EraNusantara – Sebuah langkah strategis yang berpotensi mengubah lanskap industri kelapa sawit nasional telah diambil oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan PT Agrinas Palma Nusantara. Kedua institusi ini resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk membangun ekosistem perkebunan kelapa sawit yang kokoh dan berbasis koperasi, menjanjikan era baru bagi pengelolaan lahan dan kesejahteraan petani.
Abdul Ghani, Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, menjelaskan bahwa perusahaannya kini mengemban amanah besar untuk mengelola lahan perkebunan sawit di kawasan hutan yang sebelumnya telah diambil alih oleh Satuan Tugas Penanganan Hak Penggunaan Hutan (Satgas PKH). Luas lahan yang tengah dalam proses verifikasi ini mencapai sekitar 850.000 hektare dan direncanakan akan diperluas hingga menyentuh angka fantastis 1,25 juta hektare.

Menurut Ghani, sesuai regulasi yang berlaku, minimal 20% dari total lahan tersebut wajib dialokasikan untuk pola plasma. Ini berarti, dalam jangka panjang, setidaknya 250.000 hektare akan dikelola oleh masyarakat melalui koperasi, yang diperkirakan akan membentuk sekitar 250 unit koperasi baru. "Tentu kami akan patuh pada kebijakan pemerintah," tegas Ghani dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).
Tidak berhenti di situ, Agrinas Palma Nusantara juga akan merangkul lebih dari 120.000 hektare lahan sawit rakyat yang selama ini belum memiliki ikatan formal. Ghani menjelaskan, para petani sawit rakyat ini akan diajak bermitra secara legal, dengan tujuan utama agar lahan mereka dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan melalui wadah koperasi. "Selama ini status mereka belum jelas, kami akan bentuk koperasi untuk plasma dan menghimpun sawit-sawit rakyat ini menjadi satu kelompok koperasi, tentu dengan kewenangan Pak Menteri dan jajaran pemerintah daerah," imbuhnya.
Di sisi lain, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyambut baik kolaborasi ini. Ia mengungkapkan bahwa Kemenkop telah memiliki basis kuat dengan 1.135 koperasi sawit yang eksis saat ini. "Kerja sama ini adalah fondasi awal untuk mengembangkan model koperasi sawit yang lebih maju dan profesional," tutur Ferry. Ia menegaskan kembali komitmen bahwa sekitar 20% dari lahan produktif nantinya akan diamanahkan kepada koperasi plasma.
Kemenkop, lanjut Ferry, siap menyediakan infrastruktur serta dukungan Badan Layanan Umum (BLU) untuk pembinaan intensif bagi koperasi petani sawit yang bermitra dengan Agrinas Palma Nusantara. "Kami akan mendampingi mereka agar pengelolaan koperasi menjadi lebih baik dan profesional. Dukungan ini juga diharapkan dapat meringankan beban tugas PT Agrinas Palma Nusantara dalam mengelola perkebunan sawit," pungkas Ferry, menegaskan komitmen Kemenkop dalam mewujudkan kesejahteraan petani sawit melalui jalur koperasi.
(eranusantara.co)
Editor: Rockdisc