Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Terkuak! Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000, Industri Manufaktur Menjerit: Ancaman Ganda Ini Bisa Lumpuhkan Ekonomi Nasional!

    11-06-2026 - 05.06

    PBB Peringatkan Kelaparan Besar, Prabowo Ungkap Tameng Ganda Indonesia: Bukan Hanya Pangan, Tapi Juga Energi!

    11-06-2026 - 02.06

    Bansos Rp 5,4 Juta: Hoax atau Fakta? Jubir Luhut Buka-bukaan, Ungkap Kebenaran di Balik Pernyataan yang Bikin Geger!

    10-06-2026 - 22.06
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Terkuak! Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000, Industri Manufaktur Menjerit: Ancaman Ganda Ini Bisa Lumpuhkan Ekonomi Nasional!
    • PBB Peringatkan Kelaparan Besar, Prabowo Ungkap Tameng Ganda Indonesia: Bukan Hanya Pangan, Tapi Juga Energi!
    • Bansos Rp 5,4 Juta: Hoax atau Fakta? Jubir Luhut Buka-bukaan, Ungkap Kebenaran di Balik Pernyataan yang Bikin Geger!
    • Masa Depan Kerja di Ujung Tanduk? Menaker RI Bongkar Solusi Tak Terduga Hadapi Gempuran AI!
    • Alarm Merah Keuangan Daerah: 39 Pemda Terancam Gagal Bayar Gaji PPPK, Menkeu Purbaya Siapkan Solusi Darurat Bersama Kemendagri!
    • Modal KUR dan Motor Mio, Pasutri Klaten Ini Sulap Usaha Gitar Jadi Fenomena Ekspor Ribuan Unit Usai Dikunjungi Mendag: Kisah Inspiratif UMKM Lokal Menembus Batas Dunia!
    • Geger! Luhut Buka-bukaan Potensi Ratusan Miliar Dolar AS Siap Guyur Ekonomi RI, Bali Jadi Kunci Utama?
    • Gebrakkan Bulog! Beraskita Premium Rp 14.900/Kg Bakal Hadir, Mampukah Stabilkan Harga Pangan Nasional?
    • Terbongkar! Rencana Ambisius Pemerintah Sasar 64 Juta UMKM: Bukan Sekadar Pajak, Tapi Masa Depan Ekonomi RI!
    • Heboh Isu Menkeu Baru! Ekonom Chatib Basri Angkat Bicara Usai Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana, Jawabannya Mengejutkan Publik!
    Kamis, 11 Juni 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Terkuak! Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000, Industri Manufaktur Menjerit: Ancaman Ganda Ini Bisa Lumpuhkan Ekonomi Nasional!

      11-06-2026 - 05.06

      PBB Peringatkan Kelaparan Besar, Prabowo Ungkap Tameng Ganda Indonesia: Bukan Hanya Pangan, Tapi Juga Energi!

      11-06-2026 - 02.06

      Bansos Rp 5,4 Juta: Hoax atau Fakta? Jubir Luhut Buka-bukaan, Ungkap Kebenaran di Balik Pernyataan yang Bikin Geger!

      10-06-2026 - 22.06

      Masa Depan Kerja di Ujung Tanduk? Menaker RI Bongkar Solusi Tak Terduga Hadapi Gempuran AI!

      10-06-2026 - 19.06

      Alarm Merah Keuangan Daerah: 39 Pemda Terancam Gagal Bayar Gaji PPPK, Menkeu Purbaya Siapkan Solusi Darurat Bersama Kemendagri!

      10-06-2026 - 16.06
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Terkuak! Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000, Industri Manufaktur Menjerit: Ancaman Ganda Ini Bisa Lumpuhkan Ekonomi Nasional!

    Terkuak! Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000, Industri Manufaktur Menjerit: Ancaman Ganda Ini Bisa Lumpuhkan Ekonomi Nasional!

    Ekonomi 11-06-2026 - 05.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Terkuak! Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000, Industri Manufaktur Menjerit: Ancaman Ganda Ini Bisa Lumpuhkan Ekonomi Nasional!

    EraNusantara – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini bukan lagi sekadar angka di pasar keuangan, melainkan sebuah realitas pahit yang kian menghantam sektor riil, terutama industri manufaktur. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengungkapkan bahwa dampak depresiasi mata uang Garuda ini semakin terasa dan membebani pelaku usaha. Rupiah sempat diperdagangkan di level Rp 18.000, meskipun kini sedikit mereda di kisaran Rp 17.944, namun gejolak ini telah menimbulkan kekhawatiran serius.

    Shinta menjelaskan, sektor manufaktur menjadi garda terdepan yang paling rentan terhadap fluktuasi rupiah. Alasannya jelas: struktur produksi nasional masih sangat bergantung pada bahan baku dan barang antara impor, mencapai sekitar 70%. Ketika rupiah melemah, biaya untuk membeli komponen impor otomatis melambung tinggi, secara langsung menggerus margin keuntungan dan meningkatkan biaya produksi perusahaan. "Tekanan terhadap rupiah ini sudah terjadi secara bertahap sejak awal tahun, sehingga dampaknya terhadap sektor riil kini semakin terasa," ujar Shinta kepada eranusantara.co baru-baru ini.

    Terkuak! Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000, Industri Manufaktur Menjerit: Ancaman Ganda Ini Bisa Lumpuhkan Ekonomi Nasional!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Namun, tantangan yang dihadapi industri tidak hanya berasal dari nilai tukar semata. Pelaku usaha juga harus berjibaku dengan tingginya biaya logistik, energi, dan pembiayaan yang masih menjadi duri dalam daging. "Kondisi ini juga terjadi di tengah biaya logistik, energi, dan pembiayaan yang masih relatif tinggi. Jadi, yang dihadapi pelaku usaha saat ini bukan hanya tekanan nilai tukar, tetapi tekanan biaya berlapis atau externally driven cost pressure," tambah Shinta, menggambarkan situasi yang semakin kompleks.

    Kombinasi tekanan ini menciptakan dilema ganda bagi perusahaan. Di satu sisi, biaya produksi terus membengkak, namun di sisi lain, ruang untuk menaikkan harga jual produk sangat terbatas. Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dan ketatnya persaingan pasar menjadi penghalang utama. Akibatnya, margin keuntungan perusahaan tergerus, arus kas menjadi lebih ketat, dan ruang untuk ekspansi bisnis pun semakin menyempit.

    Shinta juga menekankan bahwa dampak pelemahan rupiah tidak dirasakan secara merata. Perusahaan yang memiliki kandungan bahan baku lokal lebih tinggi atau berorientasi ekspor cenderung lebih tangguh, karena mereka memiliki "pelindung alami" terhadap gejolak kurs. Sebaliknya, industri yang mayoritas bahan bakunya masih impor dan pasarnya domestik akan menghadapi tekanan yang jauh lebih besar. "Kalau volatilitas nilai tukar tinggi, biaya produksi sulit diprediksi, dan tekanan eksternal terus berlanjut, maka appetite perusahaan untuk ekspansi tentu akan lebih berhati-hati. Banyak perusahaan akan masuk ke mode wait and see, lebih selektif, dan menunda keputusan ekspansi sampai kondisi makro lebih stabil," jelasnya.

    Menanggapi situasi ini, Apindo berharap pemerintah bersama otoritas moneter terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat kepercayaan pasar. Selain itu, Shinta juga mendesak pemerintah untuk menekan berbagai sumber biaya ekonomi domestik, seperti logistik, energi, perizinan, hingga biaya pembiayaan. Koordinasi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, perdagangan, perindustrian, investasi, dan ketenagakerjaan menjadi krusial agar stabilisasi ekonomi dapat berjalan tanpa mengorbankan pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja.

    "Dalam situasi ketika tekanan eksternal meningkat, pengurangan biaya-biaya domestik menjadi sangat penting agar industri tidak kehilangan daya saing. Pemerintah juga perlu memastikan kelancaran pasokan bahan baku dan energi bagi industri. Ketersediaan bahan baku, distribusi energi yang memadai, serta efisiensi rantai pasok menjadi kunci agar tekanan biaya tidak semakin besar," pungkas Shinta, menegaskan urgensi tindakan komprehensif untuk menjaga denyut nadi perekonomian nasional.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    PBB Peringatkan Kelaparan Besar, Prabowo Ungkap Tameng Ganda Indonesia: Bukan Hanya Pangan, Tapi Juga Energi!

    Ekonomi 11-06-2026 - 02.06

    Bansos Rp 5,4 Juta: Hoax atau Fakta? Jubir Luhut Buka-bukaan, Ungkap Kebenaran di Balik Pernyataan yang Bikin Geger!

    Ekonomi 10-06-2026 - 22.06

    Masa Depan Kerja di Ujung Tanduk? Menaker RI Bongkar Solusi Tak Terduga Hadapi Gempuran AI!

    Ekonomi 10-06-2026 - 19.06

    Alarm Merah Keuangan Daerah: 39 Pemda Terancam Gagal Bayar Gaji PPPK, Menkeu Purbaya Siapkan Solusi Darurat Bersama Kemendagri!

    Ekonomi 10-06-2026 - 16.06

    Modal KUR dan Motor Mio, Pasutri Klaten Ini Sulap Usaha Gitar Jadi Fenomena Ekspor Ribuan Unit Usai Dikunjungi Mendag: Kisah Inspiratif UMKM Lokal Menembus Batas Dunia!

    Ekonomi 10-06-2026 - 12.06

    Geger! Luhut Buka-bukaan Potensi Ratusan Miliar Dolar AS Siap Guyur Ekonomi RI, Bali Jadi Kunci Utama?

    Ekonomi 10-06-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Rahasia di Balik Kebijakan Keuangan Baru: Purbaya vs. Sri Mulyani, Siapa yang Lebih Tepat?

    16-09-2025 - 19.0616 Views

    UU Konsumen Ancam Tutup UMKM? Sanksi 5 Tahun Penjara & Denda Miliar Bikin Geger!

    05-06-2025 - 19.0611 Views

    Rekor! Ekspor Ikan RI Tembus Triliunan Rupiah Saat Lebaran, Rahasianya?

    08-04-2025 - 11.4411 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.