EraNusantara – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, akhirnya angkat bicara menanggapi isu yang beredar luas mengenai permintaan kepada siswa atau orang tua untuk mengambil program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah kebijakan libur sekolah akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Penjelasan ini dinanti publik, mengingat potensi kebingungan di lapangan terkait pelaksanaan program vital ini.
Sudaryono menjelaskan bahwa situasi tersebut merupakan konsekuensi dari koordinasi waktu yang ketat. Menurutnya, dapur-dapur penyedia MBG sudah terlanjur memulai proses persiapan makanan, mulai dari pembelian bahan baku, pencacahan, hingga tahap memasak, sebelum keputusan resmi mengenai penutupan sekolah akibat karhutla diumumkan.

"Ini bukan berarti kami memaksa, tapi karena pengumuman libur datang setelah proses produksi makanan sudah berjalan. Makanan yang sudah siap tentu harus disalurkan pada hari itu juga. Untuk hari-hari berikutnya, jika sekolah masih libur, penyaluran akan dihentikan," terang Sudaryono dalam sebuah kesempatan di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (3/9/2026). Ia menekankan bahwa kejadian ini adalah kasus khusus yang terjadi karena jeda waktu antara persiapan dan pengumuman kebijakan darurat.
Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan bahwa implementasi program MBG sepenuhnya tunduk pada kebijakan pemerintah daerah terkait kegiatan belajar mengajar. Ia mencontohkan, apabila pemerintah daerah memutuskan untuk meliburkan sekolah karena dampak karhutla, maka penyaluran MBG secara otomatis akan mengikuti kebijakan tersebut.
"Prinsipnya, kami selalu mengikuti pengumuman resmi dari pemerintah daerah. Apakah sekolah libur atau tidak, itu yang menjadi acuan kami. Kami tidak pernah memaksakan agar sekolah tetap dibuka demi program MBG, meskipun ada kondisi darurat seperti karhutla," tegasnya, menepis spekulasi bahwa BGN akan mengintervensi keputusan daerah demi kelangsungan program. Pernyataan ini sekaligus memperjelas komitmen BGN untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan kesehatan siswa di atas segalanya, sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah.
Editor: Rockdisc