Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Ancaman El Nino Picu Lonjakan Harga Pangan

    10-10-2026 - 04.35

    Misi Besar DJP Kejar Target Pajak Triliunan

    10-10-2026 - 04.20

    Bulog Siapkan Gebrakan Baru Demi Ketahanan Pangan

    10-10-2026 - 02.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Ancaman El Nino Picu Lonjakan Harga Pangan
    • Misi Besar DJP Kejar Target Pajak Triliunan
    • Bulog Siapkan Gebrakan Baru Demi Ketahanan Pangan
    • Terobosan Aturan Jamin Pendapatan Driver Digital
    • Bukan Sekadar Harta Warisan Jadi Fokus Warga RI
    • Revolusi Pembayaran Pensiun dan Bansos Segera Tiba
    • Waspada Ancaman Tersembunyi dalam Bisnis
    • Strategi Baru Kejar Target Ekonomi 8 Persen
    • Prediksi Risiko Bisnis Bukan Hanya IT
    • Sekolah Gratis Segera Realisasi? Ini Bocorannya
    Sabtu, 10 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Ancaman El Nino Picu Lonjakan Harga Pangan

      10-10-2026 - 04.35

      Misi Besar DJP Kejar Target Pajak Triliunan

      10-10-2026 - 04.20

      Bulog Siapkan Gebrakan Baru Demi Ketahanan Pangan

      10-10-2026 - 02.35

      Terobosan Aturan Jamin Pendapatan Driver Digital

      10-10-2026 - 02.06

      Bukan Sekadar Harta Warisan Jadi Fokus Warga RI

      10-10-2026 - 01.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Misi Besar DJP Kejar Target Pajak Triliunan

    Misi Besar DJP Kejar Target Pajak Triliunan

    Ekonomi 10-10-2026 - 04.203 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Misi Besar DJP Kejar Target Pajak Triliunan

    Eranusantara.co – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini tengah memacu langkah besar untuk menutup celah kekurangan penerimaan negara di penghujung tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, otoritas pajak masih memikul tanggung jawab besar untuk mengumpulkan dana sekitar Rp 750 triliun dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, yakni sepanjang periode Oktober hingga Desember 2026. Langkah agresif ini diambil demi memastikan target penerimaan pajak yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dapat tercapai secara maksimal.

    Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, mengungkapkan bahwa hingga akhir September 2026, performa penerimaan pajak sebenarnya menunjukkan tren yang cukup positif. Tercatat, terdapat pertumbuhan akumulasi sebesar 24,1 persen dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, angka tersebut belum cukup untuk mengamankan seluruh target tahunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

    Misi Besar DJP Kejar Target Pajak Triliunan
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Menteri Keuangan, realisasi penerimaan hingga 30 September 2026 menunjukkan pertumbuhan akumulasi sebesar 24,1 persen. Namun, kami masih memiliki sisa pekerjaan besar untuk mengejar target yang tersisa, yakni sekitar Rp 750 triliun," ujar Bimo dalam konferensi pers APBN KiTA yang digelar di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

    Jika menilik angka secara keseluruhan, target penerimaan pajak dalam APBN 2026 dipatok pada angka fantastis, yakni Rp 2.357 triliun. Hingga akhir kuartal ketiga, Kementerian Keuangan melaporkan bahwa realisasi yang terkumpul mencapai Rp 1.607 triliun. Angka ini setara dengan 68,2 persen dari total target tahunan. Artinya, terdapat selisih yang cukup lebar yang harus segera ditambal oleh DJP dalam sisa waktu tiga bulan ini.

    Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, DJP telah menyiapkan strategi komprehensif. Salah satu fokus utamanya adalah optimalisasi pemanfaatan data perpajakan yang telah terkumpul. Data tersebut akan digunakan untuk memperketat pengawasan, memperluas cakupan pemeriksaan, hingga melakukan penegakan hukum yang lebih tegas bagi para wajib pajak yang tidak patuh. Selain itu, DJP juga akan menggali potensi-potensi baru dari sektor ekonomi yang selama ini belum tergarap secara optimal.

    Strategi lain yang disiapkan adalah melalui kebijakan perpajakan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman. DJP berencana memperkuat pemungutan pajak pada transaksi digital dari luar negeri serta optimalisasi Pajak Penghasilan (PPh) melalui platform marketplace. Di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan kebijakan pengurangan sanksi perpajakan guna mendorong kepatuhan sukarela dari masyarakat.

    Secara sektoral, DJP akan membidik industri-industri yang menunjukkan pertumbuhan kuat hingga September 2026. Sektor-sektor tersebut meliputi perdagangan, industri pengolahan, pertambangan, transportasi, pergudangan, hingga jasa perusahaan. Secara lebih spesifik, perhatian khusus akan diberikan pada perdagangan daring (online), perdagangan bahan bakar minyak (BBM), industri logam dasar, industri minyak sawit mentah (CPO), serta sektor migas.

    "Kami juga melihat adanya potensi di sektor jasa perusahaan, seperti aktivitas konsultasi manajemen, serta mobilitas yang berkaitan dengan sektor transportasi, pergudangan, konstruksi, hingga real estate," tambah Bimo. Dengan kombinasi pengawasan ketat dan pemanfaatan sektor ekonomi yang sedang tumbuh, DJP optimis dapat menutup kekurangan tersebut di akhir tahun.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Ancaman El Nino Picu Lonjakan Harga Pangan

    Ekonomi 10-10-2026 - 04.35

    Bulog Siapkan Gebrakan Baru Demi Ketahanan Pangan

    Ekonomi 10-10-2026 - 02.35

    Terobosan Aturan Jamin Pendapatan Driver Digital

    Ekonomi 10-10-2026 - 02.06

    Bukan Sekadar Harta Warisan Jadi Fokus Warga RI

    Ekonomi 10-10-2026 - 01.35

    Revolusi Pembayaran Pensiun dan Bansos Segera Tiba

    Ekonomi 09-10-2026 - 22.35

    Waspada Ancaman Tersembunyi dalam Bisnis

    Ekonomi 09-10-2026 - 22.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.