Eranusantara.co – Sebuah pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan jajaran elite ekonomi dan keuangan nasional berlangsung tertutup di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (24/9/2026). Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menjadi tuan rumah dalam rapat koordinasi krusial ini. Hadir dalam kesempatan tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Indonesia Dony Oskaria, serta Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. Kehadiran para pemangku kebijakan utama ini sontak memicu pertanyaan mengenai agenda mendesak yang dibahas di tengah dinamika ekonomi global.
Usai pertemuan, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan sedikit bocoran kepada awak media. Ia menyebutkan bahwa diskusi berpusat pada kondisi ekonomi secara menyeluruh. Namun, Suahasil enggan merinci lebih jauh substansi pembicaraan yang berlangsung di balik pintu tertutup tersebut. "Ekonomi secara umum kita lihat kondisi ekonomi," ujar Suahasil singkat saat ditemui di Gedung DPR, Kamis sore. Pernyataan yang terkesan umum ini justru menambah spekulasi tentang urgensi dan potensi dampak dari rapat koordinasi tersebut, mengingat bobot para peserta yang hadir.

Ketika didesak mengenai kemungkinan adanya kebijakan baru yang sedang digodok, Suahasil mengindikasikan bahwa pembahasan lebih lanjut masih akan dilakukan. Meskipun demikian, ia menegaskan optimisme pemerintah terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Menurutnya, perekonomian nasional saat ini berada dalam kondisi yang cukup baik dan menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Suahasil lebih lanjut memaparkan beberapa indikator makroekonomi yang menjadi dasar keyakinan tersebut. "Nanti kita diskusikan lebih lanjut, tapi kondisi ekonomi kita cukup baik, kita cukup resilient, dan kita lihat pertumbuhan ekonomi tetap di 5,45%, kita tunggu pertumbuhan ekonomi Q3. Inflasi juga cukup kondusif di 3,19%, ini adalah dasar kita untuk mengelola ekonomi kita terus ke depan," jelasnya. Angka pertumbuhan ekonomi yang stabil di 5,45% dan inflasi yang terkendali di 3,19% menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas dan prospek ekonomi ke depan, sekaligus memberikan ruang gerak bagi pemerintah dan bank sentral.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melalui akun Instagram pribadinya, @sufmi_dasco, memberikan sedikit gambaran mengenai tujuan rapat koordinasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pertemuan itu membahas perkembangan ekonomi dan keuangan nasional serta berbagai dinamika yang memerlukan perhatian bersama dari seluruh lembaga terkait. Dasco menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
"Kami di DPR RI akan terus memastikan koordinasi antar-lembaga berjalan baik agar kebijakan strategis dapat dilaksanakan secara efektif dan akuntabel," tulis Dasco. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen parlemen untuk mengawal dan mendukung langkah-langkah pemerintah serta lembaga keuangan dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Rapat ini, meski minim detail yang diungkap ke publik, mengisyaratkan adanya upaya konsolidasi dan penyelarasan strategi di antara para pemangku kepentingan utama dalam mengantisipasi dan merespons dinamika ekonomi, baik domestik maupun global. Kehadiran perwakilan dari legislatif, eksekutif, bank sentral, regulator jasa keuangan, hingga sektor swasta seperti Danantara, menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menyikapi kondisi perekonomian nasional. Publik kini menanti langkah konkret dan kebijakan lanjutan yang mungkin akan lahir dari pertemuan penting ini.