Eranusantara.co – Danantara menargetkan pengurangan drastis jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga akhir tahun ini, menyisakan hanya sekitar 200 perusahaan. Ambisi besar ini diungkapkan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dalam sebuah acara bertajuk "Dua Tahun Danantara" yang diselenggarakan oleh IKA FIKOM UNPAD di Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan ekosistem BUMN yang lebih ramping, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Transformasi besar-besaran ini merupakan bagian integral dari program strategis yang dicanangkan oleh Presiden, dengan tujuan utama untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional seluruh entitas BUMN. Dari jumlah awal yang mencapai lebih dari seribu perusahaan, langkah perampingan ini diharapkan mampu memfokuskan BUMN pada inti bisnis strategis, mengurangi tumpang tindih, dan mengoptimalkan kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional. Dony Oskaria menekankan bahwa target 200 BUMN ini adalah arahan langsung dari pucuk pimpinan negara.

Dalam upaya mencapai target ambisius tersebut, Danantara menerapkan berbagai strategi yang komprehensif. Dony menjelaskan bahwa proses perampingan melibatkan penutupan perusahaan yang dianggap tidak lagi relevan atau tidak efisien, divestasi aset yang tidak strategis, konsolidasi entitas-entitas sejenis untuk menciptakan skala ekonomi yang lebih besar, hingga restrukturisasi menyeluruh pada BUMN yang memerlukan penataan ulang. Setiap pendekatan dipilih berdasarkan analisis mendalam terhadap kondisi dan potensi masing-masing perusahaan.
Restrukturisasi yang dilakukan pun memiliki beragam bentuk, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik BUMN. Ada yang melibatkan perubahan struktur kepemilikan melalui suntikan ekuitas baru, pengalihan aset strategis (inbreng aset) untuk memperkuat entitas lain, atau penataan ulang kewajiban pinjaman guna meringankan beban finansial perusahaan. Metode-metode ini dirancang untuk memastikan bahwa BUMN yang tersisa memiliki fondasi keuangan dan operasional yang kuat, siap bersaing di pasar global.
Langkah nyata dari komitmen tersebut telah terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, Dony Oskaria melaporkan bahwa sebanyak 274 entitas BUMN telah berhasil dipangkas melalui program streamlining. Laporan kemajuan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan penting dengan Utusan Khusus Presiden pada Kamis, 6 Agustus 2026, yang secara khusus membahas perkembangan program transformasi BUMN yang tengah berjalan. Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi dan koordinasi untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.
Dalam keterangan tertulis yang dirilis sehari setelah pertemuan tersebut, tepatnya pada Jumat, 7 Agustus 2026, Dony menegaskan bahwa program streamlining terus berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. "Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, result-nya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining," ujarnya kala itu, menunjukkan konsistensi dan progres yang signifikan dalam upaya perampingan.
Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, Danantara dihadapkan pada tugas besar untuk menuntaskan perampingan ratusan BUMN lainnya. Jika target 200 BUMN ini tercapai, lanskap BUMN Indonesia akan mengalami perubahan fundamental, menandai era baru pengelolaan aset negara yang lebih terstruktur, lincah, dan berorientasi pada kinerja. Ini adalah langkah monumental dalam sejarah BUMN Indonesia, yang diharapkan mampu menciptakan entitas-entitas negara yang lebih tangguh dan adaptif di tengah persaingan global.