Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Revolusi Koperasi Desa: Pangan Hingga Ekspor

    02-10-2026 - 05.35

    Kopdes Merah Putih Kunci Ekonomi Desa Berdaya

    02-10-2026 - 05.06

    Wajah Baru Bintan Lewat Taman Kota Kijang

    02-10-2026 - 04.36
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Revolusi Koperasi Desa: Pangan Hingga Ekspor
    • Kopdes Merah Putih Kunci Ekonomi Desa Berdaya
    • Wajah Baru Bintan Lewat Taman Kota Kijang
    • Strategi Zulhas Atasi Ego Sektoral Pangan
    • Luky Alfirman Bangkit dari Tidur Panjang Kemenkeu
    • Kemenkeu Bertiga Sinyal Kuat Ekonomi Indonesia
    • Pajak Marketplace Resmi Berlaku Oktober
    • Kabar Gembira Batas PTKP Segera Naik
    • Wisatawan Asing Serbu Indonesia
    • Masa Depan Bangsa Bergantung pada Pajak Anda
    Jumat, 2 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Revolusi Koperasi Desa: Pangan Hingga Ekspor

      02-10-2026 - 05.35

      Kopdes Merah Putih Kunci Ekonomi Desa Berdaya

      02-10-2026 - 05.06

      Wajah Baru Bintan Lewat Taman Kota Kijang

      02-10-2026 - 04.36

      Strategi Zulhas Atasi Ego Sektoral Pangan

      02-10-2026 - 04.20

      Luky Alfirman Bangkit dari Tidur Panjang Kemenkeu

      02-10-2026 - 02.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Produksi Beras Nasional Diprediksi Merosot Tajam

    Produksi Beras Nasional Diprediksi Merosot Tajam

    Ekonomi 01-10-2026 - 22.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Produksi Beras Nasional Diprediksi Merosot Tajam

    Eranusantara.co – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis proyeksi yang mengkhawatirkan terkait produksi beras dan padi nasional untuk periode Januari-November 2026. Data terbaru menunjukkan potensi penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, memicu kekhawatiran akan stabilitas pasokan pangan. Secara keseluruhan, produksi beras diperkirakan anjlok sebesar 2,82%, atau setara dengan 0,94 juta ton, menjadi 32,34 juta ton.

    Penurunan ini, menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, sebagian besar didorong oleh estimasi produksi yang merosot tajam pada kuartal terakhir tahun ini. "Untuk produksi beras sepanjang Januari sampai dengan November tahun 2026 diperkirakan mencapai 32,34 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,94 juta ton atau menurun 2,82% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025," jelas Ateng dalam konferensi pers yang digelar di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

    Produksi Beras Nasional Diprediksi Merosot Tajam
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Fokus utama kekhawatiran terletak pada proyeksi produksi beras selama tiga bulan terakhir tahun 2026, yakni September hingga November. Pada periode krusial ini, BPS memperkirakan produksi beras hanya akan mencapai 7,06 juta ton. Angka ini menandai penurunan drastis sebesar 0,96 juta ton atau 11,95% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025. Penurunan substansial ini menjadi indikator utama yang menarik total produksi tahunan ke bawah.

    Meskipun demikian, data BPS juga mencatat adanya sedikit kenaikan pada awal tahun. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, produksi beras tercatat mencapai 25,29 juta ton, menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,07% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Namun, kenaikan marginal ini tidak cukup untuk menutupi defisit yang diperkirakan terjadi pada akhir tahun.

    Secara spesifik, pada bulan Agustus 2026, produksi beras nasional mencapai 3,15 juta ton. Angka ini lebih rendah 2,90% dibandingkan produksi Agustus 2025 yang mencapai 3,24 juta ton. Pergeseran tren dari kenaikan di awal tahun menjadi penurunan di pertengahan dan akhir tahun menjadi sorotan utama dalam analisis BPS.

    Sejalan dengan proyeksi produksi beras, BPS juga memprediksi penurunan pada produksi padi. Sepanjang Januari-November 2026, produksi padi diperkirakan mencapai 56,13 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,63 juta ton GKG atau 2,82% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

    "Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan November tahun 2026 diperkirakan mencapai 56,13 juta ton GKG atau mengalami penurunan sebesar 1,63 juta ton GKG atau menurun sebesar 2,82% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025," tambah Ateng.

    Potensi penurunan produksi padi paling signifikan juga diproyeksikan terjadi pada periode September-November 2026, di mana produksi diperkirakan hanya sebesar 12,24 juta ton GKG. Jumlah ini merosot 1,66 juta ton GKG atau 11,96% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

    Sementara itu, produksi padi sepanjang Januari-Agustus 2026 masih menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,07% secara tahunan, mencapai 43,89 juta ton GKG. Namun, pada bulan Agustus saja, produksi padi tercatat sebesar 5,46 juta ton GKG, turun 2,94% dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 5,63 juta ton GKG. Data ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi sektor pertanian dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah berbagai faktor yang memengaruhinya.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Revolusi Koperasi Desa: Pangan Hingga Ekspor

    Ekonomi 02-10-2026 - 05.35

    Kopdes Merah Putih Kunci Ekonomi Desa Berdaya

    Ekonomi 02-10-2026 - 05.06

    Wajah Baru Bintan Lewat Taman Kota Kijang

    Ekonomi 02-10-2026 - 04.36

    Strategi Zulhas Atasi Ego Sektoral Pangan

    Ekonomi 02-10-2026 - 04.20

    Luky Alfirman Bangkit dari Tidur Panjang Kemenkeu

    Ekonomi 02-10-2026 - 02.35

    Kemenkeu Bertiga Sinyal Kuat Ekonomi Indonesia

    Ekonomi 02-10-2026 - 02.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.