Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Badai PHK Maybank KSPI dan DPR Turun Tangan

    27-09-2026 - 05.35

    Teka-teki Pembayaran Rp 37 T Utang Kopdes Terjawab

    27-09-2026 - 05.06

    Prestasi Gemilang Layanan Pertamina

    27-09-2026 - 04.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Badai PHK Maybank KSPI dan DPR Turun Tangan
    • Teka-teki Pembayaran Rp 37 T Utang Kopdes Terjawab
    • Prestasi Gemilang Layanan Pertamina
    • Mengapa PHK Massal Terus Terjadi
    • Mimpi 15 Tahun Terwujud Sekolah Berenergi Mandiri
    • Transmart Gelar Pesta Diskon Besar Besok Siap Siap
    • Trem Listrik Hubungkan Bandara ke Canggu
    • Misteri Pertemuan Trump dan Xi Jinping
    • Utang Dunia Meledak Capai Ratusan Kuadriliun
    • Stok Beras Nasional Jamin Ketahanan Pangan
    Minggu, 27 September 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Badai PHK Maybank KSPI dan DPR Turun Tangan

      27-09-2026 - 05.35

      Teka-teki Pembayaran Rp 37 T Utang Kopdes Terjawab

      27-09-2026 - 05.06

      Prestasi Gemilang Layanan Pertamina

      27-09-2026 - 04.35

      Mengapa PHK Massal Terus Terjadi

      27-09-2026 - 04.20

      Mimpi 15 Tahun Terwujud Sekolah Berenergi Mandiri

      27-09-2026 - 02.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Mengapa PHK Massal Terus Terjadi

    Mengapa PHK Massal Terus Terjadi

    Ekonomi 27-09-2026 - 04.203 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Mengapa PHK Massal Terus Terjadi

    Eranusantara.co – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menyentuh angka puluhan ribu pekerja telah memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat. Fenomena ini bukan sekadar masalah kehilangan pekerjaan, melainkan sinyal adanya tantangan besar yang sedang dihadapi oleh dunia usaha di Indonesia. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) akhirnya angkat bicara untuk membedah akar permasalahan yang membuat banyak perusahaan terpaksa mengambil langkah ekstrem tersebut.

    Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, menegaskan bahwa fenomena PHK tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja. Menurutnya, situasi ini merupakan tantangan multidimensi yang melibatkan masalah struktural jangka panjang sekaligus tekanan ekonomi jangka pendek. Salah satu persoalan mendasar yang telah lama menggerogoti industri nasional adalah merosotnya daya saing industri di kancah global.

    Mengapa PHK Massal Terus Terjadi
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Kondisi ini diperparah dengan tingginya beban operasional yang harus ditanggung oleh para pelaku usaha. Biaya produksi yang tidak kompetitif, kendala logistik yang mahal, hingga ketidakpastian regulasi menjadi beban berat yang menghambat pertumbuhan. Selain itu, akses terhadap pembiayaan yang sulit dan dinamika pasar tenaga kerja yang fluktuatif turut menambah kompleksitas permasalahan yang dihadapi pengusaha.

    Tidak hanya masalah internal, faktor eksternal seperti ketidakpastian geopolitik dunia juga memberikan dampak domino. Ketegangan global memicu kenaikan harga energi dan bahan baku, yang pada akhirnya mengganggu rantai pasokan. Bagi sektor industri padat karya, pelemahan permintaan di pasar ekspor menjadi pukulan telak yang mengurangi volume pesanan secara signifikan.

    Shinta menekankan bahwa bagi dunia usaha, PHK bukanlah pilihan utama, melainkan "senjata terakhir" atau last resort. Sebelum sampai pada keputusan tersebut, perusahaan biasanya telah melakukan berbagai upaya penyelamatan. Langkah-langkah tersebut meliputi pemangkasan biaya operasional, pengurangan pengeluaran non-esensial, penundaan belanja modal, hingga evaluasi ulang terhadap rencana ekspansi dan investasi.

    Sebagai langkah konkret untuk menekan angka pengangguran, APINDO saat ini tengah menyusun "Framework 10 Langkah Pencegahan PHK". Panduan ini dirancang agar perusahaan anggota dapat mengedepankan langkah preventif. Beberapa strategi yang diusulkan antara lain pengurangan jam lembur, penyesuaian pola kerja, hingga pengelolaan tenaga kerja melalui mekanisme natural attrition atau pengurangan staf secara alami tanpa pemecatan paksa.

    Namun, upaya pencegahan ini tidak akan maksimal jika hanya dilakukan di level perusahaan. Shinta mendorong pemerintah untuk melakukan deregulasi dan debottlenecking guna menghilangkan hambatan dalam berusaha. Revitalisasi industri padat karya, penguatan daya beli domestik, serta perluasan akses pasar ekspor melalui perjanjian perdagangan internasional menjadi kunci utama untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.

    Pada akhirnya, penanganan krisis ketenagakerjaan ini memerlukan sinergi yang kuat. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja sangat krusial untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, menjaga keberlangsungan bisnis, sekaligus memastikan perlindungan terhadap kesempatan kerja bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Badai PHK Maybank KSPI dan DPR Turun Tangan

    Ekonomi 27-09-2026 - 05.35

    Teka-teki Pembayaran Rp 37 T Utang Kopdes Terjawab

    Ekonomi 27-09-2026 - 05.06

    Prestasi Gemilang Layanan Pertamina

    Ekonomi 27-09-2026 - 04.35

    Mimpi 15 Tahun Terwujud Sekolah Berenergi Mandiri

    Ekonomi 27-09-2026 - 02.35

    Transmart Gelar Pesta Diskon Besar Besok Siap Siap

    Ekonomi 27-09-2026 - 02.06

    Trem Listrik Hubungkan Bandara ke Canggu

    Ekonomi 27-09-2026 - 01.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0627 Views

    Mengejutkan! Daya Saing Indonesia Terjun Bebas di Kancah Global: Apakah Sinyal Bahaya Bagi Investasi dan Masa Depan Ekonomi?

    24-06-2026 - 22.0622 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0622 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.