Eranusantara.co – Sebuah babak baru telah dibuka bagi SDN 091686 Gunung Bayu, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Setelah hampir satu setengah dekade berjuang dalam keterbatasan, sekolah ini kini dapat bernapas lega berkat inisiatif Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB). Program ini menghadirkan solusi komprehensif berupa instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sumur bor untuk air bersih, serta renovasi fasilitas sanitasi yang layak.
Selama 15 tahun, kondisi SDN 091686 Gunung Bayu jauh dari ideal. Ketiadaan akses listrik yang memadai membuat aktivitas belajar mengajar terhambat, terutama saat cuaca mendung atau sore hari. Lebih parah lagi, sumber air bersih menjadi barang langka, memaksa warga sekolah untuk mencari alternatif yang seringkali tidak layak. "Sebelumnya kami tidak mempunyai listrik dan sudah hampir 15 tahun tidak mempunyai sumber air," kenang Jelita Tampubolon, Kepala Sekolah SDN 091686, menggambarkan perjuangan panjang yang mereka hadapi.

Namun, kegelapan dan kekeringan itu kini telah berakhir. Pertamina NRE telah memasang PLTS berkapasitas 2,8 kWp yang dilengkapi baterai 5 kWh, memastikan pasokan listrik yang stabil. Tak hanya itu, sebuah sumur bor juga telah dibangun, menjamin ketersediaan air bersih yang selama ini menjadi dambaan. Fasilitas toilet sekolah yang sebelumnya rusak dan tidak layak pakai pun telah direnovasi total, memberikan kenyamanan dan kebersihan bagi seluruh warga sekolah. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Sr Officer Pertamina NRE, Arief Mulizar, kepada Kepala Sekolah Jelita Tampubolon pada Kamis (24/9) lalu.
Arief Mulizar menjelaskan bahwa PLTS yang terpasang tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik umum sekolah, tetapi juga secara khusus mendukung operasional pompa air dari sumur bor. "Program SEB di SDN 091686 Gunung Bayu memberikan manfaat langsung bagi 85 siswa dan 15 guru," ujarnya. Lebih lanjut, Arief memaparkan dampak positif program ini secara ekonomi dan lingkungan. "Diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya listrik sekitar Rp5,182 juta per tahun dan potensi reduksi emisi sebesar 3.192 kg CO₂e per tahun," tambahnya.
Rasa syukur dan kebahagiaan terpancar jelas dari Jelita Tampubolon. "Dengan adanya PLTS dan sumur bor dari Pertamina, sekarang kami sudah dapat menggunakan listrik dan memiliki sumber air untuk kebutuhan warga sekolah. Kamar mandi yang sebelumnya rusak dan tidak layak digunakan juga sudah dapat difungsikan kembali. Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina NRE," ungkapnya, menegaskan betapa besar perubahan yang dibawa oleh bantuan ini.
Di tempat terpisah, Manager Corporate Communication & Stakeholder Relation Pertamina NRE, Susanto August Satria, menegaskan bahwa program SEB adalah wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat energi baru dan terbarukan (EBT) yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional. "Pertamina NRE berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat energi baru dan terbarukan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami tidak hanya menyediakan infrastruktur energi bersih, tetapi juga memastikan masyarakat penerima manfaat memiliki pemahaman untuk memanfaatkan dan menjaga aset tersebut secara berkelanjutan," papar Satria.
Untuk memastikan keberlanjutan manfaat, Pertamina NRE juga tidak hanya berhenti pada pemasangan fasilitas. Edukasi mendalam diberikan kepada warga sekolah mengenai pemanfaatan dan pemeliharaan PLTS, termasuk pengenalan pengoperasian sistem Solar PV off-grid. Pelatihan ini bertujuan agar warga sekolah mampu mengoperasikan dan merawat fasilitas secara tepat, sehingga aset tersebut dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Kepala Desa Gunung Bayu, Ismail Hutasulut, turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Pertamina NRE melalui program ini. Ia berharap perhatian dan dukungan serupa dapat terus diberikan kepada sekolah-sekolah lain yang masih membutuhkan di wilayahnya. "Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada sekolah kami. Kami berharap hubungan dan silaturahmi ini dapat terus terjalin dengan baik, sehingga ke depannya sekolah-sekolah lain yang masih membutuhkan juga dapat memperoleh perhatian," ujar Ismail.
Melalui program SEB di SDN 091686 Gunung Bayu, Pertamina NRE berhasil mengintegrasikan pemanfaatan energi surya dengan penyediaan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak, secara langsung mendukung kegiatan belajar mengajar. Program ini menjadi bagian integral dari upaya Pertamina NRE dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif bagi masyarakat, menumbuhkan kemandirian energi di tingkat akar rumput.