Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Limbah Kedelai Kunci Hidup Usaha Tahu

    06-10-2026 - 08.35

    Perajin Tahu Terjepit Impor Meski Harga Melambung

    06-10-2026 - 08.06

    Makan Gratis Ala Jepang di Sekolah Indonesia

    06-10-2026 - 07.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Limbah Kedelai Kunci Hidup Usaha Tahu
    • Perajin Tahu Terjepit Impor Meski Harga Melambung
    • Makan Gratis Ala Jepang di Sekolah Indonesia
    • Nasib Dapur Makan Bergizi Gratis
    • Kejutan di Istana Airlangga Pamer Maung Limousine
    • Nasib Ratusan Dapur Gizi Gratis di Ujung Tanduk
    • Teka Teki Tunggakan Dana Mitra Gizi
    • Teka Teki Harga Cabai dan Nasib Peternak Ayam
    • KRL Bekas Jepang: Menhub Belum Putuskan Bos Danantara Buka Suara
    • DPR Ketok Palu Dua Anggota BPK Baru Periode 2026
    Selasa, 6 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Limbah Kedelai Kunci Hidup Usaha Tahu

      06-10-2026 - 08.35

      Perajin Tahu Terjepit Impor Meski Harga Melambung

      06-10-2026 - 08.06

      Makan Gratis Ala Jepang di Sekolah Indonesia

      06-10-2026 - 07.35

      Nasib Dapur Makan Bergizi Gratis

      06-10-2026 - 07.20

      Kejutan di Istana Airlangga Pamer Maung Limousine

      06-10-2026 - 05.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Limbah Kedelai Kunci Hidup Usaha Tahu

    Limbah Kedelai Kunci Hidup Usaha Tahu

    Ekonomi 06-10-2026 - 08.353 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Limbah Kedelai Kunci Hidup Usaha Tahu

    Eranusantara.co – Di tengah gejolak harga kedelai yang terus meroket dan beban operasional yang kian membengkak, para perajin tahu di Indonesia kini menghadapi tantangan berat. Keuntungan dari penjualan tahu, produk utama mereka, semakin menipis, bahkan membuat sebagian besar usaha berada di ambang kerugian. Situasi ini memaksa mereka untuk memutar otak, beralih mengandalkan produk sampingan berupa ampas tahu dan air limbah sisa olahan kedelai sebagai penopang utama kelangsungan bisnis.

    Kondisi pelik ini tergambar jelas dari pengalaman Sudiarto (63), seorang perajin tahu yang telah puluhan tahun berkecimpung di industri ini sejak 1997, berlokasi di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sudiarto mengungkapkan bahwa pendapatan kotor dari produksi tahu saat ini hampir seluruhnya tergerus oleh tingginya harga kedelai, yang notabene sepenuhnya bergantung pada pasokan impor dari Amerika Serikat. Ia menyebutkan, situasi ini membuat para perajin merasa seperti "kerja bakti", berproduksi tanpa imbal hasil yang berarti.

    Limbah Kedelai Kunci Hidup Usaha Tahu
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Sudiarto merinci, modal yang harus dikeluarkan untuk mengolah satu kuintal kedelai kini mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 1,55 juta. Angka tersebut mencakup harga kedelai yang berkisar Rp 11.300-11.500 per kilogram, upah tenaga kerja, biaya kayu bakar harian, serta tagihan listrik. Dari satu kuintal kedelai, pabriknya mampu menghasilkan sekitar 50 papan tahu yang kemudian dijual kepada pedagang langganan dengan harga Rp 33.000 per papan. Alhasil, total pendapatan kotor dari penjualan tahu per kuintal kedelai rata-rata hanya mencapai Rp 1,65 juta. "Buat kacang Rp 11.500 lah, terus buat tenaga Rp 200.000, buat kayu Rp 100.000 per kuintal. Emang kita nggak mikirin listrik juga ya kan? Ya kira-kira Rp 1.500.000 sampai Rp 1.550.000 itu untuk pengeluaran. Pokoknya kalau diuangkan Rp 1.650.000," jelas Sudiarto.

    Dengan selisih tipis antara pendapatan kotor dan modal produksi, usaha Sudiarto sangat rentan terhadap kerugian, terutama jika terjadi kendala teknis saat proses pencetakan tahu. Oleh karena itu, penjualan produk sampingan seperti ampas tahu dan air limbah kedelai menjadi tulang punggung yang menyelamatkan kelangsungan usahanya. Ampas tahu, misalnya, banyak dicari untuk diolah menjadi gembus atau oncom. "Ampas ada yang ambil kebanyakan untuk gembus, oncom, kayak gitu. Gembus yang putih doang yang pakai plastik. Biasanya ada yang ambil, dia bikin itu," ujarnya.

    Setiap harinya, pabrik rumahan milik Sudiarto mengolah sekitar lima kuintal atau 500 kilogram kedelai. Dari jumlah tersebut, dihasilkan sekitar 250 papan tahu dan sekitar 25 karung ampas tahu yang selalu laku terjual. "Kita hanya tambahannya ampas saja itu ya. Kita ampas diambilin setiap hari. Kalau kita bikin lima kuintal, berarti bisa sampai 25 karung (ampas tahu). Per karungnya kita jual Rp 10.000," terang Sudiarto. Ia menambahkan bahwa ampas tersebut didistribusikan ke tiga pembeli berbeda, meskipun terkadang pembayaran baru diterima pada bulan berikutnya. "Di sini kita kasih ke tiga tempat, kita bagi-bagi. Ada yang kita kasih 10 karung, ada yang lima, sisanya kita kasih 10 karung. Tapi ya kadang mereka juga bayarnya lama kan, baru bulan depan di bayar," paparnya lagi.

    Selain ampas padat, air sisa olahan kedelai juga tidak disia-siakan. Limbah cair ini dimanfaatkan dan dibeli oleh para peternak sapi perah di sekitar lokasi. Air sisa olahan tersebut diyakini memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk menjaga stamina serta mendongkrak produksi susu pada induk sapi yang sedang menyusui. "Airnya (sisa olahan kedelai) buat sapi. Buat susu, kalau sapinya lagi menyusui itu air bagus. Pakai air itu buat minumnya sapi," tambah Sudiarto. Kombinasi penjualan ampas dan air limbah olahan kedelai inilah yang kini menjadi urat nadi kehidupan bagi usaha Sudiarto, memungkinkannya untuk terus bertahan di tengah gempuran kenaikan harga bahan baku impor yang tak terhindarkan.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Perajin Tahu Terjepit Impor Meski Harga Melambung

    Ekonomi 06-10-2026 - 08.06

    Makan Gratis Ala Jepang di Sekolah Indonesia

    Ekonomi 06-10-2026 - 07.35

    Nasib Dapur Makan Bergizi Gratis

    Ekonomi 06-10-2026 - 07.20

    Kejutan di Istana Airlangga Pamer Maung Limousine

    Ekonomi 06-10-2026 - 05.35

    Nasib Ratusan Dapur Gizi Gratis di Ujung Tanduk

    Ekonomi 06-10-2026 - 05.06

    Teka Teki Tunggakan Dana Mitra Gizi

    Ekonomi 06-10-2026 - 04.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.