EraNusantara – Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat telah memicu respons cepat dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung bergerak cepat meninjau ketersediaan pangan dan dampak kerusakan lahan pertanian di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.
Fokus utama kunjungan Mentan adalah memastikan stok beras aman bagi para korban banjir. Langkah awal dilakukan dengan meninjau Gudang Bulog Sibolga, yang sebelumnya sempat menjadi sorotan akibat isu penjarahan oleh warga yang panik. Kedatangan Mentan disambut antusias oleh warga yang berbondong-bondong mengantre untuk mendapatkan bantuan beras. Bulog menyalurkan beras langsung dalam karung 50 kg untuk dibagikan kepada 3-5 penerima, mengingat keterbatasan waktu untuk pengemasan ulang.

Setelah memastikan bantuan beras berjalan lancar, Mentan Amran melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Tukka, wilayah yang mengalami kerusakan terparah akibat banjir. Lahan sawah yang seharusnya siap panen kini tertutup lumpur tebal, akses jalan utama pun tak lagi dikenali. Kondisi ini membuat mobilitas terhambat dan aktivitas pertanian lumpuh total.
Dalam dialog dengan warga dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat, terungkap bahwa hampir seluruh lahan sawah di Tukka mengalami gagal panen. Dari total lahan yang ada, hanya 7 hektare yang sempat dipanen, itupun dalam kondisi basah. Mentan Amran yang didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, menjanjikan bantuan penuh dari pemerintah pusat untuk memulihkan lahan pertanian yang rusak.
Pemerintah pusat akan menanggung biaya perbaikan lahan sawah dan memberikan bantuan benih gratis kepada petani. Mentan Amran bahkan meminta PPL untuk segera mendata kepemilikan lahan agar proses perbaikan dapat segera dimulai. "Kami akan bangun seperti semula dan kami tanami sampai serah terima kepada pemiliknya," tegas Mentan Amran. Pemerintah menargetkan proses administrasi dan perbaikan lahan dapat diselesaikan dalam waktu 1-2 minggu.
Janji Mentan ini disambut gembira oleh para petani yang berharap dapat segera kembali bercocok tanam. Bantuan pemerintah diharapkan dapat memulihkan perekonomian wilayah yang terpuruk akibat banjir dan memberikan harapan baru bagi para petani untuk bangkit kembali.
Editor: Rockdisc