Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Paradoks Emas: Saat Gejolak Global Memanas, Mengapa Harga Logam Mulia Justru Terjun Bebas? Bukan Sekadar Perang, Ini Pemicu Tak Terduga yang Mengguncang Investor!

    23-03-2026 - 19.06

    APBN Tercekik Harga Minyak Dunia: Potong Gaji Menteri dan DPR, Solusi Nyata atau Sekadar Angka Kosmetik di Tengah Tekanan Defisit?

    23-03-2026 - 05.06

    Dilema Neraka Bisnis Kecil AS: Perang Timur Tengah Picu Krisis Harga, Tapi Konsumen Menolak Bayar Lebih! Apa Solusi Mereka?

    22-03-2026 - 19.06
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Paradoks Emas: Saat Gejolak Global Memanas, Mengapa Harga Logam Mulia Justru Terjun Bebas? Bukan Sekadar Perang, Ini Pemicu Tak Terduga yang Mengguncang Investor!
    • APBN Tercekik Harga Minyak Dunia: Potong Gaji Menteri dan DPR, Solusi Nyata atau Sekadar Angka Kosmetik di Tengah Tekanan Defisit?
    • Dilema Neraka Bisnis Kecil AS: Perang Timur Tengah Picu Krisis Harga, Tapi Konsumen Menolak Bayar Lebih! Apa Solusi Mereka?
    • Terkauk! Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah Suntik Modal Negara ke Agrinas Pangan, Ini Strategi Rp 240 Triliun untuk Selamatkan APBN dari Jebakan Risiko!
    • Terungkap! Trik Belanja Cerdas di Transmart Full Day Sale: AC Polytron Diskon Rp 1,3 Juta, Begini Cara Maksimalkan Keuntungan Anda!
    • Rahasia di Balik Ladang Jagung Ohio: AS Siap Lahirkan Drone Tempur ‘FURY’ yang Bakal Mengubah Taktik Perang Modern!
    • Terbongkar! Rahasia Dapur Super Hemat dari Pertamina: Jangan Kaget Kalau Tagihan LPG Anjlok Drastis!
    • Revolusi Gizi Nasional: Kepala BGN Tantang Koki dan Ahli Gizi Ciptakan Menu Bintang 5 Hanya dengan Rp 10.000! Mungkinkah?
    • Mudik Lebaran Anti-Stres! BRI Bongkar Jurus Ampuh Hindari Antrean Tol Panjang yang Bikin Frustrasi, Siap-siap Terkejut dengan Kemudahannya!
    • Timur Tengah Memanas, Ekonomi Global Terancam Krisis! Wamen RI Ungkap Strategi Kunci ASEAN Jaga Stabilitas dan Ketahanan Kawasan
    Senin, 23 Maret 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Paradoks Emas: Saat Gejolak Global Memanas, Mengapa Harga Logam Mulia Justru Terjun Bebas? Bukan Sekadar Perang, Ini Pemicu Tak Terduga yang Mengguncang Investor!

      23-03-2026 - 19.06

      APBN Tercekik Harga Minyak Dunia: Potong Gaji Menteri dan DPR, Solusi Nyata atau Sekadar Angka Kosmetik di Tengah Tekanan Defisit?

      23-03-2026 - 05.06

      Dilema Neraka Bisnis Kecil AS: Perang Timur Tengah Picu Krisis Harga, Tapi Konsumen Menolak Bayar Lebih! Apa Solusi Mereka?

      22-03-2026 - 19.06

      Terkauk! Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah Suntik Modal Negara ke Agrinas Pangan, Ini Strategi Rp 240 Triliun untuk Selamatkan APBN dari Jebakan Risiko!

      22-03-2026 - 05.06

      Terungkap! Trik Belanja Cerdas di Transmart Full Day Sale: AC Polytron Diskon Rp 1,3 Juta, Begini Cara Maksimalkan Keuntungan Anda!

      21-03-2026 - 19.06
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Paradoks Emas: Saat Gejolak Global Memanas, Mengapa Harga Logam Mulia Justru Terjun Bebas? Bukan Sekadar Perang, Ini Pemicu Tak Terduga yang Mengguncang Investor!

    Paradoks Emas: Saat Gejolak Global Memanas, Mengapa Harga Logam Mulia Justru Terjun Bebas? Bukan Sekadar Perang, Ini Pemicu Tak Terduga yang Mengguncang Investor!

    Ekonomi 23-03-2026 - 19.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Paradoks Emas: Saat Gejolak Global Memanas, Mengapa Harga Logam Mulia Justru Terjun Bebas? Bukan Sekadar Perang, Ini Pemicu Tak Terduga yang Mengguncang Investor!

    EraNusantara – Harga emas dunia mengalami guncangan hebat, anjlok drastis di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Situasi ini, yang memicu gangguan pasokan minyak global dan infrastruktur energi, secara mengejutkan justru menyeret harga logam mulia ini ke level terendah sejak era 1980-an.

    Penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa. Melansir eranusantara.co, sepanjang perdagangan sepekan terakhir, harga emas global merosot tajam hingga 11%, mencatatkan kerugian terbesar sejak tahun 1983. Jika dihitung sejak awal mula ketegangan AS dan Iran memanas, nilai emas bahkan telah tergerus lebih dari 14%. Padahal, pada tahun 2025, emas sempat mencetak rekor kenaikan tertinggi sejak 1979 sebesar 64% dan menyentuh US$ 5.000 per troy ons pada Januari lalu, sebelum kini tergelincir di bawah US$ 4.500 per troy ons pada Jumat lalu.

    Paradoks Emas: Saat Gejolak Global Memanas, Mengapa Harga Logam Mulia Justru Terjun Bebas? Bukan Sekadar Perang, Ini Pemicu Tak Terduga yang Mengguncang Investor!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Secara tradisional, emas dikenal sebagai aset "safe haven" yang dicari investor di kala ketidakpastian ekonomi, inflasi melonjak, mata uang melemah, atau krisis terjadi. Namun, skenario kali ini menunjukkan anomali. Kenaikan harga energi akibat konflik justru memaksa bank sentral di berbagai negara untuk mengevaluasi ulang prospek suku bunga, yang pada akhirnya memengaruhi daya tarik emas.

    Pergerakan harga emas sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter. Gejolak yang terjadi saat ini memicu penguatan dolar AS dan mendorong investor untuk meninjau kembali portofolio mereka. Para pelaku pasar kini memprediksi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan suku bunga stabil sepanjang tahun ini. Data dari CME FedWatch mengindikasikan tidak akan ada penurunan suku bunga lebih lanjut. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan FOMC sebelumnya, serta proyeksi tidak adanya pemangkasan dalam beberapa bulan ke depan, secara langsung meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi.

    Tidak hanya The Fed, bank sentral di seluruh dunia juga menyesuaikan kebijakan suku bunga mereka sebagai respons terhadap perang Iran dan gejolak harga energi. Kekhawatiran inflasi yang membayangi mendorong mereka untuk mempertahankan suku bunga atau bahkan menaikkannya, seperti yang dilakukan oleh Reserve Bank of Australia. Kondisi ini membuat emas, yang tidak memberikan imbal hasil, menjadi kurang menarik dibandingkan aset lain.

    Sementara itu, dolar AS menunjukkan pemulihan signifikan bulan ini. Penguatan mata uang Paman Sam ini membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor internasional. Sejak dimulainya konflik AS dan Iran, indeks dolar telah melonjak hampir 2%. "Saya rasa dalam penurunan harga emas baru-baru ini, imbal hasil yang lebih tinggi memainkan peran besar," ujar Ekonom Fundstrat, Hardika Singh, seperti dikutip dari eranusantara.co. Emas umumnya diuntungkan saat dolar melemah, karena menjadi lebih terjangkau. Namun, penguatan dolar yang didorong oleh permintaan aset aman, kekhawatiran inflasi, dan prospek suku bunga tinggi, justru mengurangi daya tarik logam mulia ini.

    Euforia yang sempat mendorong harga emas melonjak tinggi selama dua tahun terakhir kini mulai mereda. Investor mungkin juga terpaksa menjual kepemilikan emas mereka untuk menutupi kerugian pada aset-aset lain yang lebih berisiko. Momentum kenaikan emas, yang puncaknya terjadi pada tahun 2025, kini menghadapi realitas pasar yang lebih kompleks, di mana faktor makroekonomi dan kebijakan moneter global memegang peranan krusial dalam menentukan arah pergerakannya.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    APBN Tercekik Harga Minyak Dunia: Potong Gaji Menteri dan DPR, Solusi Nyata atau Sekadar Angka Kosmetik di Tengah Tekanan Defisit?

    Ekonomi 23-03-2026 - 05.06

    Dilema Neraka Bisnis Kecil AS: Perang Timur Tengah Picu Krisis Harga, Tapi Konsumen Menolak Bayar Lebih! Apa Solusi Mereka?

    Ekonomi 22-03-2026 - 19.06

    Terkauk! Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah Suntik Modal Negara ke Agrinas Pangan, Ini Strategi Rp 240 Triliun untuk Selamatkan APBN dari Jebakan Risiko!

    Ekonomi 22-03-2026 - 05.06

    Terungkap! Trik Belanja Cerdas di Transmart Full Day Sale: AC Polytron Diskon Rp 1,3 Juta, Begini Cara Maksimalkan Keuntungan Anda!

    Ekonomi 21-03-2026 - 19.06

    Rahasia di Balik Ladang Jagung Ohio: AS Siap Lahirkan Drone Tempur ‘FURY’ yang Bakal Mengubah Taktik Perang Modern!

    Ekonomi 21-03-2026 - 05.06

    Terbongkar! Rahasia Dapur Super Hemat dari Pertamina: Jangan Kaget Kalau Tagihan LPG Anjlok Drastis!

    Ekonomi 20-03-2026 - 19.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Rahasia di Balik Kebijakan Keuangan Baru: Purbaya vs. Sri Mulyani, Siapa yang Lebih Tepat?

    16-09-2025 - 19.0616 Views

    UU Konsumen Ancam Tutup UMKM? Sanksi 5 Tahun Penjara & Denda Miliar Bikin Geger!

    05-06-2025 - 19.0610 Views

    Rekor! Ekspor Ikan RI Tembus Triliunan Rupiah Saat Lebaran, Rahasianya?

    08-04-2025 - 11.4410 Views
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.