Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Angka Fantastis! Rp 32,1 Triliun Digelontorkan BGN dalam 45 Hari, Bagaimana Dana Ini Menggerakkan Roda Ekonomi Daerah?

    14-02-2026 - 05.06

    Terkuak! Bank Jatim dan Kemendes PDT Satukan Kekuatan: Desa-desa di Jawa Timur Siap Jadi Magnet Ekonomi Baru, Ini Rinciannya!

    13-02-2026 - 19.06

    Terungkap! Strategi Jitu Kelola Keuangan Bisnis Jasa Agar Tumbuh Eksponensial di Tengah Persaingan Ketat

    13-02-2026 - 05.06
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Angka Fantastis! Rp 32,1 Triliun Digelontorkan BGN dalam 45 Hari, Bagaimana Dana Ini Menggerakkan Roda Ekonomi Daerah?
    • Terkuak! Bank Jatim dan Kemendes PDT Satukan Kekuatan: Desa-desa di Jawa Timur Siap Jadi Magnet Ekonomi Baru, Ini Rinciannya!
    • Terungkap! Strategi Jitu Kelola Keuangan Bisnis Jasa Agar Tumbuh Eksponensial di Tengah Persaingan Ketat
    • Terkuak! Strategi Jitu Maxim Sambut Lebaran 2026: Bukan Sekadar THR, Ada Bantuan Tak Terduga yang Bikin Ribuan Driver Tersenyum!
    • Siap-siap Mudik Lebaran 2026 Lebih Hemat! Pemerintah Godok Diskon Tol Fantastis Hingga 30%, Plus Jalur Fungsional Gratis Menanti!
    • Terungkap! Strategi Jitu Prabowo Hadapi Gempuran Impor dan Janji Jutaan Lapangan Kerja: Apa Kata Pengusaha?
    • Terungkap! Misi Mendesak Prabowo untuk Pengusaha dan Daftar Tuntutan APINDO yang Bakal Mengubah Peta Ekonomi Indonesia!
    • Roller Coaster Harga Cabai Bikin Petani dan Konsumen Pusing? Mentan Siapkan Jurus Pamungkas Atasi Fluktuasi Ekstrem!
    • Geger! Harga Sapi Hidup ‘Digoreng’ Jelang Lebaran: Sidak Mendadak Ungkap Modus Licik di RPH, Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas!
    • HEBOH! Mudik Lebaran 2026 Makin Ringan di Kantong: Pemerintah Tanggung PPN 100% Tiket Pesawat, Begini Cara Nikmatinya!
    Sabtu, 14 Februari 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Angka Fantastis! Rp 32,1 Triliun Digelontorkan BGN dalam 45 Hari, Bagaimana Dana Ini Menggerakkan Roda Ekonomi Daerah?

      14-02-2026 - 05.06

      Terkuak! Bank Jatim dan Kemendes PDT Satukan Kekuatan: Desa-desa di Jawa Timur Siap Jadi Magnet Ekonomi Baru, Ini Rinciannya!

      13-02-2026 - 19.06

      Terungkap! Strategi Jitu Kelola Keuangan Bisnis Jasa Agar Tumbuh Eksponensial di Tengah Persaingan Ketat

      13-02-2026 - 05.06

      Terkuak! Strategi Jitu Maxim Sambut Lebaran 2026: Bukan Sekadar THR, Ada Bantuan Tak Terduga yang Bikin Ribuan Driver Tersenyum!

      12-02-2026 - 19.06

      Siap-siap Mudik Lebaran 2026 Lebih Hemat! Pemerintah Godok Diskon Tol Fantastis Hingga 30%, Plus Jalur Fungsional Gratis Menanti!

      12-02-2026 - 05.06
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Reshuffle Kabinet: Mungkinkah Menteri Keuangan Baru Selamatkan Ekonomi Indonesia dari Jebakan Pertumbuhan Semu?

    Reshuffle Kabinet: Mungkinkah Menteri Keuangan Baru Selamatkan Ekonomi Indonesia dari Jebakan Pertumbuhan Semu?

    Ekonomi 13-09-2025 - 05.062 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Reshuffle Kabinet: Mungkinkah Menteri Keuangan Baru Selamatkan Ekonomi Indonesia dari Jebakan Pertumbuhan Semu?

    EraNusantara – Pergantian menteri keuangan selalu menjadi perhatian publik. Penggantian terbaru ini tak terkecuali, bahkan sempat memicu reaksi negatif di pasar. IHSG sempat tertekan dan rupiah melemah terhadap dolar AS. Namun, gejolak ini hanya sementara; IHSG dan nilai tukar rupiah segera pulih. Tantangan besar kini menanti menteri keuangan baru.

    Menteri keuangan bukan hanya teknokrat, tetapi juga aktor kunci politik-ekonomi yang menentukan kebijakan fiskal, stabilitas makro, dan sentimen pasar. Tantangan utama yang dihadapi adalah mengatasi anomali pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di atas 5% memang terlihat positif, namun realitanya menunjukkan sejumlah kejanggalan.

    Reshuffle Kabinet: Mungkinkah Menteri Keuangan Baru Selamatkan Ekonomi Indonesia dari Jebakan Pertumbuhan Semu?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Gelombang PHK meningkat, terutama di sektor manufaktur dan tekstil, akibat melemahnya permintaan global dan membanjirnya impor pakaian bekas. Hal ini menciptakan pengangguran terbuka dan terselubung. Lebih mengkhawatirkan lagi, pertumbuhan ekonomi justru mendorong perpindahan pekerja dari sektor formal ke informal, memperlihatkan struktur ekonomi yang rapuh.

    Data juga menunjukkan penurunan tabungan masyarakat menengah bawah, fenomena yang dikenal sebagai "mantab" (makan tabungan). Ini berarti pertumbuhan ekonomi belum meningkatkan daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah, dan ketimpangan pendapatan tetap tinggi. Kredit perbankan juga melambat, dipicu oleh melemahnya permintaan kredit dari dunia usaha dan peningkatan NPL. UMKM pun tertekan.

    Menteri keuangan baru tak cukup hanya mengejar angka pertumbuhan. Kualitas pertumbuhan jauh lebih penting. Ia harus menciptakan pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja layak, mendorong UMKM naik kelas, memperluas kelas menengah, dan memperkuat struktur ekonomi daerah.

    Program penambahan likuiditas perbankan senilai Rp 200 triliun memang dipahami, namun ini hanya solusi jangka pendek dan berisiko. Likuiditas perbankan sudah cukup, masalah utamanya adalah rendahnya permintaan kredit. Menambah likuiditas di tengah permintaan rendah dan risiko tinggi justru bisa kontraproduktif.

    Sebagai alternatif, diperlukan kebijakan yang mampu menciptakan permintaan pasar kredit. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG tak hanya fokus pada gizi anak sekolah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah berbasis produk lokal, dipadukan dengan penguatan Koperasi Merah Putih di setiap desa. Integrasi MBG dan Koperasi Merah Putih diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat.

    Langkah menteri keuangan meminta laporan real time dari Badan Gizi Nasional (BGN) adalah langkah tepat untuk mendorong MBG sebagai motor penggerak perekonomian, mewujudkan konsep "desa mengepung kota" untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan adil. Meskipun penuh tantangan, MBG dan penguatan koperasi, jika dirancang sebagai investasi jangka panjang, bisa memperkuat basis pajak dan pendapatan negara yang berkelanjutan.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Angka Fantastis! Rp 32,1 Triliun Digelontorkan BGN dalam 45 Hari, Bagaimana Dana Ini Menggerakkan Roda Ekonomi Daerah?

    Ekonomi 14-02-2026 - 05.06

    Terkuak! Bank Jatim dan Kemendes PDT Satukan Kekuatan: Desa-desa di Jawa Timur Siap Jadi Magnet Ekonomi Baru, Ini Rinciannya!

    Ekonomi 13-02-2026 - 19.06

    Terungkap! Strategi Jitu Kelola Keuangan Bisnis Jasa Agar Tumbuh Eksponensial di Tengah Persaingan Ketat

    Ekonomi 13-02-2026 - 05.06

    Terkuak! Strategi Jitu Maxim Sambut Lebaran 2026: Bukan Sekadar THR, Ada Bantuan Tak Terduga yang Bikin Ribuan Driver Tersenyum!

    Ekonomi 12-02-2026 - 19.06

    Siap-siap Mudik Lebaran 2026 Lebih Hemat! Pemerintah Godok Diskon Tol Fantastis Hingga 30%, Plus Jalur Fungsional Gratis Menanti!

    Ekonomi 12-02-2026 - 05.06

    Terungkap! Strategi Jitu Prabowo Hadapi Gempuran Impor dan Janji Jutaan Lapangan Kerja: Apa Kata Pengusaha?

    Ekonomi 11-02-2026 - 19.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Rahasia di Balik Kebijakan Keuangan Baru: Purbaya vs. Sri Mulyani, Siapa yang Lebih Tepat?

    16-09-2025 - 19.0615 Views

    UU Konsumen Ancam Tutup UMKM? Sanksi 5 Tahun Penjara & Denda Miliar Bikin Geger!

    05-06-2025 - 19.069 Views

    Rekor! Ekspor Ikan RI Tembus Triliunan Rupiah Saat Lebaran, Rahasianya?

    08-04-2025 - 11.448 Views
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.