Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Prancis Bergejolak: Gaji dan Pendidikan di Titik Didih

    04-10-2026 - 08.06

    Tahu Tempe Mengecil Demi Bertahan

    04-10-2026 - 07.35

    Pesta Diskon Transmart Bikin Dompet Happy

    04-10-2026 - 07.20
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Prancis Bergejolak: Gaji dan Pendidikan di Titik Didih
    • Tahu Tempe Mengecil Demi Bertahan
    • Pesta Diskon Transmart Bikin Dompet Happy
    • Revolusi Belanja Online Pajak Pedagang Dimulai
    • Buruh RI Malaysia Bersatu Tingkatkan Daya Saing
    • Harga Emas Antam Terus Merosot Tajam
    • Rahasia Lapor SPT Tanpa Pusing
    • Harga Beras Anjlok Drastis Efek Bantuan Pangan
    • Danantara Pangkas Ratusan BUMN Targetkan 200
    • Waspada Hoaks Emas Palsu ANTAM Beredar Lagi
    Minggu, 4 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Prancis Bergejolak: Gaji dan Pendidikan di Titik Didih

      04-10-2026 - 08.06

      Tahu Tempe Mengecil Demi Bertahan

      04-10-2026 - 07.35

      Pesta Diskon Transmart Bikin Dompet Happy

      04-10-2026 - 07.20

      Revolusi Belanja Online Pajak Pedagang Dimulai

      04-10-2026 - 05.35

      Buruh RI Malaysia Bersatu Tingkatkan Daya Saing

      04-10-2026 - 05.06
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Tekstil Nasional Dapat Angin Segar Insentif PPN

    Tekstil Nasional Dapat Angin Segar Insentif PPN

    Ekonomi 03-10-2026 - 05.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Tekstil Nasional Dapat Angin Segar Insentif PPN

    Eranusantara.co – Pemerintah tengah menggodok serangkaian kebijakan strategis untuk memperkuat daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Salah satu langkah krusial yang sedang disiapkan adalah pemberian keringanan hingga pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sistem pekerja alih daya atau outsourcing. Kebijakan ini diharapkan mampu menjadi angin segar bagi pelaku usaha di sektor padat karya tersebut, terutama dalam menghadapi fluktuasi permintaan pasar global yang kerap menjadi tantangan utama.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa industri TPT sangat bergantung pada pasar ekspor di negara-negara empat musim seperti Amerika Serikat dan Eropa. Kondisi ini menyebabkan permintaan produk seringkali tidak stabil, naik turun mengikuti siklus musiman. Untuk menyiasati lonjakan pesanan yang tidak terduga, para pengusaha tekstil sangat mengandalkan sistem pekerja outsourcing guna menambah kapasitas produksi secara fleksibel. Namun, selama ini, penggunaan tenaga alih daya tersebut kerap terbebani oleh pungutan PPN, baik bagi perusahaan yang berada di kawasan industri maupun di luar kawasan.

    Tekstil Nasional Dapat Angin Segar Insentif PPN
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Pada saat outsourcing itu biasanya ada pajak, terutama PPN. Nah, ini yang kita akan simplifikasikan agar tidak membuat industri kita kesulitan bersaing," jelas Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, pada Jumat (2/10/2026). Ia menambahkan, pemerintah membuka peluang untuk memberikan insentif berupa pembebasan PPN secara penuh. Namun, implementasi kebijakan ini belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Airlangga menegaskan bahwa aturan terkait keringanan PPN outsourcing masih dalam tahap pembahasan intensif dan memerlukan landasan hukum berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebelum dapat dieksekusi.

    Selain fokus pada PPN outsourcing, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah insentif lain untuk mendorong penguatan industri TPT. Salah satunya adalah fleksibilitas penggunaan tenaga kerja melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Kebijakan ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan produksi yang bersifat musiman, memungkinkan perusahaan menyesuaikan jumlah pekerja sesuai dengan volume pesanan tanpa terbebani regulasi ketenagakerjaan yang kaku. Hal ini menjadi solusi adaptif bagi industri yang sangat sensitif terhadap perubahan pasar.

    Isu-isu krusial ini sebelumnya telah dibahas dalam rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa (22/9/2026) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara langsung meminta kementerian terkait untuk segera mencari formulasi regulasi yang tepat mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas PKWT. Presiden juga menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan PPN bagi industri tekstil dan pakaian jadi yang berorientasi ekspor, guna memastikan kebijakan pajak tidak menghambat daya saing di pasar internasional.

    Lebih lanjut, Airlangga juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo terkait penyelesaian restrukturisasi perusahaan-perusahaan TPT yang menghadapi persoalan keuangan. "Bapak Presiden meminta agar Danantara segera aktif untuk menyelesaikan restrukturisasi ini," ujar Airlangga. Presiden Prabowo juga memberikan penekanan bahwa industri tekstil bukanlah kategori industri "sunset" atau sekarat. Sebaliknya, Presiden melihat potensi besar bagi sektor ini untuk terus tumbuh dan mendorong reinvestasi serta penambahan modal kerja, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan industri TPT nasional.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Prancis Bergejolak: Gaji dan Pendidikan di Titik Didih

    Ekonomi 04-10-2026 - 08.06

    Tahu Tempe Mengecil Demi Bertahan

    Ekonomi 04-10-2026 - 07.35

    Pesta Diskon Transmart Bikin Dompet Happy

    Ekonomi 04-10-2026 - 07.20

    Revolusi Belanja Online Pajak Pedagang Dimulai

    Ekonomi 04-10-2026 - 05.35

    Buruh RI Malaysia Bersatu Tingkatkan Daya Saing

    Ekonomi 04-10-2026 - 05.06

    Harga Emas Antam Terus Merosot Tajam

    Ekonomi 04-10-2026 - 04.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.