EraNusantara – Pemerintah Vietnam tengah menggodok sebuah usulan kebijakan yang cukup revolusioner: pemangkasan pajak penghasilan (PPh) pribadi dan korporasi hingga 30%. Langkah strategis ini dirancang khusus untuk meringankan beban individu serta entitas bisnis yang memenuhi kriteria ketat yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sekaligus menjadi stimulus vital bagi perekonomian negara.
Insentif fiskal yang signifikan ini, seperti dilaporkan oleh The Star pada Minggu (23/8/2026), akan menyasar masyarakat yang terlibat dalam kegiatan usaha dengan batasan pendapatan tahunan tidak melebihi 10 miliar dong Vietnam, setara dengan sekitar Rp 6,76 miliar. Kebijakan ini direncanakan berlaku untuk periode tahun fiskal 2026 dan 2027. Tak hanya itu, perusahaan dan organisasi dengan pendapatan tahunan di bawah ambang batas yang sama juga akan merasakan manfaat dari potongan pajak ini pada periode yang sama.

Menteri Keuangan Vietnam, Ngo Van Tuan, menegaskan bahwa usulan ini merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah untuk meringankan tekanan finansial, menstabilkan produksi, dan mendorong aktivitas bisnis, khususnya bagi para pengusaha kecil dan menengah. Lebih jauh, Tuan berharap kebijakan ini mampu menjadi perisai terhadap laju inflasi yang berpotensi menggerus daya beli, serta menjaga stabilitas ekonomi makro Vietnam di tengah dinamika global.
Meski menjanjikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia usaha, Kementerian Keuangan Vietnam juga telah memperhitungkan konsekuensi terhadap anggaran negara. Diperkirakan, implementasi kebijakan ini akan mengurangi pendapatan anggaran sekitar 3,19 triliun dong Vietnam atau setara Rp 2,15 triliun pada tahun 2026. Angka ini diproyeksikan sedikit meningkat menjadi 3,51 triliun dong Vietnam, atau sekitar Rp 2,37 triliun, pada tahun 2027. Namun, pemerintah tampaknya meyakini bahwa manfaat jangka panjang dari stimulus ekonomi ini akan jauh melampaui potensi defisit jangka pendek.
Langkah berani Vietnam ini menjadi sorotan sebagai model kebijakan pro-rakyat dan pro-bisnis yang bertujuan untuk memperkuat fondasi ekonomi dari bawah, sekaligus menjaga stabilitas di tengah tantangan ekonomi global. Diharapkan, pemangkasan pajak ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga memicu pertumbuhan, inovasi, dan peningkatan kesejahteraan di seluruh lapisan masyarakat Vietnam, seperti dikutip dari eranusantara.co.
Editor: Rockdisc