EraNusantara – Sebuah langkah strategis penting dalam jajaran pemerintahan terjadi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (14/9/2026). Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Penunjukan ini segera menarik perhatian luas, terutama dari kalangan pasar dan pengamat ekonomi, yang menanti arah kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan baru. Namun, Suahasil dengan cepat memberikan sinyal kuat bahwa tidak ada alasan untuk khawatir, menegaskan bahwa ini adalah "kelanjutan" bukan "perubahan" arah.
Suahasil Nazara bukanlah sosok asing di lingkungan Kementerian Keuangan. Jejak kariernya yang panjang dan mendalam di sektor keuangan negara menjadi modal utama dalam mengemban amanah besar ini. Ia sebelumnya kembali menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih sejak 21 Oktober 2024. Rekam jejaknya mencakup berbagai posisi strategis, seperti anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009-2011), Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (2009-2015), Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (2010-2015), serta anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013-2014). Puncaknya, ia dipercaya sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif pada 31 Oktober 2016, sebelum kemudian diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju pada 25 Oktober 2019, mendampingi Menteri Keuangan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan fiskal nasional.

Dukungan Kuat dari Wakil Presiden Gibran
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menyampaikan apresiasi dan keyakinannya atas pelantikan Suahasil Nazara. Dalam keterangan tertulis Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden, Gibran menyatakan, "Saya mengucapkan selamat bertugas kepada Bapak Suahasil Nazara yang baru saja dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Bapak Presiden."
Menurut Gibran, pengalaman dan kompetensi Suahasil menjadikannya figur yang tepat untuk mengelola keuangan negara. "Dengan pengalaman dan kompetensi beliau, saya percaya Bapak Suahasil merupakan figur yang tepat untuk mengelola APBN agar lebih sehat dan kredibel, melakukan perbaikan tata kelola keuangan negara, memperkuat fiskal pusat dan daerah, serta memperkuat sistem keuangan dalam mencegah korupsi dan inefisiensi penggunaan keuangan negara," terang Gibran, menggarisbawahi harapan besar terhadap kinerja Menteri Keuangan yang baru.
Pesan Penenang untuk Pasar: Ini Adalah Kelanjutan
Usai dilantik, Suahasil Nazara langsung memberikan pesan penenang kepada pelaku pasar. Ia meminta agar tidak ada kekhawatiran berlebihan terkait arah pengelolaan keuangan negara. "Tentu nanti kita kita lihat ya, tapi kan pasar punya logikanya sendiri, silakan silakan saja, tapi menurut saya ini bukan perubahan yang apa ya. Ini adalah kelanjutan aja, bukan perubahan, kelanjutan, dan teman-teman juga tahu saya selama ini juga di dalam Kementerian Keuangan. Jadi, kita akan terus bekerja, kita akan terus melanjutkan menjaga keuangan negara dengan cara yang akan lebih baik," tegas Suahasil di Istana Negara.
Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tugas menjaga keuangan negara agar APBN tetap sehat dan kredibel, yang pada akhirnya dapat menumbuhkan serta menstabilkan perekonomian Indonesia. Selain itu, Suahasil juga diamanatkan untuk memperkuat Kementerian Keuangan sebagai institusi negara yang sangat besar, dengan 77.000 pegawai yang bekerja di seluruh Indonesia. "Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi, saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah," jelasnya.
Komitmen Defisit APBN di Bawah 3% dan Arahan Presiden Prabowo
Salah satu poin krusial yang ditekankan Suahasil adalah komitmennya untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). "Defisit akan tetap di bawah 3%," tegas Suahasil.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Tugas utama yang diembankan adalah memastikan APBN dapat menjalankan program-program prioritas pemerintah secara efektif, sambil tetap menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan fiskal.
Dengan rekam jejak yang solid dan dukungan penuh dari jajaran kepemimpinan, Suahasil Nazara diharapkan mampu membawa APBN Indonesia menuju kondisi yang lebih sehat, kredibel, dan adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi global, sekaligus menjadi pilar utama penopang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional.
Informasi selengkapnya mengenai perkembangan kebijakan fiskal dan ekonomi dapat Anda ikuti melalui laporan mendalam di eranusantara.co.
Editor: Rockdisc