EraNusantara – Di tengah upaya pemulihan pascabencana yang melanda beberapa wilayah di Aceh, Perusahaan Umum (Perum) Damri bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh mengambil langkah strategis yang patut diacungi jempol. Mereka resmi mengoperasikan layanan angkutan perintis gratis pada rute vital Peureulak-Peunaron. Inisiatif ini bukan sekadar bantuan transportasi, melainkan sebuah injeksi mobilitas yang diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian lokal yang sempat terhambat.
Layanan cuma-cuma ini beroperasi setiap hari, dimulai pukul 08.00 WIB dari Terminal Peureulak. Kehadiran Damri dalam skema ini ditegaskan oleh Head of Corporate Communication DAMRI, Septian Adri, sebagai manifestasi nyata dari peran sosial perusahaan sebagai operator transportasi publik. "Damri hadir untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses transportasi di tengah keterbatasan pascabencana," ujar Septian, seperti dikutip oleh eranusantara.co.

Lebih lanjut, Septian menjelaskan bahwa fokus utama layanan ini adalah menjaga konektivitas antarwilayah yang terdampak bencana. Ini krusial, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti aktivitas belanja harian dan mobilitas ekonomi lainnya, di saat infrastruktur jalan masih dalam tahap perbaikan dan belum sepenuhnya pulih. "Layanan Peureulak-Peunaron ini kami jalankan sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan mobilitas warga, khususnya untuk kebutuhan sehari-hari," tambahnya.
Sebagai penyedia layanan, Damri memastikan kesiapan armada dan kru pengemudi yang memenuhi standar keselamatan operasional. Koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan BPTD Kelas II Aceh serta instansi terkait lainnya demi kelancaran dan keamanan selama layanan ini berjalan. Langkah proaktif Damri ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi percepatan pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah terdampak, membuktikan bahwa transportasi bukan hanya sarana, melainkan juga urat nadi kehidupan masyarakat.
Editor: Rockdisc