Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Geger Jawa Barat! Kemenkeu Sita 123 Aset Penunggak Pajak Senilai Rp 24,7 Miliar: Sinyal Tegas Penegakan Hukum Pajak!

    25-09-2026 - 02.35

    Guncang Ekonomi Global! Trump dan Xi Jinping Bertemu, Akankah Perang Tarif Berakhir atau Justru Membara? Intip Agenda Rahasia AI dan Taiwan yang Bisa Mengubah Segalanya!

    25-09-2026 - 02.06

    Mengejutkan PBB! Menteri Jumhur Ungkap Strategi Revolusioner Indonesia: Krisis Iklim Jadi Peluang Emas Ekonomi Era Prabowo?

    24-09-2026 - 22.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Geger Jawa Barat! Kemenkeu Sita 123 Aset Penunggak Pajak Senilai Rp 24,7 Miliar: Sinyal Tegas Penegakan Hukum Pajak!
    • Guncang Ekonomi Global! Trump dan Xi Jinping Bertemu, Akankah Perang Tarif Berakhir atau Justru Membara? Intip Agenda Rahasia AI dan Taiwan yang Bisa Mengubah Segalanya!
    • Mengejutkan PBB! Menteri Jumhur Ungkap Strategi Revolusioner Indonesia: Krisis Iklim Jadi Peluang Emas Ekonomi Era Prabowo?
    • Ekonomi Melejit, Lingkungan Selamat? Menteri Jumhur Buka-bukaan di PBB Soal Jurus Jitu Indonesia! Apa Rahasianya?
    • TERBONGKAR! Perpres Prabowo Ubah Wajah Ekonomi Desa: Ribuan Manajer Koperasi Siap Bergerak, Siapa Dalang di Balik Penempatan Strategis Ini?
    • Laba Astra Agro Lestari Melejit 56,5% Tembus Rp 1,1 Triliun! Terungkap, Ini Jurus Rahasia di Balik Kinerja Gemilang Mereka di Tengah Tantangan Global.
    • Bikin Penasaran! Di Tengah Badai Geopolitik, Mengapa Ekonomi RI Tetap Perkasa? Menkeu Suahasil Punya Jawabannya!
    • TERUNGKAP! Anggaran Negara 2027 Diketok dengan Defisit 2,40%: Apa Artinya Bagi Masa Depan Ekonomi Indonesia dan Kantong Anda?
    • Revolusi Penanganan Karhutla: Prabowo Minta Warga Lapor Sebelum Buka Lahan, Siapkan Bantuan Alat Berat dan Anggaran Khusus! Apa Saja Keuntungannya?
    Jumat, 25 September 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Geger Jawa Barat! Kemenkeu Sita 123 Aset Penunggak Pajak Senilai Rp 24,7 Miliar: Sinyal Tegas Penegakan Hukum Pajak!

      25-09-2026 - 02.35

      Guncang Ekonomi Global! Trump dan Xi Jinping Bertemu, Akankah Perang Tarif Berakhir atau Justru Membara? Intip Agenda Rahasia AI dan Taiwan yang Bisa Mengubah Segalanya!

      25-09-2026 - 02.06

      Mengejutkan PBB! Menteri Jumhur Ungkap Strategi Revolusioner Indonesia: Krisis Iklim Jadi Peluang Emas Ekonomi Era Prabowo?

      24-09-2026 - 22.35

      Ekonomi Melejit, Lingkungan Selamat? Menteri Jumhur Buka-bukaan di PBB Soal Jurus Jitu Indonesia! Apa Rahasianya?

      24-09-2026 - 22.06

      TERBONGKAR! Perpres Prabowo Ubah Wajah Ekonomi Desa: Ribuan Manajer Koperasi Siap Bergerak, Siapa Dalang di Balik Penempatan Strategis Ini?

      24-09-2026 - 19.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Terbongkar! Rahasia di Balik Lonjakan 4,3 Juta Penerima Bansos Baru: Bukan Sekadar Angka, Tapi Revolusi Data yang Mengubah Nasib!

    Terbongkar! Rahasia di Balik Lonjakan 4,3 Juta Penerima Bansos Baru: Bukan Sekadar Angka, Tapi Revolusi Data yang Mengubah Nasib!

    Ekonomi 12-09-2026 - 16.064 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Terbongkar! Rahasia di Balik Lonjakan 4,3 Juta Penerima Bansos Baru: Bukan Sekadar Angka, Tapi Revolusi Data yang Mengubah Nasib!

    EraNusantara – Kabar gembira datang dari sektor perlindungan sosial di Indonesia. Sebanyak 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru kini resmi terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Lonjakan signifikan ini bukan tanpa sebab, melainkan buah dari pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang lebih akurat dan komprehensif oleh Kementerian Sosial.

    Menurut Andy Kurniawan, Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, pemutakhiran DTSEN adalah langkah krusial. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya adaptif pemerintah dalam merespons dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat, sekaligus menindaklanjuti berbagai temuan dan ketidaksesuaian di lapangan. "Setiap anomali atau kesalahan yang kami temukan di lapangan, serta masukan dari berbagai pihak, termasuk media, langsung kami tindak lanjuti sebagai bagian integral dari proses pemutakhiran data," tegas Andy dalam sebuah diskusi di Politeknik Statistika STIS, Jakarta.

    Terbongkar! Rahasia di Balik Lonjakan 4,3 Juta Penerima Bansos Baru: Bukan Sekadar Angka, Tapi Revolusi Data yang Mengubah Nasib!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Andy menjelaskan, adopsi DTSEN telah membuka cakrawala baru dalam memetakan realitas sosial ekonomi masyarakat. Dampak paling nyata adalah terjangkaunya jutaan warga yang sebelumnya luput dari radar bantuan sosial. "Dulu banyak yang terlewat, tidak bisa mengakses bansos. Kini, berkat sistem desil yang kami terapkan, 4,3 juta KPM baru ini berhasil mendapatkan haknya," ungkapnya, menyoroti efektivitas pendekatan baru.

    Lebih jauh, pemutakhiran DTSEN ini tak lepas dari proses penentuan desil, sebuah parameter krusial bagi pemerintah dalam merumuskan prioritas program perlindungan sosial. Prof. Setia Pramana, Direktur Metodologi, Statistik, dan Science Data Badan Pusat Statistik (BPS), memaparkan bahwa DTSEN adalah hasil integrasi cermat dari berbagai sumber data pemerintah, seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Mengingat karakteristik dan kelengkapan informasi tiap sumber yang bervariasi, proses integrasi ini menjadi tulang punggung dalam membangun basis data sosial ekonomi yang komprehensif. Setia menekankan pentingnya pembaruan data secara berkala. "Data itu dinamis, harus terus diperbarui. Kondisi masyarakat selalu berubah, ada yang pindah domisili, meninggal dunia, atau mengalami perubahan status ekonomi lainnya," urainya.

    Dalam mengklasifikasikan desil, BPS tidak semata-mata bergantung pada data pendapatan langsung, yang kerap kali sulit diperoleh secara akurat untuk seluruh rumah tangga. Sebaliknya, peringkat kesejahteraan disusun berdasarkan spektrum karakteristik sosial ekonomi rumah tangga yang lebih luas. Prof. Setia merinci, BPS memanfaatkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang kaya akan informasi pengeluaran rumah tangga. Data ini kemudian digunakan untuk membangun model estimasi bagi rumah tangga yang tidak memiliki data pengeluaran langsung, melalui pendekatan Proxy Means Test (PMT) yang diperkuat dengan metode machine learning canggih.

    Aspek geografis juga memegang peranan vital. BPS mengembangkan model yang disesuaikan dengan karakteristik unik setiap kabupaten/kota, mengingat disparitas sosial ekonomi antar daerah. "Pendekatan kami adalah membangun model spesifik untuk setiap wilayah, karena kami memahami bahwa kondisi masyarakat di satu daerah bisa sangat berbeda dengan daerah lain," jelas Setia. Hasil pemodelan lokal ini kemudian diintegrasikan untuk membentuk peringkat kondisi sosial ekonomi nasional. Prof. Setia menegaskan, proses ini bukan statis, melainkan terus dievaluasi dan disempurnakan demi meningkatkan akurasi model dan meminimalisir potensi kesalahan, baik dari sisi model maupun kualitas data. Penyempurnaan metodologi ini, lanjutnya, adalah siklus berkelanjutan yang berjalan paralel dengan pemutakhiran data, memastikan basis data pemerintah selalu relevan dengan realitas sosial ekonomi masyarakat.

    Andy kembali menegaskan komitmen pemerintah terhadap transparansi dan keterbukuran. Pihaknya sangat menyambut masukan konstruktif untuk menyempurnakan metodologi dan penentuan desil. Forum diskusi akademis, seperti yang dihadiri oleh Mas Media Askar dari Celios, menjadi wadah berharga untuk evaluasi. "Masukan dari Mas Media Askar, misalnya, sangat konstruktif bagi kami untuk terus berbenah, menyempurnakan metodologi, desil, dan DTSEN secara keseluruhan. Kami sangat terbuka untuk itu," pungkas Andy. Ia menambahkan, pemutakhiran bukan sekadar urusan administrasi data, melainkan juga respons aktif terhadap setiap temuan di lapangan. "Setiap kali ada error atau ketidaksesuaian di lapangan, kami langsung merespons. Semua masukan, termasuk dari rekan-rekan media, kami tindak lanjuti sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya pemutakhiran berkelanjutan," tutupnya, seperti dikutip eranusantara.co.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Geger Jawa Barat! Kemenkeu Sita 123 Aset Penunggak Pajak Senilai Rp 24,7 Miliar: Sinyal Tegas Penegakan Hukum Pajak!

    Ekonomi 25-09-2026 - 02.35

    Guncang Ekonomi Global! Trump dan Xi Jinping Bertemu, Akankah Perang Tarif Berakhir atau Justru Membara? Intip Agenda Rahasia AI dan Taiwan yang Bisa Mengubah Segalanya!

    Ekonomi 25-09-2026 - 02.06

    Mengejutkan PBB! Menteri Jumhur Ungkap Strategi Revolusioner Indonesia: Krisis Iklim Jadi Peluang Emas Ekonomi Era Prabowo?

    Ekonomi 24-09-2026 - 22.35

    Ekonomi Melejit, Lingkungan Selamat? Menteri Jumhur Buka-bukaan di PBB Soal Jurus Jitu Indonesia! Apa Rahasianya?

    Ekonomi 24-09-2026 - 22.06

    TERBONGKAR! Perpres Prabowo Ubah Wajah Ekonomi Desa: Ribuan Manajer Koperasi Siap Bergerak, Siapa Dalang di Balik Penempatan Strategis Ini?

    Ekonomi 24-09-2026 - 19.35

    Laba Astra Agro Lestari Melejit 56,5% Tembus Rp 1,1 Triliun! Terungkap, Ini Jurus Rahasia di Balik Kinerja Gemilang Mereka di Tengah Tantangan Global.

    Ekonomi 24-09-2026 - 19.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0621 Views

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0621 Views

    Mengejutkan! Daya Saing Indonesia Terjun Bebas di Kancah Global: Apakah Sinyal Bahaya Bagi Investasi dan Masa Depan Ekonomi?

    24-06-2026 - 22.0617 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.