EraNusantara – Ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan kinerja gemilang dengan total omzet mencapai Rp 8,57 miliar sepanjang semester I-2026. Angka fantastis ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan nyata dari keberhasilan strategi komprehensif Pertamina dalam membuka akses pasar, meningkatkan kapasitas, dan memperluas jejaring bagi para pelaku usaha lokal.
Pencapaian impresif ini tak lepas dari peran aktif UMKM dalam berbagai pameran berskala regional, nasional, hingga internasional yang difasilitasi Pertamina. Lebih dari sekadar ajang transaksi, pameran-pameran tersebut menjadi platform strategis bagi UMKM untuk memperkenalkan inovasi produk, menjalin kontak dengan calon pembeli dan mitra bisnis potensial, serta menguji daya saing produk di kancah yang lebih luas. Tercatat, 414 pameran telah diikuti, termasuk gelaran bergengsi seperti Food & Hospitality Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indonesia International Motor Show (IIMS), dan INACRAFT 2026.

Di balik gemerlap pameran, fondasi kuat UMKM dibangun melalui serangkaian program pendampingan dan peningkatan kapasitas. Hingga akhir Juni 2026, Pertamina telah memfasilitasi 2.822 sertifikasi bagi UMKM binaannya. Sertifikasi ini krusial untuk memenuhi aspek legalitas, standar kualitas produk, dan membangun kepercayaan konsumen, membuka gerbang menuju pasar yang lebih luas. Tak hanya itu, 579 pelatihan intensif telah diselenggarakan melalui Rumah BUMN Pertamina, mencakup spektrum vital mulai dari pemasaran digital, aspek legalitas, peningkatan kualitas produk, hingga pengelolaan bisnis yang efektif.
Kisah sukses Sambal Ning Niniek, usaha rintisan Sri Wahyuni, menjadi salah satu bukti nyata efektivitas program ini. Sri mengungkapkan, "Bagi saya, setiap tahap yang kami lalui adalah bagian dari proses untuk terus berkembang. Peran Pertamina dalam perjalanan Sambal Ning Niniek sangat luar biasa. Kami mendapatkan bantuan modal Rp 35 juta pada tahun 2023 yang sangat membantu memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi." Ia juga menambahkan bahwa terpilih sebagai salah satu dari 30 finalis Pertamina Aggregator 2025 menjadi motivasi besar untuk terus berinovasi. Pelatihan UMK Academy dan kesempatan pameran telah menjadi katalisator bagi pengembangan usaha dan perluasan jaringan pemasarannya.
Menanggapi pencapaian ini, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bukan sekadar bantuan sporadis, melainkan sebuah investasi strategis untuk kemandirian UMKM. "Di balik setiap produk UMKM, ada keringat dan kerja keras. Namun, langkah mereka sering terhenti oleh keterbatasan ruang untuk berkembang. Memahami kondisi ini, Pertamina hadir bukan sekadar memberi pelatihan. Kami membantu UMKM melengkapi sertifikat serta legalitas, membuka akses pasar, memperluas jejaring, dan merangkai peluang baru agar usaha mereka sungguh-sungguh bertumbuh," jelas Baron.
Baron juga menyoroti bahwa momentum Hari UMKM Nasional menjadi pengingat penting akan kebutuhan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM. Dalam ekosistem ini, Pertamina memposisikan diri sebagai ‘enabler’ melalui pendampingan intensif, peningkatan kapasitas, fasilitasi sertifikasi, dan pembukaan akses pasar. Upaya ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Lebih jauh, pengembangan UMKM juga mendukung Asta Cita ketiga, yakni penguatan kewirausahaan, industri kreatif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Melalui ekosistem yang semakin terbuka dan dukungan berkelanjutan, Pertamina berharap UMKM tidak hanya mampu meningkatkan volume penjualan, tetapi juga bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih tangguh, kompetitif, dan mampu berekspansi secara mandiri di pasar yang semakin dinamis. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana dilaporkan eranusantara.co.
Editor: Rockdisc