EraNusantara – Pergantian tahun 2025 menuju 2026 membawa angin segar bagi sektor pertanian nasional. Tepat di detik pertama tahun baru, sistem penebusan pupuk bersubsidi langsung menunjukkan kinerja optimalnya, dengan mencatatkan 147 transaksi hanya dalam waktu 16 menit pertama. Fenomena ini menjadi indikator kuat kesiapan sistem distribusi dan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian sejak awal tahun anggaran.
Data yang dihimpun eranusantara.co menunjukkan, dari total transaksi tersebut, 74 di antaranya dilakukan melalui platform iPubers yang terintegrasi dengan KTP, sementara 73 transaksi lainnya memanfaatkan Kartu Tani. Ini menjadi bukti konkret kesiapan infrastruktur digital dalam penyaluran subsidi. Salah satu petani yang merasakan langsung kemudahan ini adalah Salim, anggota Kelompok Tani Timbul Jaya, Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Salim berhasil menebus 800 kilogram atau setara 16 sak pupuk urea di kios resmi UD Tunggul Makmur pada pukul 01.36 WIB, hanya beberapa jam setelah pergantian tahun. Dengan nada bersyukur, Salim mengungkapkan rasa leganya. "Saya coba menebus pupuk karena kios masih buka, dan ternyata sudah bisa ditebus. Alhamdulillah sangat membantu. Terima kasih Presiden Prabowo, pupuk lancar," ujar Salim dalam keterangan tertulis yang diterima eranusantara.co, Kamis (1/1/2026).
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alamsyah, menegaskan bahwa kelancaran penebusan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli petani. "Sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117 Tahun 2025, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi telah diturunkan sebesar 20 persen sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli petani," jelas Andi. Ia menambahkan, "Transaksi yang sudah tercatat sejak pukul 00.00 WIB membuktikan bahwa sistem iPubers dan Kartu Tani siap digunakan dan berfungsi optimal di lapangan sejak awal tahun anggaran."
Secara terpisah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya kepastian akses pupuk subsidi sejak hari pertama tahun anggaran. "Kami memastikan pupuk subsidi tersedia, tepat waktu, dan mudah diakses petani sejak awal tahun. Ini bagian dari langkah serius pemerintah menjaga stabilitas produksi dan mempercepat swasembada pangan nasional," tegas Amran, menggarisbawahi prioritas sektor pertanian dalam agenda pembangunan.
Kementerian Pertanian secara keseluruhan menegaskan bahwa keberhasilan penebusan pupuk subsidi yang mulus sejak awal tahun, kepastian harga sesuai HET yang telah diturunkan, serta kemudahan akses bagi petani, merupakan elemen krusial dalam penguatan tata kelola sarana produksi pertanian. Langkah ini diharapkan mampu menopang stabilitas sektor pertanian dan mempercepat realisasi agenda swasembada pangan nasional yang menjadi target utama pemerintah.
Editor: Rockdisc