EraNusantara – Kinerja gemilang PT Pegadaian menjadi sorotan utama, bahkan hingga ke telinga Presiden RI Prabowo Subianto. Bukan tanpa alasan, perusahaan pelat merah ini berhasil menorehkan catatan positif yang mengesankan, khususnya pada paruh pertama tahun 2026. Dalam sebuah pidato yang menggema, Presiden Prabowo secara eksplisit menyoroti lonjakan laba bersih sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Pegadaian termasuk di dalamnya sebagai salah satu bintang yang bersinar terang.
"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran," ungkap Prabowo beberapa waktu lalu, merujuk pada reformasi yang telah membuahkan hasil signifikan. Ia merinci bagaimana laba bersih PT Semen Indonesia melesat 408,9%, PT Pupuk Indonesia melonjak 252,8%, dan PT Pertamina tumbuh 86%. Di tengah deretan angka fantastis tersebut, Pegadaian tak kalah memukau dengan kenaikan laba bersih sebesar 84,4%.

Menurut Prabowo, peningkatan kinerja ini adalah bukti nyata bahwa pengelolaan BUMN yang didasari manajemen akal sehat dan integritas tinggi dapat menghasilkan pertumbuhan yang cepat dan substansial. "Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat," tegasnya, menggarisbawahi pentingnya tata kelola yang baik.
Sinergi antara kemampuan menyerap dana darurat, menyediakan pembiayaan usaha, hingga mengelola emas dalam skala besar, telah mengukuhkan posisi Pegadaian sebagai pilar vital penyokong kesejahteraan dan stabilitas ekonomi masyarakat Indonesia. Perusahaan ini hadir sebagai solusi finansial komprehensif, dirancang untuk menjawab berbagai tantangan keuangan publik, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Melalui beragam produk seperti gadai, pembiayaan, hingga investasi emas, Pegadaian berperan aktif dalam memperluas penetrasi inklusi keuangan di tengah masyarakat.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, menjelaskan bahwa transformasi berkelanjutan menjadi kunci dalam menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan dinamika kebutuhan masyarakat. "Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini," ujar Damar, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan yang telah diberikan. Ia menambahkan, "Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia."
Untuk mempercepat jangkauan inklusi keuangan, Pegadaian gencar melakukan transformasi digital. Langkah strategis ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan finansial tanpa terhalang oleh batasan jarak dan waktu. Puncaknya adalah peluncuran "Tring! by Pegadaian", sebuah aplikasi finansial digital yang dirancang untuk membuka pintu layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, bahkan tanpa perlu datang ke kantor cabang.
Tring! by Pegadaian, yang merupakan hasil rebranding dari Pegadaian Digital, resmi diluncurkan pada 8 Oktober 2025 di Jakarta. Aplikasi ini tidak hanya hadir dengan nama baru, melainkan juga tampilan yang lebih modern, fitur yang semakin lengkap, serta sistem keamanan yang ditingkatkan. Mengusung konsep ‘1 User ID, Semua Kebutuhan’, Tring! memberikan kendali penuh kepada pengguna melalui proses registrasi dan verifikasi satu langkah yang praktis, mendobrak hambatan administratif dan finansial.
Berbagai fitur layanan finansial tersedia di Tring!, mulai dari investasi emas seperti Tabungan Emas, Deposito Emas, dan Cicil Emas. Uniknya, fitur Gadai memungkinkan masyarakat menjadikan saldo Tabungan Emas sebagai agunan. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan beragam opsi pembiayaan, termasuk Cicil Emas, Bayar Pembiayaan, Pembiayaan Multiguna, Cicil Kendaraan, Wisata & Religi, Porsi Haji, dan Pembiayaan Usaha.
Berkat transformasi menyeluruh ini, Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 6,59 triliun pada 30 Juni 2026, melonjak 84,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat Rp 3,58 triliun. Realisasi total aset kini mencapai Rp 186,33 triliun, meningkat 53,9% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 121,1 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 155,1 triliun, naik 52,7% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp 101,5 triliun.
Pencapaian impresif ini berjalan seiring dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden. Hal ini terbukti dari penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan, dari 0,81% pada 30 Juni 2025 menjadi 0,71% pada 30 Juni 2026. Angka ini menunjukkan efisiensi dan kehati-hatian dalam pengelolaan risiko kredit.
"Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia," pungkas Damar, menegaskan komitmen Pegadaian untuk terus berinovasi demi kemajuan ekonomi bangsa.
Editor: Rockdisc