EraNusantara – Guncangan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memicu respons cepat dari pemerintah, khususnya sektor pangan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan aliran bantuan pangan terus mengalir deras, dengan total nilai yang kini menembus angka fantastis Rp 100 miliar khusus untuk komoditas beras. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan komitmen serius dalam menjaga ketahanan pangan di tengah krisis, sebagaimana dilaporkan oleh eranusantara.co.
Amran, yang juga merangkap jabatan sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menegaskan bahwa kewenangannya memungkinkan intervensi cepat dalam mengalokasikan bahan pangan esensial. "Kami sedang dalam persiapan keberangkatan, namun bantuan kami sudah terkirim hingga hari ini, dengan nilai kurang lebih Rp 100 miliar," ungkap Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Selasa lalu, merujuk pada pengiriman beras yang sedang berlangsung atau baru saja dilakukan.

Dana bantuan ini, jelas Amran, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan khusus untuk penanganan bencana melalui Bapanas. Mekanismenya pun menunjukkan kecepatan luar biasa. "Barangnya ada di sana, Bulog sudah siap. Pada hari bencana, hari Sabtu, kami langsung ambil keputusan. Kami telepon Dirut Bulog. Yang butuh beras diberi. Nanti tanda tangannya menyusul," terangnya, menggambarkan prosedur darurat yang memprioritaskan kecepatan penyaluran di lapangan.
Meski fokus utama saat ini adalah beras, Amran tidak menutup kemungkinan penyaluran komoditas lain seperti minyak goreng jika memang dibutuhkan di kemudian hari. Komitmen ini melengkapi upaya sebelumnya, di mana Kementan telah menyalurkan bantuan beras mencapai 5.386 ton untuk empat kabupaten di NTT, dengan total nilai sekitar Rp 75,4 miliar. Bantuan ini mencakup kategori bencana dan pangan reguler, menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menanggulangi dampak gempa.
Empat kabupaten penerima manfaat sebelumnya adalah Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Sikka. Secara lebih rinci, Kabupaten Manggarai menerima 31,63 ton bantuan bencana dan 1.799 ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Manggarai Timur memperoleh 153 ton bantuan bencana dan 1.661 ton bantuan pangan reguler. Sementara itu, Kabupaten Ngada mendapatkan 8,06 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler, dan Kabupaten Sikka menerima 6,88 ton bantuan bencana serta 1.281,36 ton bantuan pangan reguler. Total beras khusus kebencanaan yang dialokasikan mencapai 200,35 ton, menyasar langsung masyarakat terdampak yang berada dalam kondisi darurat.
Menjawab kekhawatiran publik, Amran memastikan stok beras di NTT saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Lebih lanjut, ia memberikan jaminan ketahanan pangan nasional dengan mengungkapkan cadangan beras Bulog yang mencapai 5,2 juta ton. "Ini kalau dihitung ada 5 kali lipat ya? Aman, aman, aman. Stok kita 5,2 juta. Aman, insyaallah aman," pungkas Amran, memberikan sinyal kuat bahwa krisis pangan akibat bencana dapat diatasi dengan baik berkat manajemen stok yang solid dan respons cepat pemerintah.
Editor: Rockdisc