EraNusantara – Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini bukan sekadar janji politik, melainkan sebuah visi fundamental untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang merasakan kelaparan, sebuah pilar penting dalam membangun fondasi ekonomi dan sosial yang kuat bagi masa depan bangsa.
Dalam pidato yang dipantau secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (10/6/2026), Prabowo dengan tegas menyampaikan ambisinya: "Saya ingin Indonesia hebat, saya ingin Indonesia rakyatnya makmur. Saya tidak ingin lihat rakyat miskin, saya tidak ingin lihat anak-anak lapar. MBG kita teruskan!" Pernyataan ini menggarisbawahi tekadnya untuk mewujudkan kemakmuran merata dan menghapus kemiskinan ekstrem, yang secara langsung berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan produktivitas ekonomi nasional.

Namun, di balik semangat besar ini, Prabowo tidak menutup mata terhadap potensi tantangan serius. Ia secara transparan mengakui adanya indikasi pihak-pihak yang berupaya menyusup dan memanfaatkan program MBG untuk keuntungan pribadi, sebuah praktik penyelewengan yang berpotensi menggerogoti integritas dan efektivitas program vital ini.
Menanggapi potensi risiko ini, Prabowo menyerukan partisipasi aktif dari seluruh elemen pemerintahan daerah. "Maka saya minta, Gubernur, Bupati, Camat, Kades boleh memeriksa semua dapur MBG, saudara periksa, laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor ke saya," tegasnya. Instruksi ini menunjukkan komitmen untuk membangun sistem pengawasan berlapis, memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai kepada penerima manfaat.
Tidak hanya itu, Prabowo juga memberdayakan masyarakat luas untuk menjadi garda terdepan pengawasan. Dengan memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok, publik kini memiliki saluran langsung dan mudah untuk melaporkan dugaan penyelewengan. "Gampang lapor di TikTok langsung kirim tim untuk selesaikan. Nggak usah susah-susah nomer telepon ini," imbuhnya, menekankan kemudahan akses dan kecepatan respons terhadap laporan masyarakat.
Peran aparat penegak hukum pun tak luput dari instruksi pengawasan. Prabowo secara khusus meminta Dandim, Kapolres, dan Kapolsek untuk turut serta dalam memantau implementasi MBG, namun dengan peringatan keras: "Jangan manggil-manggil mau ngerjain, jangan! Saya sudah lama jadi orang Indonesia, manggil-manggil minta setoran." Peringatan ini menegaskan pentingnya integritas dan transparansi dalam setiap proses pengawasan, sekaligus menepis potensi praktik pungutan liar yang dapat merusak kepercayaan publik dan tujuan mulia program. "Rakyat awasi, rakyat sekarang tidak bodoh," pungkasnya, mengakhiri pidato dengan pesan kuat tentang kekuatan pengawasan kolektif.
Dengan demikian, program MBG di bawah kepemimpinan Prabowo bukan hanya tentang penyediaan gizi, tetapi juga tentang pembangunan sistem yang akuntabel dan transparan. Keberhasilan program ini akan menjadi cerminan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang merata, bebas dari praktik korupsi yang selama ini menjadi momok pembangunan.
Editor: Rockdisc