EraNusantara – Di tengah bayang-bayang ancaman kelaparan besar yang diserukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan posisi kuat Indonesia. Ia memastikan bahwa ketahanan pangan dan energi menjadi prioritas utama, bahkan mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan sedang menuju kemandirian energi. Pernyataan ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran global yang semakin meningkat.
Berbicara di hadapan para pengusaha muda dalam Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII di Lampung, baru-baru ini, Prabowo menyoroti kondisi global yang memprihatinkan. "Banyak negara dalam keadaan panik, mereka sulit mencari makan. PBB juga sudah warning tahun ini akan ada kelaparan besar-besaran," ujarnya, sebagaimana dikutip eranusantara.co. Namun, ia bersyukur, Indonesia justru menunjukkan kekuatan dan stabilitas dalam pasokan pangannya. "Kita alhamdulillah kuat. Ini tak bisa kita tutup mata," tambahnya.

Prabowo menekankan bahwa swasembada pangan bukanlah hal sepele, melainkan fondasi utama eksistensi sebuah bangsa. "Kita sekarang sudah swasembada pangan, jangan kau anggap pangan tidak penting, tanpa pangan tidak ada republik manapun di dunia ini, tidak ada negara tanpa pangan," tegasnya, menggarisbawahi betapa fundamentalnya ketersediaan pangan bagi kedaulatan dan keberlangsungan sebuah negara.
Tak berhenti pada pangan, Prabowo juga mengungkapkan ambisi Indonesia untuk mencapai swasembada energi. "Saudara-saudara, kita juga menuju swasembada energi. Kita bekerja keras," ungkapnya. Dengan perhitungan matang, ia menargetkan dalam tiga tahun ke depan, Indonesia akan menjadi negara yang sangat kuat di bidang energi. "Perhitungan kita 3 tahun lagi kita benar-benar sangat kuat di bidang energi," pungkasnya. Komitmen terhadap ketahanan pangan dan energi ini menjadi pilar utama visi Prabowo dalam membangun kemandirian dan stabilitas nasional, memastikan Indonesia mampu menghadapi gejolak global yang semakin tidak menentu.
Editor: Rockdisc