Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Gejolak Global

    02-10-2026 - 16.35

    Rahasia Bisnis: Pelanggan Pergi? Deteksi Dini Lewat Data

    02-10-2026 - 16.35

    Kabar Gembira Diskon Tiket Pesawat Tahun Baru

    02-10-2026 - 16.20
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Gejolak Global
    • Rahasia Bisnis: Pelanggan Pergi? Deteksi Dini Lewat Data
    • Kabar Gembira Diskon Tiket Pesawat Tahun Baru
    • Batik Lokal Mendunia: Motif Paling Laris Terungkap
    • Harga CPO Oktober 2026 Melonjak Tajam
    • Nasib Geo Dipa Energi di Bawah Danantara
    • Pancasila Inspirasi Wujudkan Keuangan Tangguh
    • Pasar Induk Cipinang Penuh Beras Titiek Soeharto Buka Suara
    • Menjaga Warisan Budaya dan Finansial Keluarga
    • Indonesia Perjuangkan Kuota Tuna di Brussel
    Jumat, 2 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Gejolak Global

      02-10-2026 - 16.35

      Rahasia Bisnis: Pelanggan Pergi? Deteksi Dini Lewat Data

      02-10-2026 - 16.35

      Kabar Gembira Diskon Tiket Pesawat Tahun Baru

      02-10-2026 - 16.20

      Batik Lokal Mendunia: Motif Paling Laris Terungkap

      02-10-2026 - 16.06

      Harga CPO Oktober 2026 Melonjak Tajam

      02-10-2026 - 13.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Indonesia Perjuangkan Kuota Tuna di Brussel

    Indonesia Perjuangkan Kuota Tuna di Brussel

    Ekonomi 02-10-2026 - 11.203 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Indonesia Perjuangkan Kuota Tuna di Brussel

    Eranusantara.co – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengambil langkah diplomasi besar di kancah internasional. Indonesia berencana mengajukan penambahan kuota penangkapan ikan tuna sirip biru selatan dalam forum penting Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) yang akan digelar di Brussel, Belgia. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menuntut keadilan atas pembagian sumber daya laut yang dinilai tidak proporsional selama belasan tahun terakhir.

    Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengungkapkan bahwa selama 15 tahun terakhir, Indonesia seolah jalan di tempat dalam hal perolehan kuota tuna sirip biru selatan. Saat ini, Indonesia hanya mendapatkan jatah sekitar 5 persen dari total kuota global. Angka ini dinilai sangat kecil jika dibandingkan dengan luas wilayah laut Indonesia yang sangat luas dan potensi sumber daya yang melimpah.

    Indonesia Perjuangkan Kuota Tuna di Brussel
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Selama 15 tahun, kuota kita hanya dipatok di angka 1.300 ton per tahun. Kami akan berjuang di Brussel untuk meminta penambahan tersebut. Dengan laut kita yang begitu luas, sangat tidak adil jika kita hanya diberi jatah sekecil itu," ujar Latif dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

    Dalam agenda internasional tersebut, Indonesia menargetkan kenaikan kuota yang signifikan, yakni dari yang semula hanya 5 persen menjadi 15 persen. Rencana ambisius ini telah mendapatkan lampu hijau dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Namun, kenaikan kuota ini bukan tanpa syarat. Pemerintah telah menyiapkan berbagai standar ketat untuk memastikan bahwa peningkatan produksi ini tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.

    Syarat utama yang ditekankan oleh KKP adalah kesiapan armada kapal perikanan serta penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan. Pemerintah ingin memastikan bahwa lonjakan kuota ini tidak akan merusak ekosistem laut, melainkan justru memperkuat tata kelola perikanan nasional yang berkelanjutan.

    Sebagai bagian dari komitmen tersebut, KKP telah menerbitkan pedoman khusus mengenai pencegahan dan penanganan alat penangkapan ikan yang tertinggal, hilang, atau dibuang di laut (Abandoned, Lost or otherwise Discarded Fishing Gear/ALDFG), serta alat tangkap yang sudah habis masa pakainya (End of Life Fishing Gear/EOLFG). Program ini bertujuan untuk menciptakan budaya laut bersih dan mencegah polusi sampah alat tangkap yang dapat merusak terumbu karang dan habitat ikan.

    Langkah ini akan dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, serta didukung oleh Agence Française de Développement (AFD). Melalui manajemen alat tangkap yang lebih baik, KKP optimis kualitas hasil tangkapan nelayan akan meningkat. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak volume ekspor tuna Indonesia, yang pada akhirnya akan meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta kesejahteraan para nelayan di seluruh pelosok nusantara.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Gejolak Global

    Ekonomi 02-10-2026 - 16.35

    Rahasia Bisnis: Pelanggan Pergi? Deteksi Dini Lewat Data

    Ekonomi 02-10-2026 - 16.35

    Kabar Gembira Diskon Tiket Pesawat Tahun Baru

    Ekonomi 02-10-2026 - 16.20

    Batik Lokal Mendunia: Motif Paling Laris Terungkap

    Ekonomi 02-10-2026 - 16.06

    Harga CPO Oktober 2026 Melonjak Tajam

    Ekonomi 02-10-2026 - 13.35

    Nasib Geo Dipa Energi di Bawah Danantara

    Ekonomi 02-10-2026 - 13.20
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.