Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Nasib Tragis Peternak Ayam di Tengah Badai Harga

    04-10-2026 - 08.35

    Prancis Bergejolak: Gaji dan Pendidikan di Titik Didih

    04-10-2026 - 08.06

    Tahu Tempe Mengecil Demi Bertahan

    04-10-2026 - 07.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Nasib Tragis Peternak Ayam di Tengah Badai Harga
    • Prancis Bergejolak: Gaji dan Pendidikan di Titik Didih
    • Tahu Tempe Mengecil Demi Bertahan
    • Pesta Diskon Transmart Bikin Dompet Happy
    • Revolusi Belanja Online Pajak Pedagang Dimulai
    • Buruh RI Malaysia Bersatu Tingkatkan Daya Saing
    • Harga Emas Antam Terus Merosot Tajam
    • Rahasia Lapor SPT Tanpa Pusing
    • Harga Beras Anjlok Drastis Efek Bantuan Pangan
    • Danantara Pangkas Ratusan BUMN Targetkan 200
    Minggu, 4 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Nasib Tragis Peternak Ayam di Tengah Badai Harga

      04-10-2026 - 08.35

      Prancis Bergejolak: Gaji dan Pendidikan di Titik Didih

      04-10-2026 - 08.06

      Tahu Tempe Mengecil Demi Bertahan

      04-10-2026 - 07.35

      Pesta Diskon Transmart Bikin Dompet Happy

      04-10-2026 - 07.20

      Revolusi Belanja Online Pajak Pedagang Dimulai

      04-10-2026 - 05.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Tahu Tempe Mengecil Demi Bertahan

    Tahu Tempe Mengecil Demi Bertahan

    Ekonomi 04-10-2026 - 07.353 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Tahu Tempe Mengecil Demi Bertahan

    Eranusantara.co – Fenomena unik kini tengah melanda pasar pangan di Indonesia. Meski harga tahu dan tempe di tingkat konsumen tampak stabil, namun jika diperhatikan lebih saksama, ukuran produk protein nabati tersebut kini semakin menyusut. Strategi "shrinkflation" atau pengurangan ukuran ini terpaksa diambil oleh para perajin demi menyiasati lonjakan biaya produksi yang kian mencekik.

    Wakil Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Kusnoto, mengungkapkan bahwa kenaikan harga kedelai menjadi pemicu utama fenomena ini. Jika pada periode sebelumnya harga kedelai berada di angka Rp 9.500 per kilogram, kini harganya telah melonjak ke kisaran Rp 11.600 hingga Rp 12.000 per kilogram di berbagai wilayah.

    Tahu Tempe Mengecil Demi Bertahan
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Kusnoto menjelaskan bahwa perajin tidak berani menaikkan harga jual karena khawatir akan kehilangan pelanggan, mengingat daya beli masyarakat yang saat ini sedang tidak stabil. Sebagai solusinya, perajin memilih untuk memperkecil ukuran produk. Sebagai contoh, tempe yang biasanya dipotong menjadi enam bagian dalam satu batang, kini harus dibagi menjadi tujuh bagian agar harga jualnya tetap sama.

    "Kalau sekarang bukan hanya kedelai saja yang naik. Harga plastik kemasan naik, minyak goreng naik, ditambah lagi daya beli masyarakat yang sedang sulit," ujar Kusnoto kepada eranusantara.co.

    Tekanan ekonomi yang dihadapi perajin saat ini dinilai jauh lebih berat dibandingkan tahun 2022. Selain harga kedelai, berbagai komponen biaya lainnya mengalami kenaikan signifikan. Kurs dolar AS yang sebelumnya berada di kisaran Rp 14.500-15.500, kini diprediksi menyentuh angka Rp 18.000. Hal ini berdampak langsung pada biaya logistik dan bahan baku lainnya.

    Berdasarkan data Gakoptindo, biaya logistik kini melonjak tajam dengan indeks mencapai 125-145, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 yang masih berada di indeks 100. Selain itu, harga plastik kemasan yang dulu berkisar Rp 20.000-25.000 per kilogram, kini sudah menembus Rp 35.000 hingga Rp 45.000 per kilogram. Bahkan, harga minyak goreng jenis Minyakita pun ikut merangkak naik dari Rp 14.000 menjadi Rp 15.700 per liter.

    Kondisi ini membuat margin keuntungan perajin menjadi sangat tipis. Sebagai ilustrasi, perajin yang mengolah 1 kuintal kedelai mungkin menghasilkan omzet kotor tertentu, namun setelah dipotong biaya produksi yang membengkak, sisa keuntungan yang didapat sangatlah minim.

    Kusnoto juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait subsidi kedelai. Meskipun ada informasi mengenai program subsidi sebanyak 250 ribu ton dengan nilai Rp 500 miliar, para perajin mengaku belum merasakan manfaat nyata dari kebijakan tersebut. Hal ini dikarenakan skema subsidi tersebut baru bisa diakses jika harga kedelai sudah menembus angka Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per kilogram.

    "Kalau harga terus naik, perajin yang memiliki modal besar mungkin masih bisa bertahan meski harga kedelai mencapai Rp 15.000 per kilogram. Namun, bagi perajin kecil yang modalnya terbatas, mereka terancam gulung tikar," pungkas Kusnoto.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Nasib Tragis Peternak Ayam di Tengah Badai Harga

    Ekonomi 04-10-2026 - 08.35

    Prancis Bergejolak: Gaji dan Pendidikan di Titik Didih

    Ekonomi 04-10-2026 - 08.06

    Pesta Diskon Transmart Bikin Dompet Happy

    Ekonomi 04-10-2026 - 07.20

    Revolusi Belanja Online Pajak Pedagang Dimulai

    Ekonomi 04-10-2026 - 05.35

    Buruh RI Malaysia Bersatu Tingkatkan Daya Saing

    Ekonomi 04-10-2026 - 05.06

    Harga Emas Antam Terus Merosot Tajam

    Ekonomi 04-10-2026 - 04.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.