Terungkap! Bukan Sekadar Lahan Bisnis, Holding Kawasan Industri Danareksa Kini Jadi Benteng Ketahanan Sosial Masyarakat: Bagaimana Strategi Mereka Membangun Indonesia?
EraNusantara – Holding Kawasan Industri PT Danareksa tengah gencar bertransformasi, tidak hanya sebagai magnet investasi global dan pencipta lapangan kerja, namun juga sebagai pilar penguat ketahanan sosial masyarakat Indonesia. Komitmen ini dibuktikan melalui aksi nyata penggalangan dana sebesar Rp423 juta untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan pergeseran fokus perusahaan dari sekadar profit menjadi entitas yang berorientasi pada nilai sosial.

Direktur Utama Danareksa, Ngurah Wirawan, menegaskan bahwa ke depan, pihaknya bertekad menjadikan kawasan industri sebagai simpul ekonomi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. "Ekosistem kawasan industri yang kami kelola harus menjadi bagian aktif dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat Indonesia," ujarnya dalam siaran pers yang diterima eranusantara.co pada Minggu (30/8/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi visi baru Danareksa untuk mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam inti operasional bisnisnya.
Inisiatif kemanusiaan ini muncul pasca gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah NTT pada 15 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga, fasilitas umum, hingga memicu longsor di beberapa titik. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 27 Agustus 2026 mencatat, sebanyak 176 ribu jiwa masih harus bertahan di posko pengungsian. Menanggapi kondisi darurat ini, Danareksa bersama tujuh anggota holding kawasan industri, para tenant, karyawan, dan mitra bergerak cepat menghimpun bantuan. PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), salah satu anggota holding dengan lokasi terdekat, dipercaya mengoordinasikan penghimpunan dan penyaluran bantuan, memastikan respons yang cepat dan efisien.
Ngurah Wirawan menambahkan, sebagai holding kawasan industri yang berorientasi pada penciptaan nilai, pihaknya berkomitmen mengoptimalkan jaringan, skala, dan kapasitas bisnis untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dana yang terkumpul dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak di posko pengungsian, meliputi 9,5 ton beras, lebih dari 1.100 porsi makanan siap saji, 300 liter minyak goreng, serta lebih dari 500 unit susu siap minum dan susu formula. Bantuan juga mencakup lebih dari 200 unit perlengkapan istirahat seperti kasur lipat, bantal, sarung, dan terpal, serta lebih dari 440 unit kebutuhan kebersihan keluarga seperti popok bayi, popok lansia, sikat dan pasta gigi.
Kolaborasi masif ini melibatkan kontribusi dari PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda), PT Kawasan Industri Terpadu Batang, dan SIER, beserta seluruh karyawan dan tenant di dalamnya. Penyaluran bantuan dilaksanakan dalam dua tahap: tahap pertama pada 21 Agustus 2026 melalui Posko Induk BRI Peduli Tanggap Bencana Gempa NTT bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan BPBD setempat, kemudian tahap kedua pada 25 Agustus 2026 melalui BPBD Provinsi Jawa Timur. Pola respons kemanusiaan yang terkoordinasi lintas ekosistem ini diharapkan dapat menjadi model bagi penanganan bencana di masa mendatang.
Direktur Keuangan, Administrasi, dan Manajemen Risiko SIER, Rizka Syafittri Siregar, menegaskan bahwa SIER memastikan seluruh proses penyaluran bantuan dilaksanakan secara akuntabel dan berorientasi pada kebutuhan riil para korban. "Amanah sebagai koordinator kami jalankan dengan memastikan bantuan disalurkan sesuai kebutuhan lapangan. Partisipasi aktif dari anggota holding, tenant, karyawan, dan mitra ini membuktikan bahwa kepedulian kolektif mampu menciptakan dampak yang jauh lebih besar," ujar Rizka, menyoroti pentingnya sinergi dalam aksi kemanusiaan.
Sebagai informasi tambahan, Danareksa saat ini mengelola tujuh kawasan industri strategis yang tersebar dari Medan hingga Makassar. Perusahaan terus memperkuat skala dan integrasi ekosistemnya seiring dengan penataan kawasan industri BUMN yang sedang berjalan, menegaskan posisinya bukan hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai entitas yang peduli dan berkontribusi nyata pada ketahanan sosial bangsa.
Editor: Rockdisc