Eranusantara.co – Perum BULOG baru saja mengukir sejarah baru dalam peta ketahanan pangan nasional. Lembaga pangan milik negara ini berhasil mencatatkan rekor pengadaan gabah dan beras dalam negeri yang melampaui angka 4 juta ton setara beras. Capaian fantastis ini tercatat hingga 8 Oktober 2026, di mana realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) telah menyentuh angka 4.115.014 ton atau mencapai 102,88 persen dari target awal pemerintah.
Keberhasilan bersejarah ini dirayakan melalui acara tasyakuran bersama Komisi IV DPR RI yang digelar di Kompleks Pergudangan BULOG Nusaniwe, Ambon, Maluku. Kegiatan ini bertepatan dengan kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan parlemen meninjau langsung kondisi stok beras di gudang Nusaniwe. Fokus utama peninjauan adalah memastikan kesiapan pengelolaan cadangan pangan, kualitas penyimpanan, serta ketersediaan pasokan untuk wilayah kepulauan. Tercatat, stok beras yang dikelola BULOG untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara mencapai 24.400 ton, sebuah angka krusial untuk menjaga stabilitas pangan di kawasan tersebut.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian luar biasa ini. Menurutnya, keberhasilan melampaui target 4 juta ton merupakan bukti nyata keberhasilan dalam menyerap produksi petani lokal.
"Kami mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran BULOG yang telah mencatatkan pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah. Ini adalah hasil nyata upaya bersama untuk memperkuat penyerapan produksi petani dalam negeri. Kami berharap capaian ini terus dipertahankan agar manfaatnya langsung dirasakan petani dan masyarakat," ujar Titiek Soeharto dalam keterangannya.
Ia juga menekankan bahwa pengadaan besar harus dibarengi dengan distribusi yang merata hingga ke pelosok, termasuk wilayah kepulauan, guna menjamin stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Marga Taufiq, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah tonggak sejarah yang membanggakan. Ia menyebut angka 4,11 juta ton ini bukan sekadar statistik, melainkan hasil kolaborasi erat antara BULOG, petani, mitra penggilingan, dan pemerintah.
"Alhamdulillah, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah BULOG pengadaan dalam negeri menembus angka 4 juta ton. Kami berterima kasih atas kepercayaan Presiden Prabowo Subianto serta dukungan dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, hingga pemerintah daerah," ungkap Marga Taufiq.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, lonjakan ini sangat signifikan. Pada tahun 2025, pengadaan tercatat sebesar 3.191.699 ton. Rekor baru ini bahkan melampaui rekor lama pada tahun 2012 yang berada di angka 3,65 juta ton.
Pencapaian ini menjadi fondasi kuat bagi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk menjalankan berbagai program strategis, seperti program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
Sebagai bentuk syukur, dalam acara di Ambon tersebut, BULOG dan Komisi IV DPR RI juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako untuk pekerja perempuan, perlengkapan sekolah bagi anak yatim, serta bantuan pompa air untuk sarana ibadah. Hal ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial di tengah keberhasilan menjaga ketahanan pangan nasional.