EraNusantara – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa impresif pada Senin (15/6) pagi, melanjutkan tren positif yang telah terlihat. Data dari RTI yang dikutip eranusantara.co menunjukkan bahwa bursa saham domestik berhasil menembus level 6.216,07. Kenaikan signifikan ini mencapai 3,47% atau setara dengan 208,42 poin dibandingkan posisi penutupan pada akhir pekan lalu, memicu optimisme di kalangan pelaku pasar dan menandai momentum kebangkitan.
Lonjakan IHSG ini tidak lepas dari persepsi positif pasar terhadap upaya kolaboratif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah dan lembaga terkait dalam memulihkan kepercayaan investor. Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, menegaskan bahwa penguatan level IHSG merupakan indikator krusial dari fundamental ekonomi Indonesia yang semakin kokoh, sebuah sinyal yang berhasil ditangkap oleh para investor.

"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh investor yang telah menunjukkan keyakinan mereka terhadap fundamental ekonomi dan kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia. Kinerja yang solid ini tidak hanya mendorong penguatan IHSG secara signifikan, tetapi juga turut menopang nilai tukar rupiah," ungkap Dony, seperti dilansir eranusantara.co pada Minggu (14/6/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa stabilitas makroekonomi dan kinerja korporasi yang baik menjadi pilar utama kepercayaan pasar.
Selain faktor makroekonomi, beberapa elemen internal turut menjadi pendorong. Analisis dari Mega Capital menyoroti perhatian pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia sebagai salah satu katalis penting. Di samping itu, gelombang buyback saham oleh emiten-emiten besar juga memberikan dukungan psikologis yang kuat bagi pasar, menjaga sentimen positif di tengah fluktuasi dan memberikan sinyal optimisme dari internal perusahaan.
Dinamika pasar global juga memberikan angin segar yang signifikan. Meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang berujung pada kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz, sontak membuat bursa saham di Asia kompak menguat. eranusantara.co melaporkan bahwa sinyal meredanya konflik ini ditandai dengan pengumuman gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial pada hari Minggu. Trump menyatakan telah mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya dan memerintahkan pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran secara langsung.
"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir!" tulis Trump di Truth Social, menandakan era baru dalam jalur pelayaran vital tersebut. Konfirmasi atas kesepakatan ini datang dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang pemerintahannya berperan dalam mediasi, mengumumkan bahwa penandatanganan resmi akan dilaksanakan di Swiss pada Jumat mendatang, mengukuhkan harapan akan stabilitas regional dan pasokan energi global.
Dengan kombinasi kebijakan domestik yang pro-pasar dan meredanya ketegangan geopolitik global, pertanyaan besar kini adalah bagaimana proyeksi pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan. Momentum positif ini, didukung oleh kepercayaan investor yang solid dan stabilitas regional yang membaik, membuka peluang bagi pertumbuhan lebih lanjut di pasar modal Indonesia. Pelaku pasar akan terus mencermati implementasi kebijakan lanjutan pemerintah serta dampak penuh dari pembukaan Selat Hormuz terhadap harga komoditas dan rantai pasok global, yang berpotensi menjadi katalis tambahan bagi penguatan ekonomi nasional.
Editor: Rockdisc