EraNusantara – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya rumor panas mengenai praktik jual-beli jabatan senilai fantastis, Rp 100 miliar. Isu ini, yang menyebar cepat di platform media sosial TikTok, langsung ditanggapi oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dengan tegas membantah kebenaran informasi tersebut. Ia menyatakan kebingungannya atas asal muasal desas-desus yang mencatut namanya.
"Katanya Pak Purbaya ngumpulin uang Rp 100 miliar untuk posisi-posisi tertentu. Saya bingung dari mana isu itu keluar," ungkap Purbaya dalam arahannya usai melantik ratusan pejabat Eselon II dan III di lingkungan Kemenkeu, Jakarta Pusat, seperti dilansir eranusantara.co baru-baru ini. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi liar yang berpotensi merusak citra institusi keuangan negara.

Sepanjang tahun ini, Purbaya menjelaskan bahwa Kemenkeu memang telah aktif melakukan berbagai rotasi, mutasi, promosi, hingga pengisian jabatan. Langkah ini, menurutnya, adalah bagian dari upaya menjaga kesehatan dan dinamika organisasi. "Kita perlu melakukan penyegaran, kita perlu memberikan kesempatan kepada orang-orang yang baik untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Kita juga perlu menempatkan orang yang tepat, pada posisi yang tepat, sesuai dengan tantangan yang kita hadapi," tegasnya, menekankan pentingnya efisiensi dan efektivitas birokrasi dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Mengenai mekanisme pengisian jabatan, Purbaya memaparkan bahwa ada tim khusus yang bertugas mengusulkan calon-calon pejabat. Usulan tersebut kemudian akan dievaluasi secara mendalam oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkeu. Purbaya menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam setiap proses ini. "Yang jelas kita harus, pertama menjaga integritas. Kalau saya pernah terima uang, isu itu yang tadi Rp 100 miliar itu, pasti laku dengan cepat. Untung saya nggak pernah terima. Apa sayangnya nggak pernah terima? Untung nggak pernah terima. Jadi, integritas itu amat penting," pungkasnya, menunjukkan betapa krusialnya kejujuran dalam birokrasi untuk mempertahankan kepercayaan publik.
Editor: Rockdisc