EraNusantara – Gelombang pengiriman produk lokal Indonesia ke mancanegara kini semakin deras, menandai era baru bagi ekonomi domestik. Fenomena ini bukan sekadar tren, melainkan sebuah jembatan vital yang menghubungkan kebutuhan personal dengan ambisi bisnis global. Baik untuk menyokong keluarga di perantauan maupun membuka gerbang pasar internasional bagi UMKM, logistik lintas batas telah menjadi tulang punggung yang tak terpisahkan.
Kenny Kwanto, Chief Marketing Officer Lion Parcel, menggarisbawahi dinamika ini. Menurutnya, mobilitas masyarakat yang kian tinggi serta geliat aktivitas bisnis yang tak pernah padam secara signifikan mendorong diversifikasi kebutuhan akan layanan pengiriman internasional. "Pengiriman ke luar negeri memiliki peran yang semakin relevan, baik untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga maupun mendukung pelaku usaha memperluas pasar. Kami ingin memastikan kebutuhan tersebut dapat dilayani dengan akses pengiriman yang mudah dan pilihan layanan yang sesuai," ungkap Kenny dalam siaran pers yang diterima eranusantara.co, menegaskan komitmen perusahaannya.

Merespons lonjakan permintaan ini, Lion Parcel secara proaktif memperkuat dukungannya melalui layanan INTERPACK. Perusahaan logistik ini menawarkan promo diskon ongkos kirim hingga 10%, sebuah insentif menarik yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dan pelaku usaha mengirimkan barang, baik kebutuhan pribadi maupun produk komersial, ke berbagai penjuru dunia.
Kisah Taopik (43), seorang pelanggan setia Lion Parcel dari Garut, menjadi cerminan nyata dari urgensi layanan ini. Dengan profesi sebagai sol sepatu keliling, Taopik secara rutin mengirimkan berbagai kebutuhan dari Garut untuk istrinya yang bekerja di Singapura. "Biasanya istri saya meminta dikirimkan pakaian, makanan, atau kebutuhan lain yang sulit ditemukan di Singapura. Sejauh ini, Lion Parcel menawarkan harga yang kompetitif dan proses pengirimannya mudah," tutur Taopik, mengapresiasi kemudahan yang ditawarkan.
Tak hanya di tingkat konsumen, geliat pengiriman internasional turut menciptakan peluang emas bagi para mitra agen. Priyanto (28), agen Lion Parcel di Garut yang telah bergabung sejak 2020, menjadi saksi bisu lonjakan kebutuhan ini, terutama dari para pelaku usaha lokal. Ia mencatat Malaysia sebagai salah satu destinasi utama, khususnya untuk produk tas dan jaket kulit khas pengrajin Garut. "Kami senang bisa ikut membantu pengrajin lokal untuk memperluas jangkauan produknya hingga ke pasar luar negeri. Di sisi lain, adanya kebutuhan pengiriman yang rutin ke luar negeri menjadi peluang bagi kami para mitra agen untuk mengembangkan bisnis dan membangun hubungan jangka panjang dengan ratusan pelanggannya," jelas Priyanto, menyoroti dampak positif terhadap pertumbuhan bisnisnya.
Mendorong visi pemberdayaan ekonomi lokal, Lion Parcel terus berinvestasi dalam pengembangan layanan pengiriman internasional INTERPACK. Jangkauan layanannya kini telah merentang ke lebih dari 50 negara di lima benua, membuktikan komitmen untuk memfasilitasi konektivitas global. Dengan tarif yang sangat kompetitif, seperti pengiriman INTERPACK dari Jakarta ke Singapura mulai dari Rp37.500, dan ke Malaysia mulai dari Rp26.000, layanan ini membuka akses yang lebih luas dan terjangkau bagi siapa saja yang ingin menembus pasar internasional.
Dengan demikian, pertumbuhan sektor logistik internasional bukan hanya sekadar angka, melainkan sebuah narasi tentang harapan, konektivitas, dan potensi tak terbatas produk Indonesia di panggung dunia. Ini adalah bukti bahwa dengan infrastruktur yang tepat, jarak geografis bukan lagi penghalang, melainkan peluang untuk meraih kesuksesan global.
Editor: Rockdisc