

    Keberhasilan FDP bukan sekadar isapan jempol belaka. Bapanas mencatat, pada triwulan pertama tahun 2026, total FDP cabai rawit yang telah terlaksana mencapai 5.590 kilogram. Angka ini termasuk mobilisasi 3.150 kg cabai rawit dari Enrekang, Sulawesi Selatan, menuju Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Selain itu, Lombok Tengah dan Lombok Timur di Nusa Tenggara Barat masing-masing menerima 1.140 kg dan 1.300 kg. Imbas positifnya, pada April 2026, terjadi penurunan inflasi, khususnya pada komponen harga bergejolak (volatile food) atau inflasi pangan. Hal ini menunjukkan mulai meredanya tekanan harga pangan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri, di mana cabai rawit turut menjadi salah satu penyumbang deflasi pada bulan tersebut.

    Lantas, apa penyebab di balik lonjakan harga yang membuat dompet "kepedasan" ini? Dalam rapat koordinasi Bapanas bersama petani cabai pada 26 Agustus 2026, terungkap beberapa faktor pemicu utama. Mulai dari kemarau berkepanjangan yang memengaruhi produksi, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti trips dan kutu kebul, hingga adanya fenomena alih tanam ke komoditas lain yang dianggap lebih menguntungkan oleh petani.

    Meski demikian, Kementerian Pertanian tetap optimis. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO) Kementan, Sudi Mardianto, memastikan bahwa produksi cabai rawit secara nasional masih aman hingga akhir tahun. "Untuk cabai rawit secara nasional itu produksinya di bulan September sekitar 119 ribu ton," ungkap Sudi. Ia mencontohkan, di Jawa Timur, Banyuwangi memiliki standing crop sekitar 1.486 hektare dan Sampang 1.691 hektare dengan produksi yang sudah mulai tinggi sekitar 5 ribuan ton. Daerah lain seperti Temanggung, Brebes, dan Magelang juga diproyeksikan dapat mengatasi potensi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru, meskipun produksinya masih relatif rendah karena sebagian besar baru ditanam.

    Sudi menambahkan, para petani cabai rawit binaan Kementan siap sedia mendukung penuh program stabilisasi harga pemerintah. "Nah seandainya nanti ada program pemerintah untuk dapat melakukan distribusi ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, artinya dari produksi yang ada. Mereka sudah bersiap untuk dapat membantu mengendalikan daerah-daerah yang harga cabai rawitnya tinggi. Mereka prinsipnya sudah siap untuk dapat membantu mensuplai daerah-daerah yang harganya cukup tinggi," tegas Sudi, menunjukkan kesiapan untuk segera menjalankan FDP secara kolaboratif.

    Selain cabai, beberapa komoditas pangan lain juga menunjukkan dinamika harga yang bervariasi. Berdasarkan PIHPS, harga beras kualitas super I dan II serta medium I terpantau stabil, sementara beras kualitas bawah I sedikit turun dan beras kualitas bawah II serta medium II sedikit naik. Minyak goreng curah dan gula pasir kualitas premium menunjukkan kenaikan tipis, sedangkan telur ayam ras segar dan daging ayam ras segar mengalami penurunan. Daging sapi kualitas 1 dan 2 terpantau sedikit naik, sementara bawang merah ukuran sedang turun dan bawang putih ukuran sedang sedikit naik.

    Pemerintah melalui Bapanas dan Kementan terus berupaya keras memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan, khususnya cabai, agar masyarakat tidak lagi merasakan "pedasnya" harga yang melambung tinggi dan dapat menikmati hidangan dengan nyaman.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Terungkap! Rahasia Para Profesional Kuasai Pajak A & B Tanpa Pusing, Bukan Sekadar Teori! Siap Buka Pintu Karir Cemerlang di Dunia Keuangan?

    Ekonomi 14-09-2026 - 02.35

    Terungkap! Cara Akuntan Profesional Melipatgandakan Efisiensi dan Analisis Keuangan dengan Excel, Tinggalkan Cara Manual!

    Ekonomi 14-09-2026 - 02.06

    Misteri KMP Virgo Transport 8: Menhub Dudy Purwagandhi Janjikan Investigasi Menyeluruh, Akankah Fakta Mengejutkan Terkuak di Balik Tragedi Laut Jawa?

    Ekonomi 13-09-2026 - 22.35

    Jangan Sampai Terlambat! Indonesia Peringatkan Negara Berkembang: Ini Saatnya Ambil Alih Kendali Ekonomi Global

    Ekonomi 13-09-2026 - 22.06

    Terungkap! Indonesia Dulu Raja Impor Pangan, Kini Balik Arah Drastis Jadi Eksportir Global, Bagaimana Bisa?

    Ekonomi 13-09-2026 - 19.35

    Bukan Sekadar Inflasi! Petani Ungkap ‘Musuh Tak Terlihat’ di Balik Harga Cabai Meroket Tembus Rp 90 Ribu, Stok Nasional Terancam?

    Ekonomi 13-09-2026 - 19.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Rahasia di Balik Kebijakan Keuangan Baru: Purbaya vs. Sri Mulyani, Siapa yang Lebih Tepat?

    16-09-2025 - 19.0617 Views

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0612 Views

    UU Konsumen Ancam Tutup UMKM? Sanksi 5 Tahun Penjara & Denda Miliar Bikin Geger!

    05-06-2025 - 19.0611 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.