EraNusantara – Program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, yang menjadi salah satu pilar stimulus ekonomi di kuartal pertama tahun ini, masih menghadapi tantangan dalam penyalurannya. Data terbaru menunjukkan, distribusi bantuan strategis ini baru mencapai 62%, menjangkau sekitar 20,5 juta dari total 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang ditargetkan. Perum Bulog, sebagai garda terdepan, terus berupaya mengakselerasi proses ini demi menjaga daya beli masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen lembaganya untuk menuntaskan penyaluran 100% pada April 2026. Percepatan ini menjadi krusial, terutama mengingat pentingnya bantuan ini dalam menopang konsumsi rumah tangga yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Rizal tidak menampik adanya hambatan yang memperlambat proses distribusi. "Kami menghadapi kendala terkait dengan periode libur Natal dan Tahun Baru, serta fokus kami pada persiapan dan pelaksanaan Ramadan dan Lebaran. Setelah periode tersebut, kami kembali menggenjot penyaluran dengan harapan dapat rampung paling lambat pada pertengahan April," jelas Rizal saat meninjau langsung proses distribusi di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Kamis lalu.
Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) berhak menerima alokasi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk periode Februari dan Maret tahun ini, sebuah paket yang diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Komitmen Bulog tidak hanya terbatas pada angka nasional, namun juga merambah hingga ke pelosok negeri. Di Kepulauan Seribu, misalnya, Bulog menjangkau 4.102 PBP yang tersebar di berbagai pulau, termasuk Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan. Khusus di Pulau Untung Jawa, 402 PBP telah menerima haknya. Ini menunjukkan keseriusan dalam memastikan tidak ada warga yang terlewatkan.
Peninjauan langsung oleh Rizal di Pulau Untung Jawa bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan bahwa kehadiran negara dalam menjamin akses pangan masyarakat adalah prioritas. "Kami memastikan bahwa setiap masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan, mendapatkan haknya atas pangan. Tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau. BULOG hadir untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran," tegasnya, menggarisbawahi pentingnya pemerataan.
Program bantuan pangan ini, di luar fungsinya sebagai jaring pengaman sosial, juga berperan vital sebagai stimulus ekonomi di kuartal pertama. Dengan menjaga daya beli masyarakat, pemerintah berharap dapat terus mendorong konsumsi rumah tangga, yang berdasarkan data BPS, merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor: Rockdisc