Heboh Tuduhan Keuntungan Prabowo dari Program Makan Gratis: BGN Beri Klarifikasi Mengejutkan, Bongkar Fakta di Balik Narasi Palsu!
EraNusantara – Badan Gizi Nasional (BGN) dengan tegas membantah narasi yang beredar luas di platform media sosial, menuding Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, telah mengeluarkan pernyataan terkait mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dugaan pembagian keuntungan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto. BGN memastikan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan disinformasi yang sengaja disebarkan untuk menyesatkan publik.

Pihak BGN secara resmi mengklarifikasi bahwa pernyataan kontroversial yang mencatut nama Nanik Sudaryati Deyang, Kepala BGN, tidak pernah keluar dari dirinya maupun kanal komunikasi resmi lembaga. Informasi semacam ini, menurut BGN, merupakan bentuk disinformasi yang berpotensi memicu kesalahpahaman dan kegaduhan di tengah masyarakat. "Saya ingin menegaskan kembali, narasi yang tersebar luas itu sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah melontarkan pernyataan apa pun yang termuat dalam pesan viral di media sosial maupun aplikasi percakapan," ujar Nanik dalam rilis persnya yang diterima eranusantara.co pada Sabtu lalu.
Nanik menambahkan, modus operandi pihak tak bertanggung jawab seringkali melibatkan pencatutan nama pejabat publik untuk membangun narasi provokatif yang bertujuan memancing reaksi publik. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar senantiasa bersikap kritis dan cermat dalam menyaring serta menyebarluaskan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
Ia menekankan pentingnya masyarakat untuk selalu mengonfirmasi kebenaran informasi melalui kanal-kanal resmi. "Jangan sampai kita terjebak dalam pusaran informasi yang tidak jelas asal-usulnya, karena hal itu hanya akan menciptakan kesalahpahaman dan perpecahan," tegasnya. BGN juga menegaskan bahwa setiap pernyataan resmi lembaga hanya akan disampaikan melalui keterangan pers, situs web resmi, atau akun media sosial yang telah terverifikasi. Segala informasi yang beredar di luar saluran-saluran tersebut tidak dapat dianggap sebagai rujukan yang valid dan sah.
Sebagai lembaga yang mengemban amanah pelaksanaan Program MBG, BGN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga ekosistem digital yang sehat. Hal ini berarti mengedepankan fakta, menolak konten manipulatif, provokatif, dan fitnah yang merusak. "Kami menyerukan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam berinteraksi di media digital dan selalu memprioritaskan verifikasi informasi. BGN sendiri akan tetap konsisten berfokus pada tugas utama dan program pelayanan kepada masyarakat, sesuai mandat yang telah diamanahkan oleh pemerintah," tutup Nanik.
Editor: Rockdisc