Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    12-10-2026 - 07.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan
    • Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat
    • Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi
    • Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN
    • Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui
    • SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari
    • Misteri Defisit APBN Capai Rp 319 Triliun
    • Strategi Baru Suahasil Kelola Kemenkeu
    • Mentan Siapkan Solusi Abadi Peternakan Nasional
    • Lombok Berdenyut Sambut Pesta Balap Dunia 2026
    Rabu, 28 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

      12-10-2026 - 08.35

      Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

      12-10-2026 - 08.06

      Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

      12-10-2026 - 07.35

      Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

      12-10-2026 - 07.20

      Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

      12-10-2026 - 05.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Terungkap! Mengapa TikTok Rela Rogoh Kocek Rp 7 Triliun Demi ‘Damai’ dengan Amerika? Skandal Privasi Anak Jadi Pemicu Utama!

    Terungkap! Mengapa TikTok Rela Rogoh Kocek Rp 7 Triliun Demi ‘Damai’ dengan Amerika? Skandal Privasi Anak Jadi Pemicu Utama!

    Ekonomi 23-08-2026 - 22.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Terungkap! Mengapa TikTok Rela Rogoh Kocek Rp 7 Triliun Demi 'Damai' dengan Amerika? Skandal Privasi Anak Jadi Pemicu Utama!

    EraNusantara – Raksasa media sosial TikTok bersama dengan perusahaan induknya yang berbasis di Tiongkok, ByteDance, telah mencapai kesepakatan signifikan dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Kesepakatan ini melibatkan pembayaran denda sebesar US$ 400 juta, atau setara dengan sekitar Rp 7,05 triliun, dengan asumsi kurs Rp 17.649 per dolar AS. Denda fantastis ini merupakan penyelesaian atas gugatan DOJ terkait pelanggaran serius terhadap ketentuan privasi daring anak-anak.

    Menurut laporan yang dihimpun eranusantara.co, gugatan terhadap TikTok dan ByteDance telah dilayangkan oleh DOJ sejak tahun 2024. Inti dari permasalahan ini adalah tuduhan bahwa kedua perusahaan tersebut gagal mematuhi undang-undang yang secara tegas mewajibkan layanan daring untuk memperoleh persetujuan orang tua sebelum mengumpulkan informasi pribadi dari pengguna yang berusia di bawah 13 tahun. Pelanggaran ini menimbulkan kekhawatiran mendalam mengenai perlindungan data dan keamanan digital bagi generasi muda.

    Terungkap! Mengapa TikTok Rela Rogoh Kocek Rp 7 Triliun Demi 'Damai' dengan Amerika? Skandal Privasi Anak Jadi Pemicu Utama!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Wakil Jaksa Agung AS, Stanley Woodward, menegaskan bahwa prioritas utama DOJ adalah memastikan setiap anak terlindungi secara daring. Ia juga menekankan pentingnya bagi setiap entitas korporasi untuk memenuhi seluruh kewajiban hukum yang berlaku, terutama dalam konteks perlindungan data sensitif anak-anak.

    Rincian dari denda tersebut mencakup dua komponen utama. Sejumlah US$ 300 juta atau sekitar Rp 5,29 triliun merupakan denda pokok atas pelanggaran privasi. Sementara itu, sanksi tambahan sebesar US$ 100 juta, atau sekitar Rp 1,76 triliun, dijatuhkan karena pembatalan perjanjian persetujuan yang sebelumnya dibuat pada tahun 2019 dengan Komisi Perdagangan Federal (FTC) terhadap Musical.ly, aplikasi pendahulu TikTok.

    Sebagai latar belakang, pada tahun 2019, FTC telah mendenda Musical.ly sebesar US$ 5,7 juta. Kala itu, FTC menemukan bahwa Musical.ly, yang kemudian bertransformasi menjadi TikTok, telah mengetahui keberadaan pengguna anak-anak namun gagal mendapatkan persetujuan orang tua untuk mengumpulkan data pribadi mereka, termasuk nama dan alamat email. Pelanggaran berulang ini menunjukkan pola yang mengkhawatirkan terkait kepatuhan privasi.

    Selain isu privasi, tekanan dari pemerintah AS terhadap TikTok juga terlihat dari langkah ByteDance pada Januari lalu. Perusahaan tersebut menyetujui pembentukan perusahaan patungan di mana mayoritas sahamnya akan dimiliki oleh pihak Amerika Serikat. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengamankan data pengguna AS dan sekaligus menghindari potensi pelarangan total terhadap TikTok, yang kini digunakan oleh lebih dari 200 juta warga Amerika.

    Meskipun demikian, pemerintah AS juga mengakui bahwa TikTok telah melakukan sejumlah perubahan signifikan sejak pengaduan awal diajukan. Perubahan tersebut meliputi aspek kepemilikan, manajemen, fungsi kepatuhan regulasi, serta praktik perlindungan privasi. Upaya ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi TikTok untuk membangun kembali kepercayaan dan memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku di masa mendatang.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.35

    Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.20

    Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.35

    SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0633 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0627 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0627 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.