EraNusantara – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengungkapkan kabar gembira terkait kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berhasil membalikkan keadaan, dari kerugian menjadi keuntungan signifikan di bawah kepemimpinannya. Capaian ini menjadi sorotan utama, menandai efektivitas strategi pemerintah dalam menyehatkan entitas-entitas vital negara.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa rata-rata pertumbuhan laba BUMN mencapai angka dua digit, sebuah indikator kuat pemulihan dan peningkatan efisiensi. Salah satu contoh paling mencolok adalah PT Pupuk Indonesia (Persero). Perusahaan yang sebelumnya akrab dengan catatan kerugian ini, kini berhasil mencatatkan lonjakan laba hingga 252%. "PT Pupuk yang dari dulu mengalami kerugian, sekarang naik keuntungannya 252%. PT Pupuk Indonesia naik," ungkap Prabowo dalam sambutannya di perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional, seperti dikutip dari tayangan YouTube PAN TV pada Jumat (18/9/2026).

Tak hanya Pupuk Indonesia, daftar BUMN yang menunjukkan performa impresif juga panjang. PT Perkebunan Nusantara (Persero) melaporkan pertumbuhan laba sebesar 54%. Sementara itu, raksasa energi PT Pertamina (Persero) tidak ketinggalan dengan kenaikan laba mencapai 86%. "Pertamina untungnya naik 86%," tegasnya, menyoroti kontribusi signifikan sektor energi.
Sektor keuangan juga bersinar, dengan PT Pegadaian yang mencatat kenaikan laba sebesar 84%. Puncak dari lonjakan ini mungkin dipegang oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang berhasil membukukan kenaikan laba fantastis hingga 400%. Angka-angka ini tidak hanya menunjukkan perbaikan finansial, tetapi juga potensi besar BUMN dalam menggerakkan perekonomian nasional.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga menyoroti peran strategis Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga ini, yang bertugas memusatkan dan mengonsolidasikan seluruh kekayaan negara, telah menunjukkan hasil yang luar biasa. "Indonesia punya sekarang Danantara, kekuatan semua kekayaan negara kita pusatkan, kita konsolidasikan, dan penghasilannya dalam satu setengah tahun naik 400%," jelas Prabowo, menggarisbawahi kontribusi Danantara dalam meningkatkan kekayaan nasional secara signifikan dalam waktu singkat.
Pernyataan Presiden Prabowo ini memberikan gambaran optimis mengenai kondisi keuangan BUMN dan potensi ekonomi Indonesia ke depan, menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, entitas negara mampu menjadi pilar kekuatan ekonomi yang menguntungkan.
Editor: Rockdisc