EraNusantara – Istana Kepresidenan Jakarta Pusat menjadi saksi bisu sebuah pertemuan krusial pada Jumat, 31 Juli lalu. Bukan sekadar silaturahmi biasa, agenda tersebut mempertemukan para pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, baik dari tingkat pusat maupun daerah, serta sejumlah ketua asosiasi. Tujuan utamanya tak lain adalah untuk berdiskusi secara langsung mengenai kondisi perekonomian nasional yang dinamis serta menjajaki potensi-potensi kerja sama strategis.
Di balik diskusi formal tersebut, tersimpan sebuah pesan penting dari orang nomor satu di Indonesia. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Etika dan Kepatuhan Bisnis, Haryara Tambunan, akhirnya mengungkapkan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan tersebut. Menurut Haryara, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kekompakan dan persatuan di antara seluruh elite bangsa, sebuah seruan yang disambut positif oleh kalangan pengusaha.

"Sebagai pengusaha, kami memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan sikap yang konstruktif terhadap geliat ekonomi bangsa. Tentu saja, hal ini harus dibarengi dengan kepatuhan penuh terhadap segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," ujar Haryara melalui keterangan tertulisnya pada Minggu (2/8/2026), seperti dilansir oleh eranusantara.co.
Haryara menambahkan, di tengah gejolak ekonomi global yang penuh ketidakpastian, integritas perilaku bisnis dari para pelaku usaha menjadi sangat vital. Ini adalah cara Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa fondasi ekonominya kokoh dan mampu menghadapi tantangan.
Lebih lanjut, komitmen yang disampaikan oleh Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, di hadapan Presiden Prabowo untuk terus mengawal dunia usaha dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8%, turut menjadi suntikan motivasi yang signifikan bagi seluruh anggota Kadin. Haryara menegaskan bahwa Kadin berkomitmen penuh untuk senantiasa menjaga sinergi dan kekompakan melalui program strategis "Indonesia Incorporated," demi mewujudkan cita-cita ekonomi nasional yang lebih kuat dan berdaya saing.
Editor: Rockdisc