EraNusantara – Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, pada Jumat (10/7/2026) pagi, menyempatkan diri melayat ke kediaman almarhum Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024, Rachmat Gobel. Kunjungan singkat ini diwarnai dengan pernyataan Jokowi yang menggarisbawahi dedikasi dan etos kerja sosok yang pernah menjadi bagian dari kabinetnya. "Pak Rachmat Gobel menteri yang baik, menteri yang pekerja keras," ujar Jokowi singkat kepada awak media.
Berdasarkan pantauan eranusantara.co di lokasi, mantan kepala negara itu tiba di rumah duka yang beralamat di Jalan Supomo No 55A, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.45 WIB. Meskipun kehadirannya sangat dinanti, Jokowi tidak berlama-lama, meninggalkan lokasi sekitar pukul 11.53 WIB. Ia tampak enggan memberikan keterangan lebih lanjut, memilih untuk segera meninggalkan area duka setelah menyampaikan belasungkawa.

Rachmat Gobel dikenal sebagai figur multitalenta yang telah mengabdikan diri di berbagai bidang, baik di sektor swasta maupun pemerintahan. Pada awal masa kepemimpinan Jokowi, tepatnya periode 2014 hingga 2015, ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Perdagangan, sebuah posisi krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kemudian, pada periode kedua pemerintahan Jokowi, pengusaha kawakan ini kembali berkontribusi sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024, menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap kapasitas dan integritasnya dalam mengemban amanah publik.
Namun, jejak ‘pekerja keras’ Rachmat Gobel jauh melampaui kiprahnya di panggung politik. Lahir dari keluarga pebisnis terkemuka, Drs H Thayeb Mohammad Gobel (alm) dan Annie Nento Gobel (almh), ia dididik sejak dini untuk menjadi pewaris dan pemimpin Kelompok Usaha Gobel. Kisah perjalanannya dimulai dari posisi paling dasar; ia pernah menjadi tukang sapu pabrik saat masih duduk di bangku SMP, sebuah pengalaman yang membentuk karakternya dan menanamkan pemahaman mendalam tentang operasional bisnis dari level paling bawah.
Dedikasinya terhadap pendidikan juga tak main-main. Di usia 24 tahun, Rachmat Gobel berhasil meraih gelar sarjana jurusan Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo, Jepang, membekali dirinya dengan perspektif global. Pengalaman internasionalnya semakin diperkaya melalui praktik kerja di Matsushita Group, dekat Kota Osaka, Jepang, tempat ia mengasah kemampuan manajerial dan pemahaman industri. Puncaknya, pada tahun 1989, di usia 27 tahun, Rachmat kembali ke Jakarta dan langsung bergabung dengan Kelompok Usaha Gobel sebagai Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel, yang kini dikenal sebagai PT Panasonic Manufacturing Indonesia. Perjalanan ini menegaskan bahwa label ‘pekerja keras’ yang disematkan Jokowi bukanlah sekadar pujian, melainkan refleksi dari sebuah perjalanan panjang penuh dedikasi dan etos kerja yang tak kenal lelah, baik di dunia bisnis maupun pemerintahan.
Editor: Rockdisc